SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

identifikasi kebutuhan belajar masyarakat pengunjung di kampung jodipan warna warni

kristianto - widarsono

Abstrak


IDENTIFIKASI KEBUTUHAN BELAJAR MASYARAKAT PENGUNJUNG DI KAMPUNG JODIPAN WARNA WARNI

Widarsono kristianto

PPKn, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang

Email : yosugasora2@gmail.com 

Abstrak

Berdasarkan Observasi yang dilaksanakan pada Hari kamis, tanggal 20  Juni  2019  di kampung warna warni jodipan Kampung Jodipan RW 02, RT 06, 07 dan 09 merupakan kampung kumuh padat penduduk yang berlokasi di bawah jembatan dan di sepanjang aliran sungai Brantas. Dalam menjadikan kampung wisata yang indah dan di minati oleh para pengunjung di butuhkan pengembangan yang bias dilakukan oleh pemerintah dan para masyarakat yang ada di dalam kampung. Dengan menyatukan visi dan misi serta kebutuhan yang berkelanjutan pada masyarakat setempat. Dari sebuah implementasi dan upaya menjadikan kampung wisata yang selalu ingin dikunjungi oleh masyarakat luar dibutuhkan pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan pengunjung kenapa memilih kampung warna warni jodipan sebagai objek tujuan wisata dan pendapat para pengunjung terhadap kampung  warna warni  jodipan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Dengan data yang digunakan adalah data sejarah berdirinya kampung wisata, profil kampung, potensi yang bisa dikembangkan di dalam kampung ini yang sampai saat ini belum di manfaatkan seutuhnya. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data tersebut adalah pengamatan lapangan, wawancara, observasi dan dokumetasi

Kata kunci: Kampung Wisata, kebutuhan Belajar, Community  Development.

PENDAHULUAN

Kampung Wisata Jodipan di Kota Malang, Jawa Timur atau yang biasa dikenal sebagai Kampung warna-warni (KWJ) merupakan permukiman kumuh yang sekarang dirubah menjadi lokasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri karena keindahannya. Kampung warna warni jodipan ini dulunya sering di sebut dengan kampung criminal dimana banyak orang-orang nakal yang konon katanya tinggal di sana. Tetapi sejak datangnya delapan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Ilmu Komunikasi, kampung warna-warni Jodipan ini di rubah sedemikian rupa menjadi kampung tematik yang sangat menarik.

Warga di kampung jodipan warna-warni sangat berpartisipasi dalam mewujudkan kampung halamannya menjadi kampung yang di gemari oleh masyarakat.Dari bapak-bapak ibu-ibu bahkan anak-anak pun ikut serta dalam mewujudkan kampung KWJ ini.Sekitar 107 rumah warga dicat dengan berbagai warna, dan gambar yang dilukis  di tembok-tembok rumah warga oleh komunitas mural. Inisiatif untuk mengecat kampung ini awalnya muncul dari sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammaidyah Malang yang tergabung dalam kelompok Guyspro.Awalnya pengecatan kampung dilakukan agar rumah-rumah di sana tak terlihat kusam. Pengecatan dilakukan oleh masyarakat dengan bantuan tentara dan juga bantuan salah satu produsen cat di Malang pada Tahun 2016. Para pemuda yang tinggal di kampung jodipan warna warni juga mendapat pelatihan melukis atau menggambar, tujuannya ketika lukisan-lukisan di tembok-tembok rumah sudah mulai pudar, para pemuda dapat mengecatnya kembali agar terlihat lebih indah.

Tidak hanya gambar dan lukisan saja yang ada di kampung jodipan warna warni, tetapi banyak juga hiasan-hiasan yang melengkapi indahnya warna warni lukisan di kampung warna warni jodipan.Hiasan-hiasan tersebut banyak bergelantungan di jalanan gang-gang rumah warga. Lebih menariknya lagi ada banyak spot foto yang menarik perhatian pengunjung yang datang ke sana. Di setiap spot foto pengunjung tidak di pungut biaya, hanya cukup membayar tiket masuk saja.

