SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS X PD-d SMK NEGERI 4 MALANG

Imah Normasfila

Abstrak


PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN PPKn DI KELAS X PD-d SMK NEGERI 4 MALANG

IMAH NORMASFILA

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Email : imahnormasfila04@gmail.com

ABSTRAK: Tujuan Penelitian adalah untuk meningkatkan  hasil belajar PPKn siswa dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Selama penelitian menggunakan dua siklus. Hasil penelitian model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PD-d pada mata pelajaran PPKn yang signifikan pada setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan nilai siklus I dengan persentase kelulusan 60% dan rata-rata sebesar 70, sedangkan siklus II persentase kelulusan sebesar 96% dan rata-rata sebesar 83,5.

Kata Kunci: Model Discovery Learning, Hasil Belajar

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan merupakan sebuah modal untuk bisa menghadapi berbagai bidang kehidupan, dengan pendidikan suatu bangsa akan bisa menjadi lebih maju, karena pendidikan bisa mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 31 ayat (1) dituliskan bahwa setiap warga Negara berhak untuk mendapatkan pendidikan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 ayat (1) bahwa yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensinya sendiri.

Akan tetapi, pada kenyataannya penggunaan model pembelajaran PPKn oleh guru belum maksimal sesuia dengan apa yang diharapkan. Banyak permasalahan yang menyebabkan guru kurang memaksimalkan peran model untuk pembelajaran PPKn. Adapun permasalahan tersebut diantaranya adalah keterbatasan model pembelajaran PPKn yang diajarkan guru. Dengan adanya keterbatasan model pembelajaran PPKn, maka dalam proses belajar pada pelajaran PPKn membuat siswa menjadi kurang tertarik dengan mata pelajaran PPKn, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi hasil belajar PPKn yang didapat siswa.

Berdasarkan hasil observasi dengan guru mata pelajaran PPKn kelas X SMK Negeri 4 Malang, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran PPKn. Dalam proses pembelajaran guru memberikan materi dengan menggunakan metode konvensional yaitu ceramah dan tanya jawab, dengan menggunakan media papan tulis dan buku pelajaran PPKn, lalu siswa mencatat dan guru memberi kesempatan untuk bertanya jika ada yang belum difahami. Akan tetapi siswa pasif dan tidak ada yang mengajukan pertanyaan. Metode yang diterapkan oleh guru belum menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Siswa dihadapkan dengan materi PPKn yang banyak teori dan hafalan, sehingga siswa mudah merasa bosan dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Hal tersebut membuat siswa kurang motivasi untuk mempelajari pelajaran PPKn sehingga dapat berpengaruh dengan hasil belajar siswa. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain untuk menyampaikan materi kepada siswa agar siswa bisa aktif dan memahami materi pelajaran yang sudah diajarkan. Hal tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang mendidik siswa berperilaku yang sesuai dengan norma yang ada di masyarakat serta menjadikan warga negara yang baik.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : “Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran PPKn kelas X PD-d SMK Negeri 4 Malang?” . Penelitian ini bermanfaat : 1) Bagi siswa, dengan model pembelajaran Discovery Learning di harapkan dapat meningkatan hasil belajar PPKn siswa SMKN 4 Malang, 2) Bagi guru, memberi alternative berupa pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning, khususnya bagi guru PPKn dalam peningkatan mutu pendidikan yang baik di masa yang akan datang, 3) Bagi sekolah, untuk dapat dijadikan salah satu bahan masukan dalam rangka meningkatkan dan mempenbaiki kualitas pendidikan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Desain penelitian  ini adalah dengan proses siklus putaran spiral refleksi diri yang dimulai dengan Rencana, Tindakan, Pengamatan, Refleksi, dan Perencanaan Kembali yang merupakan dasar ancang-ancang pemecahan masalah. Sampel penelitian adalah kelas X PD-d SMK Negeri 4 Malang. Hasil belajar diukur dengan tes tulis yaitu pretest dann posttest. Dan setiap siklus terdiri dari tahapan 1) observasi awal 2) tahap perencanaan 3) tindakan 4) pengamatan 5) refleksi. Dari setiap siklusnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas X PD-d SMK Negeri 4 Malang.

HASIL

Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran PPKn

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran PPKn. Peningkatan siswa secara keseluruhan dapat dilihat dari perbandingan persentase siswa lulus dan nilai rata-rata mata pelajaran PPKn dengan hasil posttest setiap siklus. Persentase siswa lulus pada posttest siklus I sebesar 60% dengan nilai rata-rata 70. Setelah dilanjutkan siklus II mengalami penigkatan, pada posttest siklus II persentase siswa lulus menjadi 96% dengan nilai rata-rata 83,5.

