SKRIPSI Jurusan Ilmu Keolahragaan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle) Siswa KelasXI IPA.2 SMA Negeri 3 Lumajang dengan Menggunakan Metode Latihan Bagian

RIES . ARDIANTO

Abstrak


ABSTRAK

 

Ardianto, Ries. 2011. Peningkatan Keterampilan Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle) Siswa KelasXI IPA.2 SMA Negeri 3 Lumajang dengan Menggunakan Metode Latihan Bagian. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd.

 

Kata kunci: Peningkatan, Keterampilan, Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle), Metode Latihan Bagian.

Lompat Tinggi adalah melompat melewati mistar setinggi-tingginya yang dipengaruhi oleh  kekuatan dan kecepatan tungkai tolak, posisi tubuh ketika melewati mistar, dan kemampuan melakukan lari awalan yang menunjang terhadap tolakan yang efektif. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat tinggi gaya guling (straddle) siswa kelas XI IPA.2 SMA Negeri 3 Lumajang ternyata masih banyak kesalahan yang muncul di lapangan. Jumlah siswa kelas XI IPA.2 SMA Negeri 3 Lumajang adalah 34 siswa, 10 diantaranya laki-laki dan 24 siswa perempuan, dari hasil observasi yang telah diperoleh 9 siswa mengalami kesulitan pada waktu awalan, 17 siswa mengalami kesulitan pada waktu tolakan, 20 siswa mengalami kesulitan pada waktu sikap badan di atas mistar dan 11 siswa mengalami kesulitan pada waktu mendarat. Kesulitan ini karena guru masih menggunakan metode komando yang  menyebabkan siswa pada waktu sikap awalan, sikap tolakan, sikap badan di atas mistar, dan sikap mendarat masih terjadi kesalahan. Karena masih terjadi kesalahan-kesalahan pada setiap aspek dalam lompat tinggi maka peneliti berinisatif menggunakan metode latihan bagian.

Tujuan penelitian ini adalah Meningkatkan Keterampilan Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle) Siswa Kelas XI. IPA 2 SMA Negeri 3 Lumajang dengan Menggunakan Metode Latihan Bagian.

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) tindakani, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI. IPA2 SMA Negeri 3 Lumajang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan.

Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan lompat tinggi gaya guling (straddle) dari siklus ke siklus. Pada siklus I siswa yang tidak dapat melakukan gerakan dengan baik dan tidak dapat melewati nilai ketuntasan minimal yaitu 75 sebanyak 22 siswa berkurang menjadi 9 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lompat tinggi gaya guling (straddle) yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test yang dilaksanakan pada saat pra tindakan dengan hasil post-test yang diberikan pada akhir penerapan. Untuk hasil post-test siklus II juga menunjukkan peningkatan penguasaan keterampilan lompat tinggi gaya guling (straddle). Dari 9 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal yaitu 75 pada siklus 2 ini hanya tinggal 2 siswa saja yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal.

Kesimpulan, mencermati dari hasil observasi  Penelitian Tindakan Kelas serta metode latihan bagian yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani dapat meningkatkan keterampilan dan hasil belajar gerakan lompat tinggi gaya guling (straddle) siswa kelas XI. IPA 2 SMA Negeri 3 Lumajang. Hal itu bisa dilihat dari aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dari observasi awal, siklus I hingga siklus II. Selain itu, bisa dilihat melalui peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar secara individu sebelum dan sesudah dilakukan PTK. Hasil penilaian lompat tinggi gaya guling (straddle) sebelum dan sesudah dilakukan PTK di atas dapat dilihat bahwa adanya peningkatan jumlah siswa yang nilainya melampaui SKM.

Peneliti menyarankan guru harus tegas mengatasi siswa yang datang terlambat, dan hendaknya diberi hukuman agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, bagi guru dapat bermanfaat sebagai pedoman mengajar dalam memberikan materi lompat tinggi gaya guling (straddle) sehingga siswa benar-benar menguasai teknik tersebut, dan  bagi peneliti lain yang ingin mencoba untuk mengadakan penelitian yang sama, disarankan untuk menambah model-model latihan bagian yang lebih bervariasi agar siswa tidak jenuh.