Kampung warna warni jodipan adalah kampung tematik pertama di malang. Dimana para warga di sana sangat berpartisipasi dalam mewujudkan kampung KWJ ini menjadi salah satu kampung yang terkenal dan banyak di kunjungi oleh masyarakat. Pengelolahan kampung warna warni jodipan ini juga berkat kerjasama dari warga-warga setempat.Berkat dukungan warga serta partisipasi warga, maka terwujudlah kampung warna-warni jodipan ini atau yang biasa di sebut KWJ.

Warga yang bertempat tinggal di kampung warna-warni jodipan rata-rata bermata pencaharian tidak tetap.Dahulu sebelum berubahnya kampung jodipan menjadi tempat wisata.Para laki-laki menjadi buruh di luar.Sedangkan perempuan menjadi tukang buruh cuci atau pemasang manik-manik. Setelah kampung jodipan menjadi kampung wisata, kondisi masyarakat berubah, mereka mulai membuka lapak ,ada yang menjadi pedagang kaki lima (PKL), ada juga yang hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, penjaga tiket, ada juga yang bekerja sebagai tukang parkir dan sebagainya.

Kampung warna-warni jodipan ini perkembangan nya sangat pesat, banyak pengunjung yang penasaran oleh kampung jodipan warna warni ini. Di perkirakan setiap harinya kurang lebih ada 100 pengunjung yang datang di kampung warna-warni jodipan, baik itu dari luar kota, dalam kota atau bahkan luar negri, tapi jika hari libur pengunjung yang datang lebih jadi 100 pengunjung. Pengunjung adalah salah satu objek paling penting dalam pengembangan potesi di kampung warna warni jodipan.Karena dengan adanya pengunjung maka banyak yang senang dengan keunikan yang di miliki oleh kampung warna-warni jodipan, sehingga dapat menjadikan kampung warna-warni jodipan ini menjadi kampung yang memiliki potensi yang baik.

Dalam penelitian kali ini kelompok memilih sasaran pengunjung sebagai bahan observasi. DimanaTujuannya adalah untuk mengetahui alasan pengunjung kenapa memilih kampung warna warni jodipan sebagai objek tujuan wisata, lalu untuk mengetahui pendapat para pengunjung terhadap kampung warna warni jodipan, serta untuk mengetahui saran serta kritik pengunjung terhadap potensi yang di miliki kampung warna warni jodipan,. Tujuan dari saran dan kritikan itu sendiri nantinya akan menjadi koreksi untuk menjadikan kampung warna warni jodipan menjadi lebih baik lagi nantinya.

Sasaran yang di kaji adalah pengunjung yang ada di luar kota malang. Dimana para pengunjung ini mengetahui kampung warna warni jodipan melalui sosial mediainternet atau Instagram. Salah satu pengunjung dari Jakarta Mbak Rezka dan Maya ia mengaku datang ke malang tujuan utamanya adalah ke kampung warna-warni jodipan. Ia juga mengatakan mendapat informasi mengenai kampung warna-warni jodipan melalui Instagram. Kesan pertamanya saat berkunjung di kampung warna-warni jodipan “ saya kagum dengan warna-warni kampung ini kok bisa kreatifya bagus banget” terangnya. Kebanyakan pengunjug yang datang dari luar kota mengaku kagum dengan ke indahan warna serta lukisan lukisan di tembok- tembok rumah-rumah warga. Menurut pengunjung dari informasi yang di peroleh di media sosial warna keunikan serta lukisan-lukisan di kampung warna-warni sangat sesuai dengan apa yang di ketahui lewat media social.

Dalam mngidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat. Maka kelompok membutuhkan data yang akan di gali lebih dalam untuk mengetahui apa saja kesenjangan yang ada di kampung warna warni jodipan.

