SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HAMKA sebagai keresahan mahasiswa Kangean Malang

muhammad . dahlan

Abstrak


HAMKA : JAWABAN KERAGUAN

 

“Lantang Bicara Banyak Bekerja”

 

Sekilas Tentang Berdirinya Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA)

Diawal berdirinya organisasi ini didasari atas keresahan sekelompok Mahasiswa Kangean yang ada di kota Malang[R1] . Keresahan atas kurangnya kepedulian dan tanggungjawab moril terhadap calon mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang pada saat itu. Menurut salah satu penuturan dari salah satu pelopor organisasi Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) sebelum organisasi daerah ini didirikan. Bahwa suatu ketika ada seorang mahasiswi baru yang untuk pertamakalinya menjadi anak rantau di kota Malang. Dia menceritakan isi hati dan pikirannya tentang harapannya untuk diperhatikan, diayomi, dan dilayani  sebagai seseorang yang baru yang tidak mengetahui kehidupan kota dan kehidupan dunia kampus. [R2] Berangkat dari persoalan itu nampaknya cukup mengusik hati mereka para pelopor organisasi untuk mendirikan wadah organisasi kedaerahan yang mampu mengayomi dan melayani sebagai sesama anak rantau di kota orang. Dengan tekad dan niat yang tulus, diprakarsai oleh sekelompok mahasiswa Kangean yang memiliki kepedulian terhadap saudara satu daerah ditanah rantau tersebut. Pada gilirannya berdirilah Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) sebagai organisasi yang menjujung tinggi nilai kekeluargaan.

Menjadi bagian dari tubuh organisasi ini kiranya tidak hanya[R3]  cukup melihat apa yang nampak di mata saat ini. Akan tetapi dirasa sangat perlu untuk mengetahui kemudian merawat apa yang sudah menjadi dasar organisasi ini berdiri, yaitu rasa kemausiaan dalam wujud kekeluargaan di Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA).  Delapan tahun Himpunan Mahasiswa Kangean Malang [R4] (HAMKA) berdiri dengan segala dinamika dan problematikanya sudah seharusnya banyak yang patut dievaluasi. [R5] Bukan perjalanan yang mudah sampai sejauh ini menjadi organisasi yang tetap berkomitmen untuk merawat tali persaudaraan sebagai bagian dari sifat organisasi. Dinamika yang terjadi di internal maupun eksternal HAMKA telah mewarnai narasi panjang organisasi dalam menghadapi desakan zaman yang dinamis untuk selalu berbenah.

Hari[R6]  ini Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) tidak cukup hanya menjadi tempat berhimpun sebatas kelompok sesama anak rantau. Akan tetapi harapannya bisa menyentuh dan berbaur secara langsung di tengah masyarakat khususnya pada masyarakat Kangean yang menginginkan perubahan ke arah yag lebih baik. Sebelum kearah perubahan ektern[R7]  perlu adanya tatanan perubahan intern yang baik di tubuh organisasi. Oleh karena itu, perlunya[R8]  memaksimalkan tugas dan fungsi keanggotaan sehingga terbentuk kordinasi dan intruksi [R9] yang baik dan arahan kerja yang maksimal. Dengan mengoptimalkan tugas dan fungsi anggota maka akan menciptakan himpunan yang baik dan terarah. Dalam hal ini dibutuhkan kehadiran seorang leader (pemimpin) yang memiliki konsep yang visioner[R10]  sebelum menjabarkan visi misi organisasi. Disamping itu mampu mengayomi dan menjadi panutan anggota kelompok yang dia nahkodai.

Berbicara kepemimpinan Jim Rohn seorang motivator legendaris yang sukses, mengungkapkan “Tantangan kepemimpinan adalah untuk menjadi kuat tapi tidak kasar, bersikap baik tapi tidak lemah, berani tapi tidak menjadi pengganggu, menjadi bijaksana tapi tidak malas, rendah hati tapi tidak malu-malu, bangga tapi tidak sombong, memiliki humor tetapi tanpa kebodohan“.

 

Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) Jawaban Keresahan

Layaknya organisasi daerah pada umumnya bahwa organisasi ini berdiri di atas konstitusi yang kerap disebut Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sesuai konstitusi, Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) bukanlah underbow[R11]  dari salah satu organisasi/lembaga manapun. Sehingga sangat tidak etis ketika Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) diklaim sebagai ranting dari salah satu organisasi daerah yang ada di Kota Malang. Perlu dipertegas kembali bahwa Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) sebagai organisasi indepen lebih mengedepankan militansi dan kualitas moral anggota daripada hanya mencari eksistensi dengan mengedepankan kuantitas belaka, karena Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) bukanlah Ikatan Mahasiswa Klaim Anggota. Perlu dipertegas bahwa anggota Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) yang telah mengikrarkan diri untuk patuh dan bertanggungjawab terhadap AD/ART organisasi adalah pondasi dasar sebagai memorandum keanggotaan.

Secara de Facto Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) merupakan organisasi daerah se-kota Malang. Hal ini dapat dibuktikan bahwa beberapa anggota dan pengurus dari organisasi ini terdiri dari mahasiswa/i dari beberapa kampus berbeda yang ada di Kota Malang. Bukan hanya itu saja, karena secara de Jure Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) juga merupakan sebagai organisasi daearah se-Kota Malang. Dalam hal ini dapat dilihat dari beberapa momentum kegiatan organisasi daerah baik yang bertempat di kota Malang maupun luar kota Malang seringkali melibatkan Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) untuk teribat hadir di kegiatan mereka[R12] . Sampai sejauh ini komunikasi yang baik tetap terjalin dengan beberapa organisasi di Kota Malang maupun oraganisasi daerah di luar Kota Malang.

Keberadaan organisasi ini tentu menjadi jawaban bagi calon siswa-siswi pulau Kangean atau calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Kota Malang. Sebagai organisasi daerah, Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA) semoga [R13] tetap berkomitmen pada jejak historisnya yaitu menjunjung nilai kemanusiaan dalam wujud kekeluargaan di Himpunan Mahasiswa Kangean Malang (HAMKA).

 

Calon Mahasiswa Baru Kangean 2019, Kami tunggu di Kota Malang !!!!!

 

Malang, 29 Januari 2019

 

 

Pembantu HAMKA