SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya Penyelesaian Tawuran Pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup Di Kota Blitar

Afriady Nainggolan Firdaus, Afriady Nainggolan Firdaus

Abstrak


ABSTRAK

Pelajar diharapkan mampu menjadi penerus bangsa dan mampu memimpin bangsa menjadi lebih baik, namun dengan maraknya tawuran yang sering juga terjadi di Kota Blitar dapat menggangu masyarakat bahkan membahayakan mental para pelajar tersebut. Dengan hal tersebut, penyelesaian tawuran pelajar hendaknya dilakukan dengan tepat, bijaksana dan tanpa kekerasan. Di kota blitar terdapat tawuran pelajar yang berlangsung selama 15 tahun mulai dari 1999 sampai dengan 2014 antar SMK 1 Islam Blitar dan SMK Katolik Santo Yusup

Kata Kunci: Upaya, Kenakalan Remaja, Tawuran antar pelajar

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui.:

(1) Bagaimana latar belakang peristiwa tawuran antar pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota Blitar;

(2) Bagaimana upaya penyelesaian tawuran pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota Blitar;

(3) Bagaimana hambatan dalam menyeselaikan tawuran pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota blitar;

(4) Apa solusi dalam mengatasi tawuran pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota Blitar.

Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMK 1 Islam Blitar dan SMK Katolik Santo Yusup. Sumber data yang dipakai yaitu informan yang terdiri dari Guru SMK 1 Islam blitar, Guru SMK Katolik Santo Yusup dan Kepala Kepolisian sektor garum serta Mantan pelaku dan Duta perdamaian kedua belah pihak Sekolah. Peristiwa dan dokumen. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dialkukan dengan teknik triangulasi

Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, . Latar belakang peristiwa tawuran antar pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Katolik sebagai berikut:

(1) Tawuran pelajar antara SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Katolik bermula saat pertandingan sepak bola.

(2) Saling mengejek dan saling memprovokasi.

(3) 2014 terjadi ikrar damai. Kedua, Upaya penyelesaian tawuran pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota Blitar, yakni membentuk duta perdamaian serta mengumpulkan kedua belah pihak Sekolah saat forum perdamaian dan selalu menjaga titik rawan tawuran serta membubarkan siswa yang menggerombol saat jam pulang sekolah karena bisa terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti tawuran. Ketiga, Hambatan dalam menyelesaikan tawuran pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota Blitar, yakni kurangnya kesadaran siswa terhadap perdamaian karena mereka selalu merasa sekolah mereka yang paling kuat dan juga masih ada dendam yang turun menurun. Keempat, Solusi dalam mengatasi tawuran pelajar SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup di Kota Blitar, yakni memberikan himbauan kepada wali murid adalah yang kerap sekali dilaukan oleh kedua belah pihak dengan menghimbau untuk tidak lagi melakukan tawuran antar pelajar dan akan menindak tegas siapa saja yang tetap melakukan tawuran pelajar dengan sanksi dikeluarkan dari sekolah serta juga kedua belah pihak sekolah membentuk suatu forum komunikasi antar siswa kedua belah pihak yang bermaksud untuk selalu menjaga hubungan agar tetap baik seperti membentuk satu regu gerak jalan yang berisikan siswa dari kedua belah pihak sekolah serta saling bersilahturahmi antar sekolah.

Berdasarkan  hasil penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut: Bagi Siswa dari kedua belah pihak sekolah agar tetap menjaga kerukunan yang telah ada dan menghindari hal hal yang bisa menimbulkan tawuran pelajar terjadi lagi.  Bagi Pihak sekolah  agar senantiasa menghimbau dan memberi pengarahan kepada siswa agar tidak melanjutkan tradisi yang buruk itu dan melakukan tawuran pelajar tersebut serta memberi wadah berupa kegiatan positif agar siswa terhindar dari perilaku tawuran pelajar. Bagi Pihak kepolisian agar tetap menjaga dan mengontrol semua siswa di Kota blitar khususnya SMK 1 Islam dan SMK Katolik Santo Yusup agar tidak terjadi lagi tawuran antar pelajar.