Data yang di perlukan antara lain

1.Profil kampung warna-warni jodipan serta sejarah kampung warna-warni jodipan

2.Informasi tentang tokoh masyarakat

3.Kesan dan pesan pengunjung terhadap kampung warna warni jodipan (KWJ)

4.Kritik dan saran pengunjung terhadap KWJ

5.Kebutuhan belajar pengunjung KWJ

6.Informasi pengunjung mengenai KWJ

Di kampung warna-warni jodipan ini ada beberapa tokoh yang akan di gali informasinya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kampung warna-warni jodipan. Salah satunya Tokoh masyarakat yang menjadi sumber informasi dalam identifikasi adalah Pengelola Kampung Warna-warni Jodipan yaitu Bapak Marjuki, dimana beliau adalah salah satu tokoh di kampung warna warni jodipan. Bapak Marjuki ini adalah salah satu warga yang di percaya oleh warga di sana  untuk menjadi pengelolah kampung warna warni jodipan sampai saatini.

Dalam melakukan penelitian ini kelompok memilih Teknik Identifikasi belajar yang di gunakan untuk menunjang penelitian kali ini yaitu mengunakan teknik Wawancara secara informal, Observasi atau datang langsung kepada sasaran dan terjun lapang, dan yang terakhir FGD ( focus group discussion). Pada Penelitan ini kelompok melakukan kegiatan secara langsung di tempat tujuan dan mewawancarai sasaran melalui wawancara informal dimana wawancara informal ini berjalan secara spontan,ilmiah dan mengalir adanya. Dengan menggunakan wawancara informal maka  kita dapat menggali informasi melalui ke akraban kita terhadap pengunjung yang ada di kampung warna – warni jodipan. Wawancara tidak lepas dengan teknik Observasi, dimana teknik observasi ini kelompok melihat langsung atau mengamati langsung tempat yang ingin di jadikan objekobservasi, di dalam observasi ini kelompok juga harus memiliki panduan observasi dimana kelompok menentukan sasaran yang akan menjadi objek dalam penelitian ini. Selanjutnya FGD (focus group discussion) dimana FGD ini adalah diskusi dua arah untuk mendalami suatu informasi yang ingin di gali. Kelompok cenderung melakukan diskusi terhadap beberapa pengunjung tidak perindividu, tujuannya adalah untuk bertukar informasi antar individu dengan individu yang lain.

Dalam penelitian ini kelompok menggunakan instrument identifikasi dengan pedoman wawancara dimana kelompok menentukan isu-isu atau pokok masalah yang akan di bahas, selanjutnya menyiapkan pertanyaan kepada narasumber yang selanjutnya akan mengalir dengan sendirinya. Dalam instrument ini pengunjung di harap dapat mengutarakan jawaban-jawaban yang telah di tanyakan oleh kelompok.Pertanyaan-pertanyaan yang di tanyakan oleh kelompok berupa saran, keritikan pengunjung serta pertanyaan-pertanyaan yang dapat melengkapi informasi yang di cari.

KAJIAN PUSTAKA

Aspek-Aspek Daya Tarik Wisata (pengunjung)

Menurut (Haryono, 1979; Merigi, 2007; Rosadi, 2009) dalam (Suparwako, n.d.) aspek – aspek daya tarik wisata, meliputi :

1. Ada sesuatu yang dapat dilihat / to see

2. Tempat kunjungan wisata memiliki sesuatu yang bisa dilihat oleh wisatawan. Sehingga obyek  atau atraksi apa saja yang bisa dilihat dan  menarik bagi wisatawan  perlu di kembangkan  guna  menarik para wisatawan baik domestik maupun manca negara.

3. Ada sesuatu yang dapat dikerjakan / to do

4. selain potensi yang dapat dilihat, maka wilayah  obyek wisata perlu memiliki sesuatu yang dapat dilakukan atau dikerjakan oleh wisatawan seperti jalan kaki, bermain, belajar, olah raga dsb sehingga para wisatawan akan merasa betah berada di daerah tersebut yang akan mempengaruhi lama tinggal wisatawan pada obyek wisata.

