SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEGIATAN PENGEMBANGAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DI SMK NEGERI 12 MALANG

Nada Alifatun Diyah

Abstrak


KEGIATAN PENGEMBANGAN KARAKTER CINTA TANAH AIR

DI SMK NEGERI 12 MALANG

Diyah Alifatun Nada, Rosyid Al Atok, Petir Pudjantoro

Universitas Negeri Malang

Email : diyahalifatunnada@gmail.com 

Abstrak : Kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air merupakan pembentukan moralitas pada siswa, yang diberikan oleh pihak sekolah. Penelitian ini mengambil rumusan masalah mengenai kegiatan-kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang, faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air, kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air dan upaya sekolah dalam menanggulangi kendala yang dihadapi dalam kegiatan mengembangkan rasa cinta tanah air di lingkungan SMK Negeri 12 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam mencari data, terdapat beberapa informan yaitu waka kesiswaan, guru dan siswa SMK Negeri 12 Malang. Data dianalisis mulai dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Penelitian melakukan keabsahan data menggunakan cara trianggulasi waktu dan teknik.

Hasil penelitian tersebut adalah:

(1) pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang terwujud dalam beberapa kegiatan antara lain meliputi: kegiatan Upacara Bendera, kegiatan Mengibarkan Bendera, kegiatan Menyanyikan Lagu Nasional, kegiatan Diklat Bela Negara, Kegiatan Paskibra, dan kegiatan Pramuka

; (2) pelaksanaan dan tujuan kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang: Kegiatan Upacara Bendera dilaksanakan dua minggu sekali dan di hari besar diikuti oleh semua guru dan siswa dengan tujuan untuk melatih kedisiplinan siswa serta memupuk rasa cinta tanah air, Kegiatan Mengibarkan Bendera Merah Putih dilakukan setiap hari pagi dan sore hari dilaksanakan oleh kesukarelaan siswa dengan tujuan agar siswa memiliki rasa cinta tanah air, disipli, dan tanggung jawab, Kegiatan Menyanyikan Lagu Nasional dilaksanakan setiap pagi sebelum memulai pembelajaran di dalam kelas dengan tujuan siswa memiliki jiwa cinta tanah air, Kegiatan Diklat Bela Negara dilaksanakan saat MOS oleh siswa baru dengan tujuan membentuk mental generasi muda yang handal, disiplin dan berkarakter, Kegiatan Paskibra ekstrakurikuler yang dilakukan saat hari selasa dan sabtu dengan tujuan paskibra melatih karakter disiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air dan semangat kebangsaan siswa, Kegiatan Pramuka di ekstrakurikuler yang dilakukan saat hari sabtu dengan tujuan menjadikan warga negara yang berjiwa pancasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik;

(2) faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air siswa yaitu sekolah dan guru memberikan dukungan kepada siswa dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air, sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air, dan sekolah memberikan fasilitas yang memadahi seperti sarana prasarana dalam semua kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air;

(3) hambatan dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air diantaranya kurang disiplin dan tanggung jawab siswa dalam kegiatan upacara bendera, kurangnya kepedulian siswa dalam mengikuti kegiatan pengibaran dan penurunan bendera, kurangnya rasa percaya diri  kegiatan menyanyikan lagu nasional di dalam kelas, kurang disiplinnya siswa dalam mengikuti diklat bela negara, kurangnya dukungan orang tua dalam kegiatan ekstrakurikuler paskibra dan kurangnya minat siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka, kendala dari lingkungan sekolah adalah faktor tempat seperti lapangan yang kurang mendukung dalam kegiatan upacara bendera, pengibaran bendera dan kegiatan diklat bela negara;

(5) upaya sekolah dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air adalah, sekolah memberikan fasilitas sarana prasarana yang memadahi seperti menyediakan lapangan yang lebih luas dalam kegiatan upacara bendera pada hari besar, pihak sekolah akan memberikan dukungan kepada siswa dalam kegitan pengibaran bendera merah putih, sekolah mengingatkan siswa dengan cara memutar musik lagu nasional dan mengingatkan siswa untuk melakuakan kegiatan menyanyikan lagu nasional, upaya sekolah lainya memberikan dukungan dan melakukan kerja sama dengan pihak luar yaitu TNI AD dalam kegiatan diklat bela negara, sekolah memberikan pengarahan dan memberikan pemahaman kepada orang tua siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler paskibra, sekolah juga memeberikan dukungan untuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka yaitu dengan memberikan pembina pramuka dari luar.

