SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGUATAN NILAI KARAKTER ANTI KORUPSI MELALUI IMPLEMENTASI ELECTRONIC CAFE (E-CAFE) BHAWIKARSU DI SMA NEGERI 3 MALANG

Ilham Choiri

Abstrak


ABSTRAK

Ilham, Choiri. 2019. Penguatan Nilai Karakter Anti Korupsi Melalui Implementasi Electronic Café (E-Café) Bhawikarsu di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraaan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suparman AW, S. H. M.Hum (2) Dr. Nuruddin Hady, S.H, M.H.

Kata Kunci: Electronic Café (E-Café) Bhawikarsu, Nilai Karakter Anti Korupsi, SMA Negeri 3 Malang

Electronic Café (E-Café) Bhawikarsu adalah pengembangan program kantin kejujuran yang berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional yang bekerja sama dengan komisi pemberantasan korupsi (KPK) dalam upaya untuk menanamkan sekaligus menguatkan nilai karakter anti korupsi. Electronic Café (E-Café) Bhawikarsu ini memuat konsep pendidikan nilai yang menekankan pada pembiasaan karakter anti korupsi pada peserta didik. Usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai tersebut, dapat dikembangkan dalam ranah pendidikan khususnya sekolah. Sekolah memerlukan pengelolaan yan baik agar peserta didik menjadi bermutu dan berkarakter.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk

(1) mengetahui latar belakang berdirinya electronic café (e-café) bhawikarsu di SMA negeri 3 Malang dilihat dari penguatan karakter anti korupsi,

(2) mengetahui operasional electronic café (e-café) bhawikarsu di SMA negeri 3 Malang yang dapat mendukung pembentukan karakter anti korupsi,

(3) mengetahui penguatan nilai karakter anti korupsi melalui implementasi electronic café (e-café) bhawikarsu di SMA negeri 3 Malang,

(4) mengetahui hambatan dan solusi sekolah dalam penguatan nilai karakter anti korupsi melalui implementasi electronic café (e-café) bhawikarsu di SMA negeri 3 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi. Pemilihan lokasi SMAN 3 Malang sebagai tempat penelitian adalah berdasarkan pertimbangan adanya Electronic Café (E-Café) Bhawikarsu yang dijadikan sebagai program unggulan sekolah.

 Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan empat pembahasan , yaitu

(1) latar belakang terbentuknya electronic café (e-café) bhawikarsu di SMA negeri 3 Malang ini awalnya adalah pengembangan program dari Kementerian Pendidikan Nasional yang bekerja sama dengan komisi pemberantasan korupsi (KPK) dan sebagai media pembelajaran pendidikan karakter,

(2) operasional dan pelaksanaan electronic café (e-café) bhawikarsu sebagai penguatan nilai karakter anti korupsi siswa di SMAN 3 Malang ini dikelola sepenuhnya oleh pihak sekolah,

(3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan electronic café (E-Café) bhawikarsu diantaranya adalah nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai bertanggungjawab dan nilai kemandirian,

(4) hambatan pelaksanaan electronic café (E-Café) bhawikarsu adalah perubahan konsep electronic café (E-Café) bhawikarsu yang menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah, adanya gangguan oleh sistem dan kelistrikan serta sistem electronic café (E-Café) bhawikarsu belum mampu mengantisipasi kecurangan. Solusi atas hambatan yang telah dihadapi tersebut adalah melakukan evaluasi pelaksanaan program electronic café (E-Café) bhawikarsu dan menjalankan tata tertib serta peraturan yang ada di electronic café (E-Café) bhawikarsu di SMAN 3 Malang.

Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah pihak sekolah harus terus mendukung pelaksanaan electronic café (E-Café) bhawikarsu untuk tetap ada dan terus berkembang. Memberikan pengarahan serta motivasi kepada peserta didik, untuk berbuat dan bersikap sesuai dengan nilai karakter anti korupsi. Pembiasaan bersikap jujur, disiplin, bertanggungjawab dan mandiri, yang dilakukan secara terus-menerus kedepanya akan berdampak positif dan bermanfaat, tidak hanya untuk lingkungan sekolah tertapi bermanfaat untuk lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.