5.Faktor sesuatu yang dapat diperoleh / to buy

6.Tempat kunjungan wisata sebaiknya mempunyai sesuatu yang menarik untuk dibeli seperti makanan, minuman, kerajinan atau souvenir sebagai cinderamata wisatawan.

Elemen Dan Konsep Berkembangnya Desa Wisata

Berdasarkan A (3A), yaitu atraksi (attraction), mudah dicapai (accesibility), dan fasilitas (amenities), kampung wisata dibagi menjadi 3 elemen kampung wisata, yaitu elemen dasar (primary elements), elemen sekunder (secondary elements), dan elemen tambahan (additional elements).

1. Primary Elements, elemen-elemen dasar wisata dibagi menjadi 2:Activity Places dan Leisure Settings. Activity Places berupa cultural, heritage heritage dan entertainment facilities. Leisure Settings meliputi physical setting dan social/culture features.

2.Secondary Elements, elemen-elemen sekunder dari wisata budaya meliputi fasilitas-fasilitas pendukung kehidupan warga dan wisatawan seperti pasar, toko/kios lokal, jasa penyedia fasilitas makan, dan akomodasi penginapan.

3.Additional Elements, elemen-elemen tambahan merupakan fasilitas pendukung yang bersifat tersier yang terdiri dari fasilitas aksesbilitas, sarana transportasi dan parkir, dan pusat informasi untuk turis (Istoc, 2012).

Dalam (Yoeti, 1997) berhasilnya suatu tempat wisata hingga tercapainya industri wisata tergantung pada tiga A (3A), yaitu atraksi (attraction), mudah dicapai (accesibility), dan fasilitas (amenities).

1.Atraksi (attraction). Atraksi wisata yaitu sesuatu yang dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat dilihat, dinikmati dan yang termasuk dalam hal ini adalah : tari-tarian, nyanyian kesenian rakyat tradisional, upacara adat, dan lain – lain. Tourism disebut attractive spontance, yaitu segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang – orang mau datang berkunjung ke suatu tempat tujuan wisata.

2.Aksesibilitas (accesibility). ktivitas kepariwisataan banyak tergantung pada transportasi dan komunikasi karena faktor jarak dan waktu yang sangat mempengaruhi keinginan seseoranguntuk melakukan perjalanan wisata. 3.Fasilitas (Amenities). Selain berbagai keunikan, kawasan kampung wisata juga harus memiliki berbagai fasilitas untuk menunjangnya sebagai kawasan tujuan wisata. Berbagai fasilitas ini akan memudahkan para pengunjung kampung wisata dalam melakukan kegiatan wisata. Fasilitas-fasilitas yang sebaiknya dimiliki oleh kawasan kampung wisata antara lain adalah sarana transportasi, telekomunikasi, kese-hatan, dan juga akomodasi .

Metode Penelitian

objek Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di KampungWisata Warna Warni Jodipan, kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan selama  1 bulan, yaitu bulan Juni 2019.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data terdiri dari 2 jenis sumber data yang dikumpulkan, yaitu :

1.Data primer diperoleh dengan melakukan observasi lapangan, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan masyarakat lokal, wisatawan dan pihak terkait.

2.Data sekunder merupakan sumber datayang didapat dari literature, artikel, jurnal, situs internet dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kajian dan konsep pengembangan kampung wisata.