Saran yang diberikan peneliti antara lain:

(1) Bagi siswa siswi SMK Negeri 12 Malang, diharapkan kegiatan karakter cinta tanah air di sekolah dapat menjadikan kebiasaan sehari-hari, tidak semata-mata karena adanya aturan sekolah melainnkan pada prinsip hidup dan perbaikan kualitas karakter pada siswa,

(2) bagi sekolah diharapkan lebih menekankan motivasi untuk siswa dan selalu membuat program-program pembentukan karakter cinta tanah air siswa dengan maksimal. Sekolah juga harus selalu mendukung sarana-prasarana yang digunakan dalam kegiatan pengembanagan karakter cinta tanah air  agar siswa lebih semangat lagi mengikuti,

(3) bagi prodi ppkn diharapkan penelitian dengan judul kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang ini dapat menambah referensi sekaligus menambah bahan pustaka bagi peneliti lainnya

, (4) bagi peneliti yang akan meneliti di SMK Negeri 12 Malang, semoga hasil penelitian ini bisa digunakan menjadi salah satu bahan referensi bagi rekan-rekan mahasiswa yang ingin meneliti di SMK Negeri 12 Malang dan yang ingin mengkaji penelitian ini lebih lanjut terkait tema yang sama yang dilakukan peneliti lainnya dikemudian hari.

Kata Kunci:  Kegiatan Pengembangan Karakter, Cinta Tanah Air, SMK

Pesatnya laju globalisasi memberikan hal-hal positif dan negatif bagi suatu bangsa di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang secara langsung maupun tidak langsung merasakan dampak tersebut di sisi kehidupan. Cepatnya pembangunan di era globalisasi salah satunya berdampak pada menurunnya nilai-nilai bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pancasila, karena tergeser oleh nilai-nilai bangsa asing. Globalisasi membawa mudahnya dampak negatif pada masyarakat di negara-negara berkembang di Indonesia. Salah satu masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia, dimana generasi penerus bangsanya kebanyakan mulai meniru budaya luar negeri dalam berbagai bentuk, diantaranya pola pergaulan, pola berpakaian, pola makan, dan berbagai pola perilaku lain yang pada gilirannya justru dapat merusak harkat dan martabat jati diri bangsa itu sendiri (Zamroni, 2011:65).

Keunggulan suatu bangsa tidak hanya ditandai dengan melimpahnya kekayaan alam, melainkan juga ditandai dengan keungulan Sumber Daya Manusia (SDM). Pengembangan SDM harus meliputi aspek manusia sebagai insan, maupun manusia sebagai sumber daya pembangunan. Pembangunan SDM sebagai insan, diarahkan agar SDM suatu bangsa memiliki harkat dan martabat sebagai manusia sehingga pengembangannya diarahkan pada pembentukan manusia yang berkarakter.

Karakter merupakan sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara bermoral. Sifat alami itu di implementasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan karakter lainnya (Lickona, 1989:22). Menurut Suyanto (2008), karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Karakter mengacu pada sikap, perilaku , maupun keterampilan. Dalam menanamkan nilai karakter salah satu caranya yaitu pendidikan, baik pendidikan keluarga, masyarakat, maupun di sekolah. Budimansyah (2010:68) berpendapat bahwa pendidikan karakter di sekolah perlu dikembangkan dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

(1) Pendidikan karakter di sekolah harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini mengandung arti bahwa proses pengembangan nilai-nlai karakter merupakan proses yang panjang, mulai sejak awal peserta didik masuk sekolah hingga mereka lulus sekolah pada suatu satuan pendidikan;

