SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pulau Masalembu dan“Budaya Tok Tok”

Mufdi fauzan

Abstrak


Budaya adalah sebagai bentuk wujud dasar manusia yang tidak hanya  berakar sebagai naluri, melainkan lahir dari hasil karya manusia yang membentuk suatu ide, nilai, norma, dan pola aktivitas manusia dalam masyarakat. Dalam hal ini secara tidak langsung membangun  suatu kerarifan lokal yang menjadi karakter atau suatu ciri masyarakat yang menjadi relasi dan proses pembelajaran suatu masyarkat sehingga menjadi identitas suatu kelompok masyarakat. Terkait dengan pemaknaan budaya adakalanya saya ingin memperkenalkan keunikan budaya masyarakat kepulauan Masalembu, salah satunya budaya Tok Tok. Tok tok merupakan budaya khas kepulauan Masalembu yang mempertontonkan pertandingan sapi jantan yang di adu kekuatan tanduk yang ada di kepala sapi. Dengan tujuan untuk menghibur masyarakat petani yang ada di pulau Masalembu.

Pada zaman dahulukala Konon ceritanya menurut masyarakat setempat nama Masalembu dicetuskan oleh penemu pulau Masalembu, yaitu Datuk Kai Dani yang bangsa kelahirannya dari suku Bugis. Pada abad ke 19. Ya, Sebagaimana kita dengar bahwa bangsa suku Bugis  terkenal dengan bangsa pelaut. Nama bangsa mereka samapi terkenal di seluruh dunia. Dalam cerita nama Masalembu diambil kata dasarnya yaitu Lembu, karna ketika pulau tersebut ditemukan penghuni pulau ini banyak lembunya atau disebut juga sapi. Hingga akhirnya diberi nama pulau Masalembu. Begitulah cerita masyarakat masalembu. Sapi – sapi yang ada di pulau masalembu mulai sejak ditemukan pulau Masalembu sampai sekarang sapi tersebut masih banyak dan tidak punah di pulau Masalembu, meskipun sapi sapi yang ada di jual keluar pulau.  Inilah cerita singkat sejarah lahirnya nama Pulau Masalembu.