SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengaruh kombinasi senam lansia dan jalan kaki terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL darah pada lansia di desa mandesan kecamatan selopuro kabupaten blitar

Umi Mualifah

Abstrak


ABSTRAK

 

Mualifah, Umi. 2013. Pengaruh Kombinasi Senam Lansia dan Jalan Kaki Terhadap Kadar Kolesterol LDL dan HDL Dada Lansia di Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. H. Moch. Yunus, M.Kes.

 

Kata Kunci: lansia, senam lansia dan jalan kaki, LDL, HDL, tes laboratorium kolesterol darah.

Lansia merupakan periode dimana organisme telah mencapai keemasan dalam ukuran dan fungsi, keadaan ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya ukuran dan fungsi tubuh. WHO mengelompokkan lansia menjadi: (1) Middle Age 45-59 tahun, (2) Eldery 60-74 tahun, (3) Old 75-90 tahun, dan (4) Very Old di atas 90 tahun.

Kadar LDL dan HDL yang tinggi merupakan invense prediktor untuk penyakit pada sistim sirkulasi manusia seperti aterosklerosis, penyakit jantung koroner dan lain sebagainya. Peningkatan HDL jika dibarengi dengan penurunan kadar LDL akan mengurangi resiko terhadap penyakit tersebut. Kriteria latihan yang bisa digunakan untuk meningkatkan HDL dan menurunkan LDL pada lansia, yaitu latihan yang bersifat aerobik dan dilakukan secara teratur dan berulang-ulang, diantaranya dengan kombinasi senam lansia dan jalan kaki.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan pengaruh senam lansia terhadap kadar kolesterol LDL dan HDL darah sebelum dan sesudah diberikan program latihan pada kelompok lansia sebanyak 15 orang lansia dengan kisaran usia 60-74 tahun di Desa Mandesan Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar melalui tes laboratorium kolesterol darah.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental, tepatnya metode pra-eksperimental yaitu dengan metode yang memberikan atau menggunakan suatu treatment (perlakuan), dengan tujuan ingin mengetahui dan membandingkan pengaruh suatu kondisi terhadap gejala yang timbul atau disebut dengan rancangan prates dan postes eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes laboratorium kolesterol darah, untuk memperoleh data yang objektif tentang hasil latihan kelompok lansia. Kegiatan analisis data menggunakan analisis statistik yang telah dihitung dengan menggunakan uji t dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) menggunakan metodologi penelitian statistik parametik yang dilakukan dengan SPSS 15.

Berdasarkan hasil analisis data uji beda menggunakan Paried Sample T-Tes, diperoleh hasil analisis data untuk HDLyaitu t test hitung =5,681> t tabel taraf kepercayaan 95%= 2,145. Sehingga menurut hasil penghitungan statistik, senam lansia memberi pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kolesterol HDL. Kedaan ini diperkuat pada nilai mean= 6.533 yang bernilai positif. Sedangkan hasil analisis data untuk LDLyaitu t test hitung =4,895> t tabel taraf kepercayaan 95%= 2,145. Sehingga menurut hasil penghitungan statistik, senam lansia memberi pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kolesterol LDL. Keadaan ini juga diperkuat dengan nilai mean=24,333 yang bernilai positif.