(2) Pendidikan karakter hendaknya dikembangkan melalui semua mata pelajaran, melalui pengembangan diri, dan budaya suatu satuan pendidikan. Pembinaan karakter bangsa dilakukan dengan mengintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran, sehingga semua mata pelajaran diarahkan pada pengembangan nilai-nilai karakter tersebut. Pengembangan nilai-nilai karakter juga dapat dilakukan melalui pengembangan diri, baik melalui kegiatan konseling maupun kegiatan ektra kurikuler; (3) Sejatinya nilai-nilai karakter tidak diajarkan (dalam bentuk pengetahuan), jika hal tersebut diintegrasikan dalam mata pelajaran. Kecuali bila dalam bntuk mata pelajaran agama (yang didalamnya mengandung ajaran) maka tetap diajarkan dengan proses, pengetahuan (knowing), melakukan (doing), dan akhirnya membiasakan (habit);

(4) Proses pendidikan dilakukan peserta didik dengan cara aktif dan menyenangkan. Proses ini menunjukan bahwa proses pendidikan karakter dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Sedangkan guru menerapkan prinsip “Tut Wuri Handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukan oleh agama.

Guru mempunyai peranan dalam pendidikan karakter peserta didik. Menurut  Musfiroh (2008:27) menyatakan bahwa karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Peran guru khususnya guru PPKn sangat penting  dalam memberikan pendidikan karakter peserta didik supaya peserta didik mendapat pemahaman dan penghayatan yang dalam terhadap tata nilai. Menurut Zamroni (2001:60) guru adalah orang yang mempunyai  peran penting dalam merancang strategi pembelajaran yang akan dilakukan. Strategi pembelajaran yang tepat bagi peserta didik adalah dengan memasukkannya konsep tentang karakter cinta tanah air dalam kegiatan pembelajaran.

Pengembangan karakter dalam dunia pendidikan akan terwujud jika antar komponen saling mendukung melalui tindakan yang bertahap dan berkesinambungan. Dengan pendidikan karakter siswa akan memiliki karakter yang kuat sehingga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat dan mampu melindungi bangsa dan Negara. Keikut sertaan guru terutama guru PPKn dalam pengembangan pendidikan karakter disekolah yang menjadi fasilitator dalam pembentukan nilai-nilai karakter yang baik sehingga dapat terwujud dalam perilaku anak, baik ketika proses maupun setelah proses sekolah. Pembelajaran pendidikan karakter secara formal diterapkan melalui program pengajaran PPKn, sebab dalam mata pelajaran PPKn ditanamkan pendidikan karakter yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam diri siswa. Sebagai teladan, soerang guru dituntut agar dapat mengarahkan siswa berbuat baik, sabar dan penuh pengertian dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam diri siswa. Sebab saat ini contoh keteladanan dari generasi tua khususnya dilingkungan masyarakat kurang maka disini peran guru sangat penting dalam membentuk karakter cinta tanah air siswa dilingkungan sekolah sehiggga siswa dapat mewujudkan bentuk cinta tanah airnya dengan cara berdoa sebelum memulai pelajaran, menyanyikan lagu nasional, mengikuti kegiatan yang bisa mengembangkan karakter cinta tanah air. Oleh karena itu guru PPKn sangat berperan dalam memberikan pendidikan karakter disekolah supaya siswanya menjadi generasi yang berkarakter cinta terhadap tanah air.  

Negara Kesatuan Republik Indonesia dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air. Menurut Rudian (2007:34)  cinta tanah air adalah rela berkorban demi kepentingan Negara, memajukan kehidupan bangsa, mencerdaskan diri demi ikut berpartisipasi dalam rangka proses pembangunan dari tanah air yang kecil berkembang sampai menjadi tanah air yang maju. Cinta terhadap tanah air juga dapat dikatakan nasionalisme. Rasa nasionalisme anak-anak bangsa saat ini semakin mengalami penurunan. Penurunan cinta tanah air dapat diketahui dari perilaku yang ditunjukkan oleh peserta didik di SMP Negeri 2 Colomadu. Hal ini terbukti dari hasil penelitian Hartika (2016:1) yang menyatakan bahwa sikap tanah air pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 2 Colomadu tahun pelajaran 2014-2015 tergolong rendah.

