SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Pengaruh antara Pemberian Aromaterapi Lavender dan Sabun Cair Ekstrak Minyak Kelapa Menggunakan Metode Inhalasi terhadap Kelelahan Otot Akibat Penumpukan Asam Laktat Darah

ARIF SHOFY FAJRI

Abstrak


ABSTRAK

 

Aromaterapi lavender berasal dari bagian bunga dan kelopak bunga yang terdapat dalam kelompok bunga hias memiliki kandungan ester sekitar 40-55%, lavender memiliki manfaat, seperti: analgesic, antidepressant, antimicrobial, antiseptic, antitoxic, sedative dan  stimulant. Minyak kelapa mengandung bahan berupa asam lemak jenuh sekitar 90%, fosfatida dan sterol sekitar 0,06-0,08%. Kandungan minyak kelapa berperan sebagai antioksidan dan stabilisasi. Metode inhalasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengambil manfaat dari aromaterapi dan sabun cair ekstrak minyak kelapa dengan menggunakan bantuan indra penciuman. Asam laktat merupakan indikasi sebagai penyebab kelelahan. Kadar asam laktat darah pada orang sehat dalam keadaan istirahat berkisar antara 1-2 mmol/l, bila level asam laktat pada darah telah mencapai 4 mmol/l maka kelelahan akan terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara pemberian aromaterapi lavender dan sabun cair ekstrak minyak kelapa dengan menggunakan metode inhalasi terhadap kelelahan otot yang diakibatkan oleh penumpukan asam laktat dalam tubuh.

Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen sungguhan. Desain penelitian yang akan diterapkan adalah rancangan prates pascates tiga kelompok yang dipilah secara acak. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa IK angkatan 2009 off. B berjumlah 15 orang. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, sedangkan dua kelompok perlakuan diberi perlakuan metode inhalasi yaitu inhalasi aromaterapi lavender dan inhalasi sabun cair ekstrak minyak kelapa. Tiga kelompok tersebut diambil darahnya sebanyak dua kali, untuk diuji laboratorium agar diketahui nilai analisis statistik deskriptif, kemudian dilakukan uji normalitas, selanjutnya dilakukan uji homogenitas dengan uji Levene, dan terakhir dilakukan uji anova.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean asam laktat prates inhalasi aromaterapi 5,102 mmol/l dan pascates 2,112 mmol/l kemudian mean asam laktat prates inhalasi sabun cair ekstrak minyak kelapa 4,754 mmol/l dan pascates 2,123 mmol/l dan mean asam laktat tanpa perlakuan 4,331 mmol/l dan pascates 2,013 mmol/l. Sedangkan hasil uji anova menunjukkan bahwa F = 3,635 dengan p = 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan p < 0,05 yang berarti Ho ditolak. Dengan demikian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan.

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui selisih jumlah asam laktat pascates dan prates aromaterapi lavender 2,112 mmol/l, sabun cair ekstrak minyak kelapa 2,122 mmol/l dan tanpa perlakuan 2,398 mmol/l dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian inhalasi aromaterapi dapat lebih cepat mengurangi kelelahan dibandingkan dengan metode inhalasi sabun cair ekstrak minyak kelapa. Jadi inhalasi aromaterapi lavender sebaiknya digunakan apabila tubuh telah mengalami kelelahan.