Hasil

Dilihat dari beberapa respon pengunjung, banyak dari mereka merasa senang dan nyaman menikmati keindahan kampung warna-warni jodipan tersebut.tetapi ada juga beberapa pengunjung yang masih merasa kurang antusias melihat kampung warna warni jodipan. Misalnya Egi, salah satu pengunjung yang mengaku bahwa ia kebingungan pada saat mengelilingi kampung warna-warni jodipan. “tempatnya bagus, tapi saya bingung karena tidak ada petunjuk arahnya, sehingga setelah melewati gang tersebut, saya kembali lagi ke gang yang sudah saya lewati .” terangnya. Tapi kebanyakan dari pengunjung kagum akan keindahan kampung warna-warni jodipan tersebut.

Tingkat pengaruh kesenjangan yang di rasakan oleh pengunjung ini sebenarnya sangat berpengaruh terhadap perkembangan kampung warna-warni jodipan. Dalam hal ini dapat di ketahui bahwasanya pengunjung masih ada yang merasa kurang terhadap apa yang ada di dalam kampung warna-warni jodipan. Seharusnya di sudut-sudut gang di beri beberapa petunjuk arah supaya para pengunjung yang datang ke sana tidak merasa kebingungan. Dan seharusnya setiap gang memiliki masing-masing tema yang berbeda supaya lebih dapat menarik para pengunjung yang datang.

Kesenjangan yang di rasakan oleh pengunjung dapat berperan penting dalam meningkatkan potensi yang ada di kampung warna-warni jodipan.Salah satu peran dari kesenjangan yang dirasakan pengunjung yaitu untuk meningkatkan kreatifitas warga sekitar, sehingga masyarakat dapat berfikir untuk lebih mengembangkan kampungnya tersebut. Dengan cara menambah fasilitas seperti halnya penunjuk arah, mengecat ulang tembok-tembok yang warnanya mulai memudar, menjual makanan yang lebih bervariasi atau bahkan membuka pelatihan melukis untuk anak anak atau bahkan orang dewasa.

Penyebab kesenjangan sendiri yaitu kurangnya pengetahuan, keterampilan yang dimiliki warga sekitar kampung warna-warni jodipan.Sehingga dalam perkembangan nya pengunjung yang datang di kampung warna-warni jodipan masih merasa kurang puas.Salah satu nya yaitu kurangnya penunjuk arah untuk menunjang perjalanan pengunjung ke spot-spot foto yang menarik, sehingga di perlukannya warga untuk mengetahui penyebab kesenjangan tersebut.Supaya dalam meningkatkan potensi yang ada di kampung warna-warni jodipan warga dapat berkerja lebih optimal.

Kampung warna warni jodipan merupakan destinasi wisata yang terletak di kota Malang. Kampung tersebut bernuansa warna warni sehingga tidak mengherankan jika banyak yang mengunjunginnya.Kebanyakan pengunjung yang datang ke kampung jodipan warna warni (KWJ) bertujuan untuk rekreasi.Dimana rekreasi adalah salah satu kebutuhan yang bertujuan untuk menyegarkan kembali jasmani dan rohani seseorang.Menurut salah satu ahli yaitu Virginia Henderson (dalam Potter dan Perry, 1997) membagi kebutuhan dasar manusia ke dalam 14 komponen salah satunya adalah rekreasi.Dimana rekreasi ini merupakan kebutuhan setiap individu guna untuk menyegarkan kembali pikiran setiap individu.

Di dalam kampung jodipan ini banyak terdapat spot-spot foto yang menarik, tidak hanya itu disana juga terdapat fasilitas seperti tempat parkir, toilet umum, dan penjual makanan. Tetapi disana hanya terdapat beberapa PKL saja, dan mereka menjual makanan yang sama dengan PKL lainnya. Sehingga pengunjung kurang tertarik dengan makanan yang dijual di sana. Pengunjung berkeinginan agar para PKL menjual makanan yang bervariasi. Dengan adanya PKL menjual makanan yang bervariasi akan berpengaruh pula terhadap pendapatannya.Hal ini merupakan suatu perkembangan bagi Pedagang Kaki Lima agar mereka memiliki dorong untuk mengembangkan lagi usahanya.Menurut ahli psikologiKnowles kebutuhan untuk berkembang merupakan kebutuhan yang paling dasar dan universal.Kebutuhan untuk berkembang ini adalah dorongan yang kuat untuk belajar, karena pada dasarnya pendidikan adalah perkembangan dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, sikap dan minat. Belajar sesuatu yang baru akan memberikan rasa berkembang bagi seseorang.