Dengan adanya penurunan rasa nasionalisme anak bangsa ini ada pula penelitian lain yang menunjukkan adanya cara membentuk sikap cinta tanah air  yang diajarkan guru PPKn di SMA Negeri 1 Mojosari. Berdasarkan penelitian (Ismawati. Dkk, 2015:877) adalah peran guru PPKn di SMA Negeri 1 Mojosari dalam membentuk sikap cinta tanah air pada siswa dengan memberikan contoh keteladanan dalam mencintai tanah air dalam sehari-hari. Guru selalu mengingatkan siswa untuk tidak lupa dengan jati diri bangsa Indonesia. Selain memberikan contoh, guru juga selalu mengingatkan kepada siswanya untuk selalu memakai produk lokal, mencari informasi tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia. Pemakaian baju batik setiap hari jumat, menghapal lagu daerah maupun lagu nasional. Nasionalisme merupakan nilai luhur yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Pancasila yang perlu diwariskan kepada generasi penerus. Dengan menanamkan sikap nasionalisme, diharapkan peserta didik dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia pembangunan. Peserta didik diharapkan dapat menjadi generasi yang mampu mengisi dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Berdasarkan pengalaman penulis, dapat diketahui bahwa sikap cinta tanah air dapat ditunjukkan dengan perilaku-perilaku sebagai berikut, diantaranya adalah bangga menjadi warga negara Indonesia, tidak melakukan tindakan yang merugikan bangsa, setia dan taat pada peraturan undang-undang yang berlaku, dan mengembangkan rasa nasionalisme pada diri sendiri. Guru dalam meningkatkan nilai cinta tanah air peserta didik dapat dilakukan dengan kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya kegiatan PMR (Palang Merah Remaja), kegiatan kesenian tari, kegiatan paskibra, serta mengikuti kegiatan upacara hari senin.  Rendahnya sikap cinta tanah air peserta didik ditunjukkan dari perilaku peserta didik diantaranya adalah peserta didik tidak mengikuti kegiatan upacara pada hari senin, peserta didik membuang sampah sembarangan, tidak memakai seragam sekolah sesuai dengan aturan sekolah dan merusak fasilitas yang ada di sekolah. Sekolah menjadi salah satu lingkungan yang dapat membantu proses penumbuhan cinta tanah air dalam diri peserta didik. Sekolah merupakan komponen penting dalam pengembangan karakter cinta tanah air pada peserta didik.

Menurut Daryanto (1997:544), sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Sedangkan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 sekolah adalah satuan pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Peserta didik tentu tidak hanya prestasi akademiknya saja yang dibanggakan, melainkan lebih dari itu adalah prestasi dalam sikap dan perilakunya. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan. Melihat masyarakat Indonesia sendiri juga lemah sekali dalam penguasaan soft skill.

Sekolah mengajarkan peserta didik untuk belajar menghargai, taat terhadap tata tertib, dan disiplin diri. Ajaran yang diberikan di sekolah dapat menumbuhkan kemauan untuk merawat, memelihara, dan melindungi diri serta lingkungan dari segala bahaya yang mengancam. Sekolah tidak hanya memberi pelajaran peserta didik di dalam kelas saja adapun kegiatan diluar pelajaran untuk menumbuhkan karakter cinta tanah air bangsa. Berdasarkan penjelasan tersebut, pengembangan karakter cinta tanah air peserta didik di SMK Negeri 12 Malang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi terkait kegiatan pengembangkan karakter cinta tanah air peserta didik yang dilakukan SMK Negeri 8 Malang.

