SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN TINGKAT DAYA TAHAN PADA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA PUTRA AREMA MALANG

Rhony Andika Rakhman

Abstrak


ABSTRAK

 

Rakhman, Rhony Andika. 2012. Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Tingkat Daya Tahan pada Siswa Sekolah Sepakbola Putra Arema Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) dr. Moch Yunus, M.Kes., (II) Dra. Desiana Merawati, M.S.

 

Kata Kunci: daya tahan, metabolisme aerobik, kadar hemoglobin

Daya tahan sangat berperan untuk olahraga yang mempunyai durasi lama, untuk itu diperlukan pasokan energi yang besar. Dalam hal ini, sistem energi yang dominan digunakan adalah sistem energi secara aerobik. Sistem energi secara aerobik adalah sistem energi yang sangat membutuhkan oksigen untuk melakukan pembakaran bahan bakar utama. Penggunaan oksigen untuk metabolisme secara aerobik harus dipenuhi secara cukup. Oksigen diambil dari alam bebas melalui sistem pernafasan dan akan diedarkan melalui sistem peredaran darah yang diikat oleh hemoglobin. Tingkat kadar hemoglobin sangat berperan dalam menentukan banyaknya jumlah oksigen yang dapat diangkut oleh darah. Semakin banyak oksigen yang dapat diikat maka, metabolisme aerobik akan lancar dalam memproduksi energi yang diperluakan dalam olahraga daya tahan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin darah dengan tingkat daya tahan. Subyek penelitian ini adalah siswa Sekolah Sepakbola Putra Arema yang berusia 13-15 tahun yang berjumlah 30 orang. Untuk menggukur tingkat daya tahan digunakan tes lari 12 menit dari Cooper dan mengukur kadar hemoglobin menggunakan metode fotoelektrik.

Hasil dari penelitian ini terdapat 93% siswa (28 orang) memiliki kadar hemoglobin normal, 3 % (1 orang) mempunyai kadar hemoglobin diatas normal dan 3% (1 orang) mempunyai kadar hemoglobin dibawah normal. Nilai terendah adalah 11,2 gr/dl. Sedangkan nilai tertinggi yaitu 15,1 gr/dl. Rata-rata kadar hemoglobin dari 30 orang siswa adalah 13,493 gr/dl. Pada tingkat daya tahan diperoleh rata-rata jarak tempuh selama lari 12 menit adalah 2.115,5 m. Nilai tertinggi adalah 2.765 m dan nilai terendah 1.734 m. Ada 7% siswa (2 orang) yang mempunyai tingkat daya tahan baik sekali, 37% (11 orang) dengan kategori cukup, 40% (12 orang) dengan kategori kurang, dan 17% (5 orang) mempunyai daya tahan kurang sekali. Hasil korelasi antara kadar hemoglobin dengan tingkat daya tahan (lari 12 menit) adalah diperoleh rhitung  0,483 > rtabel 0,361 dengan sig 0,000 < α (0,05). Oleh karena rhitung  > rtabel, sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara kadar hemoglobin dengan tingkat daya tahan.

Berdasarkan penelitian tersebut disarankan agar atlet dapat memaksimalkan pemberian asupan gizi yang baik agar dapat meningkatkan kadar hemoglobin sehingga, dapat meningkatkan tingkat daya tahan atlet.