SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pola Perilaku Menyimpang Pada Siswa di SMA Negeri 1 Lawang

Febriyanto Muhammad Khafid

Abstrak


ABSTRAK

Febriyanto, Muhammad Khafid. Pola Perilaku Menyimpang pada Siswa di SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (2) Drs. Edi Suhartono, S.H, M.Pd.

Kata Kunci: Perilaku, Siswa, Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang yang biasa dikenal dengan istilah penyimpangan sossial merupakan perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.Seperti kita ketahui kehidupan manusia itu tidak terlepas dari yang namanya kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bermasyarakat itu selalu berkaitan nilai dan norma di dalamnya. Perilaku menyimpang pada anak juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sekolah merupakan lingkungan kedua setelah lingkungan rumah yang dialami oleh seorang remaja. Di sekolah seorang anak akan belajar mengenai ilmu pengetahuan dan juga belajar bagaimana untuk hidup bersosial yang merupakan kodrat seorang manusia yang selain sebagai seorang individu manusia juga merupakan seorang makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam menjalankan kehidupannya. Sehingga sekolah memiliki peran yang penting untuk membentuk karakter siswa untuk memiliki perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:

(1) mengetahui pola perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang,

(2) mengetahui penyebab terjadinya perilaku meyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang,

(3) mengetahui kendala yang dihadapi sekolah dalam menangani terjadinya perilaku perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang,

(4) mengetahui solusi yang diberikan sekolah dalam mengatasi terjadinya perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer terdiri dari: wawancara dengan Waka Kesiswaan, Guru Bimbingan Konseling, Guru PPKn, dan Siswa. Sumber data sekunder terdiri dari: observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah:

(1) pengumpulan data,

(2) reduksi data,

(3) penyajian data

(4) kesimpulan.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat 4 hasil yaitu:

(1) pola perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang cukup beragam namun masih dalam taraf wajar,

(2) penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang terdiri dari beberapa hal yaitu siswa masih mencari perhatian, tidak setuju dengan adanya tata tertib yang berlaku di sekolah, dan ada yang murni karena tidak sengaja melanggar,

(3) hambatan yang dialami sekolah dalam menangani perilaku menyimpang pada siswa di SMA Negeri 1 Lawang terdapat dua hal yaitu faktor usia dan jumlah pengajar,

(4) solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi hambatan yaitu ada tindakan secara preventif dan tindakan secara kuratif.

Saran yang dapat disampaikan adalah:

(1) agar penanganan dari sekolah terhadap perilaku menyimpang pada siswa dapat diatasi secara maksimal maka sebaiknya pihak sekolah memberikan penugasan yang maksimal kepada seluruh guru untuk ikut serta dalam mendidik karakter siswa di luar pembelajaran maupun saat pembelajaran berlangsung,

(2) agar penanganan dari guru terhadap perilaku menyimpang pada siswa dapat diatasi secara maksimal maka sebaiknya guru memiliki karakter diri bahwa tugas di sekolah tidak hanya mengajar namun juga mendidik karakter siswa,

(3) agar penanganan dari petugas tata tertib terhadap perilaku menyimpang pada siswa dapat diatasi secara maksimal maka sebaiknya petugas tata tertib membagi jadwal piket untuk guru secara merata dan apabila tidak melaksanakan tugas dengan baik maka dapat diberikan sanksi,

(4) agar kasus penyimpangan di sekolah menjadi berkurang maka sebaiknya pihak siswa juga ikut serta menaati tata tertib yang berlaku dengan penuh kesadaran diri.