BAHASAN

Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai (1) Apa saja kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang; (2) Apa faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang; (3) Apa kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang; (4) Bagaimana upaya sekolah dalam menanggulangi kendala yang dihadapi dalam kegiatan mengembangkan  rasa cinta tanah air di lingkungan SMK Negeri 12 Malang.

Kegiatan Pengembangan Karakter Cinta Tanah Air di SMK Negeri 12 Malang

Pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang diterapkan dengaan melalui berbagai kegiatan yang ada di sekolah. Ada beberapa kegiatan yang diterapkan oleh sekolah yakni, upacara bendera, pengibaran bendera, menyayikan lagu nasional, diklat bela negara, ekstrakulikuler paskibra dan ekstrakulikuler pramuka. Berikut pelaksanaan kegiatan pengembangan karakter di SMK Negeri 12 Malang: (a) Kegiatan upacara bendera merah putih ini dilaksanakan setiap hari senin dua minggu sekali pukul 06.30 WIB sampai pukul 07.30 WIB. Upacara bendera merah putih tidak hanya dilaksanakan setiap hari senin dua minggu sekali, tetapi pada hari peringaatan seperti, peringatan 17 Agustus, peringatan sumpah pemuda, peringatan kartini dan peringatan-peringatan besar lainnya. Kegiatan upacara bendera merah putih ini sebagai upaya pengembangan karakter cinta tanah air yang dilakukan oleh SMK Negeri 12 Malang sebagai upaya untuk menggalakkan kembali semangat nasionalisme cinta tanah air siswa. Tujuan dari Upacara bendera merah putih ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan siswa serta memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa ataupun menumbuhkan semangat jiwa nasionalisme; (b) Kegiatan pengibaran bendera merah putih di SMK Negeri 12 Malang diterapkan untuk menanamkan karakter cinta tanah air untuk siswa. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa yang mengikuti ekstrakulikuler paski di SMK Negeri 12 Malang secara bergantian. Tujuan dari pengibaran bendera ini agar siswa memiliki rasa cinta tanah air, disipli, dan tanggung jawab. Kegiatan ini tidak diwajibkan untuk seluruh siswa melainkan kesukarelaan siswa, yang paling rutin mengikuti kegiatan ini adalah anak ekstrakulikuler; (c) Kegiatan yang diterapkan untuk mengembangkan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang adalah menyanyikan dan mendengarkan lagu nasional, dengan menyanyikan dan mendengarkan lagu Indonesia Raya. Kegiatan ini dilakukan setiap pagi hari sebelum bel sekolah berbunyi sekolah akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan sebelum memulai pembelajaran siswa akan menyanyikan lagu Indonesia Raya di dalam kelas. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar siswa memiliki jiwa cinta tanah air, karena semakin sering para siswa mendengarkan dan menyanyikan lagu nasional maka jiwa cinta tanah air siswa semakin bertambah dan tumbuh dengan sendirinya; (d) Kegiatan diklat bela negara ini dilaksanakan saat Masa Orientasi Siswa (MOS) di Aula Menarmed 1 Kostrad Malang. Kegiatan diklat bela negara ini berupa pelatihan baris-berbaris dan wawasan kebangsaan. Tujuan kegiatan ini untuk membentuk mental generasi muda yang handal, disiplin dan berkarakter, serta untuk menanamkan rasa cinta kepada negara dan bangsa; (e) Paskibra ini memiliki peminat yang cukup tinggi jumalah pengikut ekstra ini sekitar 100 lebih mulai siswa dari kelas X hingga kelas XII. Kegiatan ekstrakulikuler paski ini diadakan sengaja untuk mendidik siswa lebih paham tentang cara baris berbaris dan bagaimana cara melaksanaan upacara bendera dengan baik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler paskibra maka karakter disiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air dan semangat kebangsaan akan tumbuh dengan sendirinya; (f) Pramuka merupakan salah satu perogram ekstrakulikuler yang juga dianggap mampu meningkatkan karakter cinta tanah air siswa. Pada ekstra ini siswa tidak wajib mengikutinya tetapi siswa kelas X diwajibkan mengikuti ambalan yang ada di pramuka. Tujuan utama ekstra pramuka adalah membentuk jati diri dan kepribadian siswa menjadi manusia yang berilmu dan berguna bagi bangsa dan negara. Ekstra pramuka ini berlangsung pada hari Jumat, dimulai pada pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB yang diawali dengan apel, kegiatanya sendiri dilakukan didalam kelas maupun luar kelas, didalam kelas mereka mendapatkan materi dan diluar kelas mereka terjun langsung dengan kegiatan seperti PBB (Persiapan Baris Berbaris), perkemahan, penjajahan alam dan lain sebagainya.

