SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PPKn) PADA MANTERI ANCAMAN INTEGRASI NASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS X IPA 6 SMA NEGERI 9 MALANG

MELAWATI MELAWATI

Abstrak


ABSTRAK

Melawati. 2019. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Pada Materi Ancaman Integrasi Nasional dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Di Kelas X IPA 6 SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Suparman Adi Winoto, SH., M.Hum., (2) Rani Prita Prabawangi, S.Hub.Int., M.Si.

Kata Kunci: Pembelajaraan, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Problem Based Learning

Indonesia merupakan negara yang sangat menjunjung tinggi pentingnya pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan salah satu mata pelajaran yang membentuk moral dan karakter siswa. Namun, dewasa ini siswa cenderung kurang tertarik dengan mata pelajaran PPKn, karena selama ini mata pelajaran PPKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hafalan semata, dan kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar siswa. Melihat rendahnya minat belajar siswa, guru berupaya meningkatkan hal tersebut dengan memilih model pembelajaran yang tepat, dengan harapan dapat meningkatkan kreativitas dan keaktivan siswa di dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu Problem Based Learning  (PBL) atau model pembelajaran berbasis masalah. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengungkap penerapan model Problem Based Learning di kelas X IPA 6, sehingga mengambil judul “ Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn) Pada Materi Ancaman Integrasi Nasional dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Di Kelas X IPA 6 SMA Negeri 9 Malang”

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:

(1) perencanaan pembelajaran PPKn pada materi ancaman integrasi nasional dengan menggunakan model Problem Based Learning di kelas X IPA 6 SMA N 9 Malang;

(2) pelaksanaan Pembelajaran PPKn Pada Materi Ancaman Integrasi Nasional dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Di Kelas X IPA 6 SMA N 9 Malang;

(3)  hambatan yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Problem Based Learning di  kelas X IPA 6 SMA N 9 Malang; serta

(4) upaya guru mengatasi hambatan  dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Problem Based Learning di  kelas X IPA 6 SMA N 9 Malang.

Penelitian ini dilakukan di SMAN 9 Malang, Jalan Puncak Borobudur No. 1 Malang. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif oleh Miles and Huberman secara garis besar sebagai berikut:

(1) reduksi data;

(2) penyajian data (Data Display);

(3) penarikan/ verifikasi kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan triangulasi sumber.

Hasil Penelitian menunjukan bahwa: pertama, perencanaan pelaksanaan pembelajaran pada materi ancaman integrasi nasional dengan menggunakan model Problem Based Learning direncanakan dilakukan untuk tiga pertemuan, yang terdiri dari beberapa langkah-langkah atau tahapan yang harus dilaksanakan oleh setiap siswa. Tahapan tersebut terdiri dari: a) tahap persiapan; b) pelaksanaan; dan c) tahap pengkomunikasian hasil dari laporan yang telah dibuat oleh masing-masing kelompok. Sementara untuk metode pembelajaran guru menggunakan diskusi dan media pembelajarannya menggunakan buku pegangan siswa, powerpoint, dan memanfaatkan media massa. Kedua, pelaksanaan  pembelajaran PPKn tentang ancaman integrasi (Dis Integrasi) dengan menggunakan model Problem Based Learning di kelas X IPA 6 SMA N 9 Malang, dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

(1) kegiatan Pendahuluan yang meliputi guru mempersiapkan siswa, kemudian guru melakukan apersepsi;

(2) kegiatan inti, pada kegiatan inti dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: penyampaian materi, diskusi, presentasi; dan

(3) penutup, kegiatan ini meliputi memberikan kesimpulan dan merefleksi tentang materi yang telah dibahas. Ketiga, hambatan yang dialami guru dalam penerapan model Problem Based Learning dalam proses pembelajaran yaitu meliputi masih ada siswa yang belum dapat menerima perbedaan pendapat,  penyalahgunaan handphone (hp) saat proses pembelajaran dan yang terakhir masih ada siswa yang pasif. Keempat, upaya yang dilakukan guru mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning yaitu menengahi perbedaan pendapat antar siswa, menegur siswa yang melakukan penyalahgunaan Handphone (Hp) saat proses pembelajaran dan memberikan nilai plus kepada siswa yang aktif.

Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan saran diantaranya:

(1) bagi Guru, diharapkan lebih inovatif lagi dalam merancang jalannya pembelajaran di kelas, agar siswa lebih bersemangat dan tetarik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta lebih merata dalam memberi perhatian kepada siswa;

(2) bagi siswa, pada saat pembelajaran siswa harus lebih memperhatikan guru dan menghargai guru agar proses pembelajaran bisa berjalan lebih baik lagi.