SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN AKTIVITAS KETERTIBAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN MELALUI MODEL PRACTICE STYLE DI KELAS XI.IPA.1 SMAN 1 BUMIAYU KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH

Tri Hani

Abstrak


ABSTRAK

 

Proses belajar mengajar dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) dapat berjalan dengan lancar, apabila ketertiban dalam bentuk ketepatan waktu masuk kelas atau lapangan, penggunaan pakaian seragam, serta kehadiran dalam pembelajaran penjasorkes dapat diterapkan. Ketertiban siswa dilatih dengan tujuan membiasakan diri agar menahan diri supaya tidak melanggar peraturan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, di SMAN 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kelas XI.IPA.1 yang berjumlah 32 siswa, diketahui sebanyak 68,96% siswa belum tertib. Lemahnya ketertiban siswa perlu diatasi agar tidak menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut yakni dengan menerapkan model practice style dalam pembelajaran ketertiban. Keunggulan model practice style, yaitu menyesuaikan karakteristik tiap siswa sehingga siswa mampu menentukan dan mengevaluasi setiap kesalahan serta mampu memperbaiki kesalahan sendiri.

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki proses belajar mengajar penjasorkes agar masalah ketertiban dapat meningkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang melalui siklus tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI.IPA.1 SMAN 1 Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang berjumlah 32 siswa, tahun ajaran 2011/2012 semester genap.

Hasil penelitian menunjukkan: (1) dalam siklus I (pertemuan ketiga) didapati beberapa pelanggaran ketertiban sebanyak 53,2% dari 32 siswa. (2) dalam siklus II (pertemuan ketiga) menunjukkan siswa yang melakukan pelanggaran ketertiban berkurang menjadi sebanyak 3,12% dari 32 siswa. Pada siklus II sudah banyak yang memperbaiki diri dan tidak melakukan pelanggaran ketertiban. Kondisi pembelajaran yang pada awalnya tidak tertib berubah menjadi sangat tertib.

Kesimpulan bahwa pembelajaran penjasorkes khususnya ketertiban dengan model practice style dapat memperbaiki ketertiban siswa karena model pembelajaran tersebut telah terbukti dapat memperbaiki ketertiban yang lebih intensif. Model ini dapat dimanfaatkan oleh guru penjasorkes sebagai bagian dari strategi pembelajaran sehingga ketertiban dapat ditegakkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.

Saran yang dapat disampaikan berdasarkan kesimpulan tersebut yakni guru penjasorkes disarankan menggunakan model practice style untuk menegakkan ketertiban dalam pembelajaran. Ketertiban siswa akan membantu guru dalam menciptakan situasi dan kondisi pembelajaran yang kondusif sehingga prestasi pembelajaran dapat dikembangkan secara optimal.

 

Kata Kunci : ketertiban, model practice style.