Tabel 1 Tabel Hasil Belajar Posttest SIklus I

No Keterangan Jumlah

1 Siswa yang ikut Post Test 28

2 Siswa yang tuntas KKM 17

3 Siswa yang belum tuntas KKM 11

4 Rata-rata Nilai kelas 70

Tabel 2  Tabel Hasil Belajar Posttest Siklus II

No. Keterangan Jumlah

1 Siswa yang ikut Post Test 28

2 Siswa yang tuntas KKM 27

3 Siswa yang belum tuntas KKM 1

4 Rata-rata Nilai kelas 83,5

Tebel 3 Tabel Perbandingan Hasil Belajar Posttest Siklus I dan Siklus II

No Kategori Presentase Siswa Lulus Rata-rata Kelas

1 Posttest siklus I 60% 70

2 Posttest siklus II 96% 83,5

PEMBAHASAN

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Permasalahan tersebut muncul yang salah satu penyebabnya adalah proses pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional, sehingga dalam pembelajaran siswa mudah malas, bosan, dan kurang semangat karena semua materi pembelajaran guru yang menyampaikannya. Akibatnya, dalam pelaksanaan ujian siswa kesulitan untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan karena materi yang diserap siswa terbatas dan kurangnya aktifitas dan pengalaman siswa dalam menemukan dan mencari sendiri materi pembelajaran. Untuk itu pemilihan metode pembelajaran yang lebih mendorong keaktifan siswa sangat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode discovery learning.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yang dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus yang dimulai pada tanggal 16 Januari 2019 sampai 23 Januari 2019. Sebelum pelaksanaan tindakan, peneliti mempersiapkan rencana penelitian yang meliputi pengurusan surat izin penelitian, menyesuaikan materi pembelajaran dengan silabus, membuat RPP dengan metode discovery learning, menyusun instrumen yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa, serta membuat jadwal penelitian yang disesuaikan dengan jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan oleh sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran PPKn. Peningkatan siswa secara keseluruhan dapat dilihat dari perbandingan persentase siswa lulus dan nilai rata-rata mata pelajaran PPKn dengan hasil posttest setiap siklus. Persentase siswa lulus pada posttest siklus I sebesar 60% dengan nilai rata-rata 70. Setelah dilanjutkan siklus II mengalami penigkatan, pada posttest siklus II persentase siswa lulus menjadi 96% dengan nilai rata-rata 83,5.

Melihat hasil penelitian ini maka, penelitian yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi beberapa pihak. Pembelajaran menggunakan metode discovery learning memberikan pengalaman kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik. Guru yang masih cenderung menggunakan metode ceramah bisa menerapkan model pembelajaran ini untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain itu, penggunaan metode discovery learning dimungkinkan dapat diterapkan oleh sekolah guna meningkatkan kompetensi siswa pada mata pelajaran lain, sehingga dapat meningkatkan kompetensi siswa yang dirasa masih kurang.

Berdasarkan pembahasan di atas dijelaskan bahwa penggunaan metode discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn siswa kelas X PD-d SMK Negeri 4 Malang. “Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya” (Sanjaya (dalam Sjukur, 2012).

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PD-d , karena dalam proses pembelajarannya siswa diajak untuk berdiskusi dengan teman mengenai materi yang dipelajari, dan belajar untuk percaya diri serta tidak ragu dalam mengemukakan pendapatnya. Peneliti juga memantau pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dengan menanyakan kepada siswa lain apakah jawaban yang diberikan oleh  kelompok lain sudah tepat atau belum, dan memberikan kesempatan siswa lain untuk menanggapi jawaban kelompok. Sehingga siswa mudah dalam memahami materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan hasil belajar. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rizky, Muhamad (2015) dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Sosiologi menunjukkan bahwa hasil belajar sosiologi peserta didik kelas X SMA meningkat hingga mencapai nilai KKM > 75, dan Azariya, Ina (2013) dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Sekolah Dasar. Sehingga terdapat peningkatan hasil belajar dengan menggunakan pembelajaran discovery learning. Maka dapat dikatakan bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X PD-d SMK Negeri 4 Malang terbukti dengan meningkatnya nilai hasil belajar dari siklus I ke siklus II ada peningkatan pada hasil belajarnya.

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada kelas X PD-d SMK Negeri 4 Malang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Bahwa melalui penggunaan model discovery learning pada mata pelajaran PPKn di kelas X PD-d dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan pengamatan observer yang telah dilakukan pada siswa mulai dari siklus I samapi siklus II dan terjadi peningkatan disetiap siklusnya yaitu siklus I dengan persentase kelulusan 60% dengan rata-rata 70 meningkat pada siklus II dengan persentase kelulusan 96% dengan rata-rata 83,5.

 

Saran

Berdasarkan hasil penelitian pada pembelajaran PPKn menggunakan model pembelajaran discovery learning guna meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti memberikan saran untuk pihak-pihak yang terkait antara lain sebagai berikut:

1   Bagi Guru

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru-guru untuk menerapkan model pembelajaran discovery learning sebagai salah satu alternatif model pembelajaran, karena model pembelajaran ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

2  .Bagi Siswa

Siswa diharapkan mampu berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan terlibat aktif dalam pembelajaran tentu akan meningkatkan hasil belajarnya.

2. Bagi Sekolah

Model pembelajaran discovery learning di sekolah diharapkan mampu diterapkan pada mata pelajaran lain selain mata pelajaran PPKn.

DAFTAR RUJUKAN

Adrianto. 2016. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi, 2008. PTK. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Bumi Aksara.

Aunurrahman. 2014. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Arikunto, Suharsimi. 2007Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara,

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Trianto. 2009. Model-model Pembelajaran Inofatif Berorientasi Konstruktivistik Jakarta Prestasi Pustaka

Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP). Jakarta: Kencana

Syah, 2004. Langkah Pembelajaran dan Keuntungan Model Discovery Learning.

Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Sudjana, Nana. 2004. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensido Offset

Sjukur, Sulihin B. 2012. Pengaruh Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Tingkat SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi