SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERANAN JARINGAN KEMANUSIAAN JAWA TIMUR (JKJT) DALAM MEMBIASAKAN NILAI KEPEDULIAN SOSIAL BAGI ANAK RUMAH BELAJAR DI KOTA MALANG

Muslimimani Ghemilang alam khinaris fithro

Abstrak


ABSTRAK

Muslimimani, Ghemilang Alam Khinaris Fithro. 2019. Peranan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Dalam Membiasakan Nilai Kepedulian Sosial Bagi Anak Rumah Belajar Di Kota Malang. Skripsi, Progam Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M. Si. (II) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum.

Kata Kunci: Nilai kepedulian sosial, Rumah Belajar Muharto,  Sukarelawan JKJT

Kepedulian sosial merupakan suatu sikap yang muncul atas dasar keprihatinan terhadap lingkungan sekitar. Sikap ini akan menjadikan manusia tanggap terhadap realita yang ada pada lingkungan manusia tersebut. Rasa peduli pada dasarnya tidak berhenti kepada keprihatinan terhadap permasalahan sosial saja, melainkan perlu adanya tindakan untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi. Orang yang peduli tidak akan menyakiti perasaan orang lain, selalu berusaha untuk menghargai, berbuat baik, dan membuat yang lain senang. Banyak nilai yang merupakan bagian dari kepedulian, seperti kebaikan, dermawan, perhatian, membantu, dan rasa kasihan. Dengan alasan tersebut, maka peneliti memilih judul Pernanan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Dalam Membiasakan Nilai Kepedulian Sosial Bagi Anak Rumah Belajar Di Kota Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk:

(1) mengetahui rencana progam Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) dalam membiasakan nilai kepedulian sosial bagi anak rumah belajar;

(2) mengetahui pelaksanaan progam Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) dalam membiasakan nilai kepedulian sosial bagi anak rumah belajar;

(3) mengetahui kendala yang dihadapi Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) dalam membiasakan nilai kepedulian sosial bagi anak rumah belajar;

(4) mengetahui solusi Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) dalam mengatasi kendala membiasakan nilai kepedulian sosial bagi anak rumah belajar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Jalan Kebalen, Muharto gang 5 . Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dengan informan, serta data sekunder yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di rumah belajar Muharto. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik, yaitu dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, serta diakhiri dengan memberikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, jenis triangulasi yang digunakan adalah triangulasi metode dan triangulasi sumber data.

Temuan dalam penelitian ini adalah:

(1) Rancangan progam pembiasaan nilai kepedulian sosial bagi anak rumah belajar Muharto dirancang oleh Agustinus Tedja Guntara Bawana selaku ketua umum dan dibantu oleh para sukarelawan rumah belajar. Rancangan pembiasaan nilai kepedulian sosial dirancang untuk membentuk perilaku serta pola pikir anak yang sesuai dengan norma dan nilai yang baik dimasyarakat;

(2) Pelaksanaan progam nilai kepedulian sosial yang dilakukan oleh sukarelawan jaringan kemanusiaan jawa timur (JKJT) bagi anak rumah belajar Muharto dilakukan melalui  kegiatan aktif yang melibatkan anak secara langsung;

(3) Dalam pelaksanaan pembiasaan nilai kepedulian sosial terdapat beberapa kendala yaitu kurangnya jumlah sukarelawan, kurangnya pengarahan orang tua kepada anak terkait dengan pembiasaan nilai kepedulian sosia, serta sarana dan prasarana unutk menunjang kegiatan pembelajaran masih kurang memadai;

(4) Cara yang ditempuh dalam mengatasi kendalan pelaksanaan membiasakan nilai kepedulian sosial bagi anak rumah belajar Muharto adalah sukarelawan memposting seluruh kegiatan pembelajaran ke dalam jejaring sosial dengan harapan mampu menarik minat para mahasiswa lain ataupun masyarakat umum untuk bergabung menjadi sukarelawan serta  memberikan pendekatan yang lebih kepada anak-anak supaya mampu mencontoh perilaku yang baik untuk ditiru dan menyediakan fasilitas yang layak untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih kondusif.

Berdasarkan penelitian ini, disaranakan:

(1) Sebagai induk dari rumah belajar Muharto, supaya lebih giat melakukan diskusi maupun melakukan pendekatan yang lebih sering melalui kegiatan seperti sosialisasi ataupun penyuluhan lainnya kepada para orang tua maupun masyarakat sekitar rumah belajar Muharto;

(2) Supaya proses dan hasil pembelajaran mencapai hasil maksimal, sudah seharusnya lebih ditingkatkan lagi kehadiran para sukarelawan agar kegiatan yang telah diagendakan tidak sampai batal ataupun tertunda diselenggarakan karena disebabkan oleh jumlah sukarelawan yang tidak hadir dalam proses pembelajaran yang akan dilangsungkan;

(3) Bagi para orang tua sudah seharusnya memiliki peran yang sangat penting sebagai lingkungan pertama dan utama dalam proses pembiasaan nilai kepedulian sosial yang akan membentuk karakter anak-anak, orang tua harus memberikan edukasi yang lebih sering mengenai perilaku-perilaku sehingga anak memiliki kepribadian yang baik pula;

(4) Supaya proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan kondusif, para warga sekita juga memberikan suatu toleransi apabila kegiatan pembelajaran di rumah belajar Muharto sedang berlangsung untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu proses pembelajaran serta hal yang dapat mengganggu konsentrasi belajar anak-anak rumah belajar.