SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Example non-example untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM

LATHIIFA IEMHA ROHANA LAILATUL

Abstrak


ABSTRAK

Lathiifa, I.R.L. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Example non-example untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Drs. Margono, M.Pd, M.Si., (2) Dr. Siti Awaliyah S.Pd, M.Hum

Kata Kunci: keaktifan, hasil belajar, example non-example

Berdasarkan Observasi yang dilaksanakan pada Hari Jum’at, tanggal 08 Januari 2019 di kelas X MIPA 1 SMA Laboratorium UM dengan materi Ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang  ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika . Hasil yang menunjukkan tingkat  keaktifan siswa di kelas tersebut masih tergolong rendah. Hal itu ditunjukkan dengan respon siswa ketika diberi pertanyaan oleh guru. Respon jawaban yang diberikan siswa cenderung lambat dan tidak menyeluruh. Sedangkan secara matematis dapat dihitung jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dengan berani mengacungkan tangan selama 2 jam pelajaran hanya satu orang saja. Siswa harus ditunjuk terlebih dahulu agar mau menjawab. Siswa cenderung menanyakan materi yang belum paham kepada teman satu bangkunya bukan kepada guru. Selama pelajaran di hari tersebut tidak ada satupun siswa yang mengajukan pertanyaan. Kesimpulannya, pembelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM masih berlangsung secara pasif

Penelitian ini bertujuan:

(1) mendeskripsikan penggunaan model example non-example pada mata pelajaran PPKn kelas X  MIPA 1 di SMA Laboratorium UM,

(2) Menganalisis peningkatan keaktifan siswa dengan model pembelajaran example non-example pada mata pelajaran PPKn kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM, dan

(3) Menganalisis hasil belajar siswa dengan model pembelajaran example non-example pada mata pelajaran PPKn kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan selama 2x40 menit dan dilakukan evaluasi disetiap akhir siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM semester genap tahun ajaran 2018/2019. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu keaktifan dan hasil belajar siswa yang disapat dari hasil observasi selama pembelajaran dan pada saat evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan dokumentasi.

Pembelajaran dengan model pembelajaran example non-example baru pertama kali diterapkan di kelas X MIPA-1. Pada siklus I Siswa belum terbiasa belajar menggunakan model pembelajaran yang menuntut mereka berdiskusi secara berkelompok . Terlihat dari siswa yang kurang aktif dalam kerja kelompok dan bercanda dengan teman mereka yang lain, sehingga dalam kerja kelompok di dominasi beberapa siswa saja.Siswa kurang bisa menghargai teman saat berpendapat.

Pada siklus II, siswa sudah mulai terbiasa bahkan mereka sudah hafal langkah-langkah dalam pelaksanaan model pembelajaran example non-example.Pada setiap aspek sudah mengalami peningkatan adapun yang mengalami peningkatan terbesar adalah aspek kerjasama. Sementara aspek tanggungjawab, toleransi dan disilin juga mengalami peningkatan, mereka berproses dalam memenuhi kriteria baik dalam bertoleransi.

Keaktifan siswa pada siklus I yaitu pada aspek disiplin 71%, aspek toleransi 48%, aspek tanggungjawab 56,25%, dan aspek kerjasama 71,52% dan rata-rata perolehan skor hasil belajar siswa pada siklus pertama masih tergolong cukup 62,1% sehingga belum memenuhi standar ketuntasan yang ditentukan oleh sekolah.

Sedangkan keaktifan siswa pada siklus II aaspek disiplin mencapai 92,3%, aspek toleransi 95,1%, aspek tanggungjawab 88,8% dan aspek kerjasama 100%. Keaktifan siswa pada setiap aspek mengalami peningkatan

Siklus I hasil belajar siswa yang tergolong kategori kurang sebanyak 36,1% atau 3 siswa, yang tergolong kategori cukup 33,1% atau 12 siswa, siswa yang tergolong kategori baik 22,2% atau 8 siswa dan sisanya 36% atau 13 siswa dengan kategori sangat baik.

Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran example non-example terbukti pada siklus II dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 SMA Laboratorium UM. Siklus kedua skor keaktifan siswa sudah tidak terdapat kategori cukup maupun kurang. Jumlah siswa yang mendapat predikat baik 27,7% atau 10 siswa dan 72,2% atau 12 siswa mendapat predikat sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus II dapat dikatakan tuntas karena ketuntasan klasikal mencapai 87,5% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 96,5.

Berdasarkan hasil penelitian, adapun kesimpulan yang diperoleh adalah

(1) Penerapan model pembelajaran example non-example di Kelas X MIPA 1 dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yaitu: Pembukaan, Kegiatan Inti Pembelajaran, Refleksi dan Evaluasi; Penerapan model pembelajaran example non-example menggunakan metode tanya jawab dan diskusi kelompok dengan media yang digunakan yaitu : (a) Power Point tentang makna ancaman terhadap integrasi nasional dan ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia baik yang berupa ancaman militer maupun nonmilte, (b) Gambar ancaman militer dan nonmiliter, (c) Buku paket Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kelas X, dan (d) Lembar Kerja Siswa. Penerapan model pembelajaran example non-example mempunyai langkah-langkah sebagai berikut: (a) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran, (b) Guru menempelkan  gambar di papan tulis, (c) Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk memperhatikan/menganalisis gambar, (d)  Melalui diskusi kelompok 5-6 orang peserta didik, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas, (e)  Setiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya, (f) Guru mulai menjelaskan mulai dari pertanyaan, komentar, dan jawaban, dan (g) Guru beserta peserta didik menyimpulkan materi.

 (2) Penelitian yang dilakukan di kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dapat meningkatkan keaktifan siswa pada Standart Kompetensi ancaman terhadap negara dan upanya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

 (3) Penelitian yang dilakukan di kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Standart Kompetensi ancaman terhadap negara dan upanya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

(1) Untuk Guru, dapat menggunakan model pembelajaran example non-example agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan; dan harus melakukan dialog dalam pembelajaran agar siswa aktif terutama saat menggunakan model pembelajaran example non-example;

(2) Untuk Siswa, sebaiknya datang ke sekolah dengan persiapan materi yang akan dipelajari di sekolah  dari rumah sehingga akan mempermudah proses pembelajaran dan harus jujur dan saling memberi yang terbaik yaitu bertanya apabila tidak mengerti dengan materi yang dijelaskan oleh guru.;

(3) Untuk peneliti selanjutnya, pembelajaran model example non-example dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengatasi masalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan hendaknya penggunaan model pembelajaran example non-example hendaknya diterapkan untuk materi yang menuntut siswa aktif, tidak hanya sekedar teori tetapi implementasinya sehingga akan mendorong siswa untuk berpikir lebih aktif;

(4) Untuk Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, agar menindaklanjuti penelitian ini sehingga model pembelajaran example non-example ini bisa terus berkembang dan diterapkan untuk siswa. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan bentuk yang berbeda,misalnya: penelitian pengembangan ataupun eksperimen agar rujukan untuk model pembelajaran yang serupa bisa lebih banyak.