Faktor Pendukung dalam Kegiatan Pengembangan Karakter Cinta Tanah Air di SMK Negeri 12 Malang

Faktor pendukung kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang:

(a) Kegiatan Upacara Bendera: Siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan upacara bendera. Ketersediaan lapangan yang digunakan, sekolah memfasilitasi alat-alat yang digunakan upacara bendera yang berupa, bendera merah putih, tiang bendera, dan baju pengibaran serta perlengkapan lainnya. Kegiatan upacara di hari peringatan 17 Agustus sekolah memfasilitasi lapangan yang lebih luas dengan menyewa lapangan yang berada di depan sekolah;

(b) Kegiatan Pengibaran Bendera: Keantusiasan siswa dalam mengikuti hormat bendera, sekolah memfasilitasi ketersediaan lapangan yang digunakan, alat-alat yang digunakan kegiatan hormat bendera berupa, tiang bendera dan bendera merah putih;

(c) Kegiatan Menyanyikan dan Mendengarkan Lagu Nasional: Keantusiasan siswa dalam menyanyikan lagu nasional di dalam kelas. Kegiatan mendengarkan lagu nasional setiap hari akan membuat siswa semakin tumbuh jiwa cinta tanah airnya, karena dengan tidak sengaja seringnya siswa menyanyi dan mendengarkan lagu nasional tersebut maka akan tumbuh karakter cinta tanah air siswa. Pihak sekolah memfasilitasi musik lagu nasional lewat speaker yang ada di sekolah;

(d) Kegiatan Diklat Bela Negara: Kerjasama dengan TNI AD di luar sekolah yaitu di Menarmed 1 Kostrad Malang, kerjasama tersebut kegiatan diklat bela negara akan berjalan dengan lancar karena TNI AD memfasilitasi kegiatan tersebut baik dalam pemberian materi maupun pengadaan tempat kegiatan;

(e) Kegiatan Paskibra : Banyak siswa yang ikut dalam mengikuti ekstrakulikuler paski. Ekstra paling terfavorit di antara ekstrakulikuler lainnya yang ada di SMK Negeri 12 Malang. Sekolah memfasilitasi kegiatan paski seperti pakaian untuk lomba ditingkat provinsi maupun kota, tempat, tiang beserta bendera merah putihnya;

(f) Kegiatan Pramuka: sekolah memfasilitasi sarana dan prasarana yang layak serta sekolah juga mendukung kegiatan pramuka.

Kendala-Kendala yang Dihadapi Sekolah dalam Kegiatan Pengembangan Karakter Cinta Tanah Air di SMKN 12 Malang

Kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam menerapkan kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang:

(a) Kendala upacara bendera: tempat yang digunakan seperti lapangan yang sempit, faktor cuaca yang berubah-ubah, dan masih banyak siswa yang kurang disiplin, ramai sendiri, dan terlambat dalam melakukan kegiatan upacra bendera;

(b) Kendala pengibaran bendera: kurangnya kepekaan siswa dan masih banyak siswa yang acuh dalam kegiatan pengembangan karakter ini, ada juga siswa yang mengatakan bahwa siswa yang melaksanakan kegiatan ini sok nasionalisme;

