SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Pengaruh antara Pemberian Cold Water Immersion Therapy dan Perendaman Air Hangat terhadap Masa Pemulihan dengan Indikator Suhu Tubuh

ALFIAN USRIZAL SETIYAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Cold water immersion therapy merupakan metode rendam dingin yang saat ini berkembang menjadi metode pemulihan setelah latihan atau kompetisi. Mekanisme fisiologis cold water immersion therapy yaitu menyerap kalori area lokal sehingga terjadi penurunan suhu. Perendaman dilakukan pada bagian tubuh yang mengalami kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik. Metode lain yang berkembang saat ini yaitu perendaman air hangat. Efek fisiologis perendaman air hangat adalah pembuluh darah pada kulit akan mengalirkan panas tersebut melalui pori-pori yang melebar, sehingga proses pelepasan panas tubuh ke lingkungan bisa terjadi. Masa pemulihan merupakan hal yang paling penting setelah melakukan aktivitas fisik. Salah satu indikator pemulihan yaitu suhu tubuh. Suhu tubuh akan meningkat setelah melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh antara pemberian cold water immersion theraphy dan perendaman air hangat terhadap percepatan pemulihan dengan indikator suhu tubuh.

Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen sungguhan. Desain penelitian yang akan diterapkan adalah rancangan prates pascates tiga kelompok yang dipilah secara acak. Sampel penelitian ini adalah siswa sekolah sepakbola Gajayana kota Malang berjumlah 30 siswa. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, sedangkan dua kelompok perlakuan diberi perlakuan metode perendaman. Kepada tiga kelompok ini dilakukan pengambilan suhu sebanyak tiga kali. Setelah data suhu tubuh diperoleh, dilanjutkan dengan analisis statistik deskriptif, kemudian dilakukan uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk, selanjutnya dilakukan uji homogenitas dengan uji Levene, dan terakhir dilakukan uji anova.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh pada kelompok cold water immersion theraphy adalah 37,4oc, suhu tubuh pada kelompok perendaman air hangat adalah 37,1895 oc dan suhu tubuh kelompok kontrol adalah 37,4 oc. Hasil uji anova menunjukkan Ho diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan di antara pemberian cold water immersion theraphy dan perendaman air hangat terhadap percepatan masa pemulihan dengan indikator suhu tubuh.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi percepatan penurunan suhu tubuh baik dengan menggunakan cold water immersion therapy maupun dengan perendaman air hangat. Hasil analisis kedua metode perendaman ini dibandingkan dengan kelompok kontrol juga tidak ada perbedaan yang signifikan.