Korelasi teori kebutuhan dengan keadaan masyarakat (dukung dengan teori).

Teori kebutuhan disini adalah kebutuhan akan aktualisasi diri (self Actualization) kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk mengalami pemenuhan diri, yang merupakan kategori kebutuhan tertinggi, kebutuhan ini diantaranya adalah kebutuhan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri sendiri secara menyeluruh, meningkatkan kemampuan diri, dan menjadi orang yang lebih baik (Maslow, 1984) pada masyarakat kampung warna - warni sudah mampu memenuhi a) kebutuhan fisiologi seperti tempat tinggal yang nyaman, makanan yang bergizi dan pakaian yang layak pakai. b) kebutuhan akan rasa aman seperti tidak adanya tawuran dan ancaman pada kampung warna warni c) Kebutuhan untuk diterima pada kampung warna - warni sudah terlaksana dengan baik seperti contohnya gotong royong dengan tetangga terjalin dengan baik dan sangat rukun, d) kebutuhan kebutuhan untuk dihargai kampung warna - warni sendiri sudah memiliki citra yang positif dimata masyrakat dan banyak menjadi tujuan wisata. Oleh karena itu untuk sekarang teori kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kampung warna warni adalah aktualisasi diri untuk meningkatkan kemampuan masyarakkat dalam hal seni agar pengunjung tidak bosan untuk datang ke kampung warna - warni karena ada karya seni yang baru dan dapat dinikmati pengunjung.

Tabulasi Data

Sasaran Kesenjangan Tujuan Kebutuhan Belajar Rekomendasi Program

Pengunjung Kurang lengkap nya Fasilitas yang ada di KWJ Supaya mempermudah pengunjung saat mengelilingi kampung jodipan warna warni. Belajar melukis menggambar,bagi anak anak atau orang dewasa. Menyediakan Pelatihan melukis, dan menggambar untuk kalangan anak anak atau orang dewasa.

PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini peneliti merekomendasikan program pelatihan melukis dan menggambar untuk pengunjung yang ada diKampung Warna warni Jodipan. Pelatihan ini tidak hanyak untuk pengunjung saja tetapi para warga juga dapat mengikuti pelatihan ini. Tujuan dari program ini adalah supaya para pengunjung tidak hanya melihat atau berfoto-foto saja tetapi juga mendapatkan edukasi atau pembelajaran yang ada di kampung warna-warni jodipan.

Pembelajaran ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi kampung warna-warni jodipan, dengan di adakannya program latihan ini nantinya akan menarik minat pengunjung  supaya para pengunjung tertarik untuk bisa melukis atau menggambar. Dengan begitu Kampung warna-warni jodipan tidak hanya menjadi kampung  wisata atau kampung tematik saja, tetapi bisa juga menjadi kampung yang beredukasi atau kampung belajar, yang dapat mengajak para pengunjungnya ikut serta dalam mengembagkannya.

Kampung warna warni jodipan memiliki banyak sekali lukisan-lukisan tiga dimensi yang tentunya banyak menarik pengunjung yang datang, dengan adanya program yang kelompok rekomendasikan maka kampung warna-warni akan dapat lebih banyak menarik minat pengunjung. Pengunjung tidak hanya berfoto saja tetapi pengunjung nantinya juga mengerti bagaimana cara melukis yang baik.