(c) Kegiatan menyanyikan dan mendengarkan lagu nasional: kurangnya kesadaran siswa, kurangnya rasa percaya diri, disiplin dan kurangnya sikap cinta tanah airnya; (d) Kendala diklat bela negara: kurang disiplinnya siswa yang mengikuti kegiatan diklat bela negara ini dan kegiatan ini tidak bisa dilakukan di dalam sekolah karena tempatnya yang kurang memadahi;

(e) Kendala paskibra: siswa yang mengikuti paski juga ketinggalan pelajaran karena adanya latihan untuk lomba dan kendalanya juga dari orang tua murid yang mengeluh pada saat latihan paskibra anak mereka jadi banyak latihan jadi pulangnya terlalu sore, sehingga berpengaruh terhadap sikap kepemimpinan siswa paskibra kurang maksimal; (f) Kendala pramuka: kurangnya minat siswa dalam mengikuti ekstrakulikuler pramuka dan kurang kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan ini.

Upaya Sekolah dalam Menanggulangi Kendala yang Dihadapi dalam Pengembangan Karakter Cinta Tanah Air di SMKN 12 Malang

Upaya sekolah dalam menanggulangi kendala dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang:

(a) Upaya dalam Kegiatan Upacara Bendera: Upaya yang dilakukan pihak sekolah dengan memberi fasilitas yang memadahi. Upacara di hari peringatan 17 Agustus sekolah akan memfasilitasi dengan menyewa lapangan di depan sekolah yang besar dan luas. Upaya jika menanggulangi cuaca yang tidak menentu sekolah akan mengantisipasi dengan memberi kegiatan lain seperti kegiatan literasi; (b) Upaya dalam Kegiatan Kegiatan Pengibaran Bendera: pihak sekolah akan mendukung kegiatan pengibaran bendera dan memantau siswa yang mengikuti, guru juga melakukan pendekatan tidak hanya kepada anak ekstra saja melainkan ke seluruh siswa agar dapat ikut serta dalam kegiatan hormat bendera tersebut; (c) Upaya dalam Kegiatan Menyanyikan dan Mendengarkan Lagu Nasional: upaya sekolah yang dilakukan dalam kegiatan adalah mengingatkan siswa dengan cara memutar musik lagu nasional setiap pagi hari dan mencoba mengingatkan siswa untuk melaksanakan kegiatan ini sebelum memulai pembelajaran; (d) Upaya dalam Kegiatan Diklat Bela Negara: upaya sekolah dalam kegiatan literasi ini adalah sekolah memberikan dukungan dengan melakukan kerja sama dengan TNI AD yang akan melatih dan memberikan tempat yang memadahi; (e) Upaya dalam Kegiatan Paskibra: guru akan memberi point penganti untuk siswa yang mengikuti latihan dan lomba saat kegiatan paskibra agar nilainya tidak tertinggal dengan teman lainnya. Sekolah juga memberikan pengarahan kepada siswa agar memulai dan mengakhiri latihan tepat waktu, serta memberikan pemahaman untuk orang tua siswa agar mereka memahami dan mengerti manfaat kegiatan ekstrakulikuler paskibra tersebut; (f) Upaya dalam Kegiatan Pramuka: upaya sekolah mencarikan pembina pramuka dari luar sekolah, sekolah akan memberikan dukungan untuk siswa yang mengikuti ekstra pramuka agar semakin banyak peminatnya.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan yang dapat ditarik oleh peneliti melalui penelitian yang berjudul kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang adalah sebagai berikut:

1.Kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang pada siswa yaitu ada beberapa kegiatan seperti, kegiatan upacara bendera, kegiatan pengibaran bendera, kegiatan menyanyikan lagu nasional, kegiatan diklat bela negara, kegiatan paskibra, dan kegiatan pramuka yang cukup efektif diterapkan dalam mengembangkan karakter cinta tanah air pada siswa.

