SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Latihan Side hop dan Single leg speed hop Terhadap Prestasi Long pass Sepakbola Pada Sanggar Kegiatan Belajar Grogol Kelompok Umur Final Youth (14-17 Tahun) Kabupaten Kediri.

M.Akbar Husein All sabah

Abstrak


8ABSTRAK

 

Sabah All, Muhamad, Akbar Husein. 2013. Pengaruh Latihan Side hop dan Single leg speed hop Terhadap Prestasi Long pass Sepakbola Pada Sanggar Kegiatan Belajar Grogol Kelompok Umur Final Youth (14-17 Tahun) Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mahmud Yunus, M.Kes, (II) Dr. Saichudin M.Kes.

 

Kata Kunci: Latihan Side hop dan Single leg speed hop, SKB Grogol Usia Final Youth, Long Pass, Sepakbola

Latihan Side hop dan Single leg speed hop merupakan suatu bentuk latihan Plyometrik yang dapat meningkatkan power otot tungkai jika dilatih berulang-ulang. Bentuk latihan Side hop dan Single leg speed hop yang dilatih secara berulang-ulang dengan beban latihan yang meningkat dapat meningkatkan power otot tungkai. Latihan Side hop dan Single leg speed hop juga digunakan pelatih Sepakbola agar pemainnya atau atlet Sepakbola dapat meningkatkan prestasi Long pass.

Long Pass merupakan teknik mengumpan bola atau Passing kepada teman dengan jarak kurang lebih 25 meter. Passing merupakan harga mati yang harus dimiliki setiap pemain Sepakbola, karena teknik passing selalu digunakan atau dipraktekkan setiap pertandingan Sepakbola. Long pass merupakan suatu cara atau alternatif untuk mengirim bola pada pemain lain yang berada didekat gawang lain, sehingga goal dapat tercipta.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan adanya pengaruh dari pemberian latihan Side hop dan Single leg speed hop terhadap Prestasi Long pass Sepakbola pada sanggar kegiatan belajar Grogol kelompok umur Final youth (14-17 Tahun) Kabupaten Kediri yang berjumlah 40 orang, yang dibagi 2 kelompok untuk menerima treatment yang berbeda. Penilaian prestasi long pass ini dilihat dari jauhnya seorang pemain Sepakbola melakukan Long pass.

Penelitian dilakukan menggunakan rancangan penelitian Quasi-Eksperimental (eksperimen semu) dan menggunakan metode pretest-posttest design. Data pretest didapat dari hasil jauhnya long pass yang telah dilakukan sebelum pemberian treatment. Subyek diberikan perlakuan atau treatment selama 6 minggu kemudian akan dilaksanakan posttest. Posttest dilakukan dengan prosedur yang sama seperti pretest yaitu test long pass. Pretest dan posttest setelah dilakukan kemudian data yang didapat diolah dengan menggunakan uji-t dengan syarat melakukan uji normalitas dan uji homogenitas.

Hasil analisis uji-t menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan dua bentuk latihan tersebut terhadap prestasi long pass yang dilihat dari kenaikan pretest ke posttest, karena t hitung 0,479 > 1,689 t tabel. Akan tetapi bentuk latihan single leg speed hop memiliki pengaruh pada prestasi long pass, hal itu terlihat dari perbandingan t hitung dan t tabel, dari rerata posttest single leg speed hop dan rumus perbedaan presentase peningkatan yang lebih baik dari pada bentuk latihan side hop.