SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

NILAI KEARIFAN LOKAL PADA TRADISI TIDUR DI KASUR PASIR DI DESA LEGUNG TIMUR, KECAMATAN BATANG–BATANG, KABUPATEN SUMENEP

Fauzan Mufdi

Abstrak


ABSTRAK

Fauzan, Mufdi. 2019. Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi Tidur di Kasur Pasir di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Margono M. Pd, M.Si, (2) Drs. Ketut Diara Astawa, S.H, M.Si

Kata Kunci: Nilai Kearifan Lokal, Kasur Pasir.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman suku, ras, agama, etnis, bahasa dan juga budaya. Keanekaragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang wajib dijaga, dilestarikan bahkan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Kearifan lokal merupakan kebenaran yang telah mentradisi dalam suatu daerah dan merupakan keunggulan budaya masyarakat setempat yang patut dijadikan pegangan hidup. Tradisi tidur di kasur pasir ini merupakan tradisi lokal yang dilakukan oleh masyarakat desa Depande, legung barat dan Legung Timur. Tradisi ini sudah lama dilakukan dan turun temurun, sampai saat ini tradisi ini dilakukan setiap hari.

Penelitian ini berjudul Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi Tidur di Kasur Pasir di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Berdasarkan pada rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan

(1) . Asal-usul tradisi tidur di kasur pasir,

(2) . Prosesi pelaksanaan tradisi tidur di kasur pasir,

(3) . Nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi tidur di kasur pasir, dan

(4). Upaya masyarakat Legung Timur dalam mempertahankan tradisi ini.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep. Data penelitian yang berupa data primer bersumber dari informasi Kepala Desa, tokoh masyarakat dan masyarakat Legung Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dekumentasi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi sumber dan teknik. Pada tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, pada asal mula tradisi tidur di kasur pasir di Desa Legung Timur sudah dilakukan sejak lama, mulai dari nenek moyang dan turun temurun hingga saat ini. Dari data penelitian tidak ditemukan data tertulis maupun baku kapan dan dimana pertama kali dilakukan mengenai asal-usul tradisi tidur di kasur pasir di Desa Legung Timur.

Kedua, pelaksanaan tradisi tidur atau beraktivitas di kasur pasir di Desa Legung Timur dilakukan setiap hari baik pagi hari ataupun malam hari di dalam rumah maupun di halaman rumah. Akan tetapi pada hasil penelitian menunjukka

bahwawaktu yang sering adalah pagi hari mulai pukul 06.00-9.00 WIB serta sore hingga malam dan pagi hari.

Ketiga, tradisi tidur di kasur pasir tersebut memiliki banyak nilai kearifan lokal tersendiri bagi masyarakat Legung Timur yang sudah diyakini keberadaannya diantaranya nilai filosofi, nilai kesehatan, nilai kekeluargaan, nilai sosial dan nilai ekonomis praktis.

Keempat, dalam upaya mempertahankan tradisi tidur di kasur pasir ini dibutuhkan banyak peran mulai dari masyarakat Legung Timur sendiri, pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten yang ada di Sumenep serta dari media sosial yang sudah berkembang saat ini.

Saran demi terlestarikannya tradisi tidur di kasur pasir yang menjadi satu-satunya identitas Desa Legung Timur adalah bagaimana pemahaman masyarakat Legung Timur akan  nilai-nilai yang diyakini pada tradisi ini tetap terjaga tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Untuk pemerintah desa maupun kabupaten diharapkan tetap berkontribusi baik melalui kebijakan-kebijakan yang tertuang dalam peraturan yang mudah diketahui publik.