2.Faktor pendukung dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air siswa di SMK Negeri 12 Malang ini adalah, banyaknya siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan upacara bendera dan ketersediaan lapangan yang digunakan sekolah memfasilitasi alat-alat yang digunakan upacara bendera yang berupa, bendera merah putih, tiang bendera, dan baju pengibaran serta perlengkapan lainnya, keantusiasan siswa dalam mengikuti hormat bendera, sekolah memfasilitasi ketersediaan lapangan yang digunakan, alat-alat yang digunakan kegiatan hormat bendera berupa, tiang bendera dan bendera merah putih, keantusiasan siswa dalam menyanyikan lagu nasional di dalam kelas. Sekolah melakukan kerjasama dengan TNI AD di luar sekolah yaitu di Menarmed 1 Kostrad Malang dalam kegiatan diklat bela negara. Banyak siswa yang ikut dalam mengikuti ekstrakulikuler paski. Sekolah memfasilitasi sarana dan prasarana yang layak serta sekolah juga mendukung kegiatan pramuka.

3.Kendala-kendala dalam melaksanakan kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang seperti, kurang disiplin dan tanggung jawab siswa sertaa masih ada siswa yang terlambat dalam kegiatan upacara bendera, kurangnya kepedulian siswa dan masih banyak siswa yang acuh dalam mengikuti kegiatan pengibaran dan penurunan bendera, kurangnya rasa percaya diri  dan kesadaran siswa dalam melaksanakan kegiatan menyanyikan lagu nasional di dalam kelas, kurang disiplinnya siswa dalam mengikuti diklat bela negara, kurangnya dukungan orang tua dalam kegiatan ekstrakulikuler paskibra dan kurangnya minat siswa dalam mengikuti ekstrakulikuler pramuka, kendala dari lingkungan sekolah adalah faktor tempat seperti lapangan yang kurang mendukung dalam kegiatan upacara bendera, pengibaran bendera dan kegiatan diklat bela negara.

4.Upaya sekolah dalam menanggulangi kendala yang dihadapi dalam kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negeri 12 Malang seperti, sekolah memberikan fasilitas sarana prasarana yang memadahi seperti meneyediakan lapangan yang lebih luas dalam kegiatan upacara bendera pada hari besar, pihak sekolah akan memberikan dukungan kepada siswa dalam kegitan pengibaran bendera merah putih, sekolah juga mengingatkan siswa dengan cara memutar musik lagu nasional dan mengingatkan siswa untuk melakuakan kegiatan menyanyikan lagu nasional, upaya sekolah juga memberikan dukungan dan melakukan kerja sama dengan pihak luar yaitu TNI AD dalam kegiatan diklat bela negara, sekolah juga memberikan pengarahan dan memberikan pemahaman kepada orang tua siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler paskibra, sekolah juga memeberikan dukungan untuk kegiatan ekstrakulikuler pramuka yaitu dengan memberikan pembina pramuka dari luar.

Saran

Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan oleh peneliti tentang kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air di SMK Negri 12 Malang. Maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:

1.Bagi siswa siswi SMK Negeri 12 Malang

Diharapkan kegiatan karakter cinta tanah air di sekolah dapat menjadikan kebiasaan sehari-hari, tidak semata-mata karena adanya aturan sekolah melainnkan pada prinsip hidup dan perbaikan kualitas karakter pada siswa. Dan juga seharusnya siswa lebih semangat, menghargai serta mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan karakter yang di buat oleh sekolah agar karakter cinta tanah air mereka dapat berkembang dan tidak lemah.

2.Bagi pihak SMK Negeri 12 Malang

Bagi sekolah diharapkan lebih menekankan motivasi untuk siswa dan selalu membuat program-program pembentukan karakter cinta tanah air siswa dengan maksimal. Sekolah juga harus selalu mendukung sarana-prasarana yang digunakan dalam kegiatan pengembanagan karakter cinta tanah air  agar siswa lebih semangat lagi mengikuti. Semoga kegiatan pengembangan karakter cinta tanah air yang ada di SMK Negeri 12 Malang dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan karakter cinta tanah air siswa.

3.Bagi prodi PPKn

Bagi prodi ppkn diharapkan penelitian dengan judul kegiatan pengembangan kara