Direkomendasikannya program pelatihan melukis atau menggambar ini berdasar pada peningkatan potensi yang ada di Kampung warna-warni Jodipan, sehingga warga juga memiliki keahlian melukis gambar-gambar 2D ataupun 3D. Setelah itu akan memudahkan warga dalam mengcover saran-saran dari pengunjung dengan kreatifitas yang mereka miliki. Seperti contohnya pada saran salah satu pengunjung “masih kurang adanya petunjuk arah”, nah disini warga bisa mengkreasi membuat petunjuk arah dengan berbagai lukisan yang mengartikan petunjuk arah. Selain itu program ini juga bisa digunakan oleh para pengunjung sehingga pengunjung juga mendapatkan pengetahuan tentang melukis atau menggambar dan juga bisa menghilangkan kejenuhan disaat bosan mengkelilingi kampung warna-warni jodipan.

Dengan adanya program pelatihan melukis atau menggambar menjadikan Kampung Warna-warni Jodipan semakin diminati pengunjung. Tidak hanya itu masyarakat menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memperindah kampungnya tersebut. Melalui pelatihan tersebut masyarakat dapat mendekor ulang ornamen yang ada di sekitar KWJ. Sehingga pengunjung yang datang kesana tidak bosan jika datang berkali-kali ke sana karna selalu ada sesuatu yang baru.Ketika kampung tersebut semakin indah, akan membuat pengunjung semakin tertarik untuk berlibur kesana. Karena hal tersebut, menjadikan jumlah pengunjung semakin meningkat dan akan berpengaruh  terhadap Kampung Warna-warni Jodipan yang semakin berkembang. Dan pendapatan masyarakat yang berwirausaha dirumahnya sendiri akan meningkat pula.Seiring dengan jumlah pengunjung yang meningkat, maka permintaan antara produksi barang dan jasa di daerah wisata akan mengalami peningkatan (Muljadi dan Warman, 201)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kampung warna warni jodipan adalah kampung tematik pertama dimalang.Dimana kampung warna warni jodipan ini dulunya dikembangkan langsung oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang.Kampung warna warni jodipan memiliki 107 rumah warga yang di cat dengan berbagai warna dan gambar ditembok tembok rumah warga.Tidak hanya gambar dan lukisan saja tetapi banyak juga hiasan hiasan yang melengkapi indahnya kampung warna warni jodipan.

Kampung warna warni jodipan sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas baik dari dalam negeri maupun luar negeri .Perharinya kampung warna warni jodipan memiliki kurang lebih 100 pengunjung dihari efektif dan bisa lebih dihari libur.Para pengunjung yang datang sangat kagum dengan keindahan kampung warna warni jodipan tetapi ada juga beberapa pengunjung yang kurang puas dengan fasilitas yang ada.Sehingga dalam penelitian kali ini peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa pengunjung untuk mengetahui saran serta kritik dari pengunjung untuk kampung warna warni jodipan.Tujuannya dengan adanya saran dan kritik pengunjung dapat menjadikan kampung warna warni lebih baik.

SARAN

Perlu adanya obyek dan  atraksi yang  mampu meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung serta mampu membuat kampung Jodipan menjadi kampung wisata yang berkelanjutan. Perlu dilakukan penataan serta pengembangan aksesibiltas dan amenitas kawasan agar Kampung Jodipan dapat memenuhi indikator sebagai kampung wisata.Warga Jodipan perlu melanjutkan kegiatan pemberdayaan yang telah ada, agar kampung Wisata Jodipan memiliki daya tarik yang khas.

Daftar pustaka

Wulandari, Prisca Kiki. 2017. Inovasi Pemuda Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluara. Jurnal Ketahanan Nasional. Vol 23. No 3

Ardiwinata, Jajat s, dkk, (2011), Menuju Masyarakat Pembelajar, Bandung , Lab. PLS FIP UPI.

Ismail marzuki  (2019, juni 15). Perubahan Kampung Kumuh menjadi Kampung Wisata. (W Kristianto, Interviewer)

Supardi  (2019, juni 20). Pemberdayaan masyarakat Jodipan. (W  Kristianto, Interviewer)