SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

Muhammad Syarif Rizka Hidayatullah

Abstrak


PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

Muhammad Syarif Rizka Hidayatullah Universitas Negeri Malang

E-mail: syarifrizka5@gmail.com

 

Abstrak: Tujuan artikel ini untuk mengetahui tentang

(1) konsep dasar,

(2) langkah-langkah penyusunan, dan

(3) kelebihan dan kekurangan media pembelajaran. Media pembelajaran audio visual adalah media elektronik yang digunakan sebagai bahan ajar yang memanfaatkan sinyal audio dikombinasikan dengan gambar bergerak.

Penyusunan media pembelajaran audio visual yaitu

(1) fase perencanaan,

(2) fase produksi,

(3) fase kegiatan tindak lanjut, dan

(4) fase penilaian dan kesimpulan.

Media pembelajaran audio visual memiliki kelebihan yaitu

(1) penampilan peserta didik dapat dievaluasi,

(2) memperkokoh proses belajar,

(3) informasi dapat disajikan secara serentak. Biaya produksi yang mahal mengakibatkan seorang guru tidak banyak yang menggunakan media pembelajaran audio visual.

Kata kunci : media pembelajaran, peserta didik.

Didalam lingkungan sekolah, seorang guru harus bisa membuat peserta didik untuk bisa memahami materi pelajaran yang diajarkan. Sebagai seorang peserta didik memahami materi pelajaran bukanlah hal yang mudah. Kalau guru tidak mengunakan media pembelajaran yang inovatif akibatnya peserta didik selalu bosan dan tidak faham dengan materi pelajaran yang diajarkan. Media pembelajaran audio visual diperlukan dalam pembelajaran karena banyak peserta didik yang sangat bosan dan tidak semangat untuk mempelajari materi pelajaran. Hal ini terjadi dikarenakan guru dalam mengajar tidak menggunakan media pembelajaran teatpi hanya menggunakan metode pembelajaran seperti ceramah dan pemberian tugas. Sehingga peserta didik lebih memilih bermain gadget dan alat komunikasi yang lain.

Oleh karena itu, dari pada peserta didik menggunakan alat gadget dan alat komunikasi untuk hal-hal yang tidak berguna. Seorang guru harus bia mengubah hal yang tidak berguna menjadi hal yang berguna bagi pembelajaran seperti menjadi media pembelajaran audio visual. Peserta didik memang lebih mudah memahami materi pelajaran kalau menggunakan tampilan disertai dengan suara karena peserta didik tidak akan merasa bosan. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran audio visual sangat diperlukan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dalam artikel ini dibahas mengenai penggunaan media pembelajaran audio visual untuk meningkatkan minat belajar peserta didik.

 

PEMBAHASAN

Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai (1) konsep dasar, (2) langkah-langkah penyusunan, dan (3) kelebihan dan kekurangan media pembelajaran.

 

Konsep Dasar Media Pembelajaran Audio Visual

Bahan ajar audio visual menurut Prastowo (2011: 40) adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat di kombinasikan dengan gambar bergerak. Menurut Sitomorang (Warsita, 2011: 118) media video adalah media elektronik yang memanfaatkan kekuatan gambar dan suara untuk mempengaruhi penontonnya. Jadi, media pembelajaran audio visual adalah media elektronik yang digunakan sebagai bahan ajar yang memanfaatkan sinyal audio dikombinasikan dengan gambar bergerak. Tujuan media pembelajaran audio visual menurut Prastowo (2011: 302) yaitu

(1) memberikan pengalaman kepada peserta didik,

(2) memperlihatkan peristiwa nyata,

(3) dapat menampilkan kasus kehidupan sebenarnya, dan

(4) dapat menaikan ingatan.

Media pembelajaran audio visual dapat memperlihatkan peristiwa nyata yang berbahaya, langka, dan rumit. Peserta didik lebih berminat melihat peristiwa langsung dari tampilan dari pada hanya mendengar peristiwa dari perkataan saja. Mell Silberman mengungkapkan suatu hasil penelitian bahwa dengan menggunakan visual pada pembelajaran, dapat manaikan ingatan dari 14% menjadi 38%. Penelitian Mell Silberman juga menunjukan adanya perbaikan hingga 200% ketika kosa kata diajarkan dengan menggunakan alat visual. Waktu yang diperlukan untuk menyampaikan konsep berkurang sampai 40% ketika visual digunakan untuk menambah presentasi verbal (Prastowo, 2011: 302).

Penggunaan media pembelajaran audio visual juga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, karena peserta didik dapat melihat peristiwa nyata yang langka. Peserta didik dapat mengetahui benda-benda kecil yang tidak tampak secara kasatmata. Penggunaan media pembelajaran audio visual membuat guru tidak terlalu banyak menggunakan metode ceramah sehingga peserta didik tidak bosan saat pembelajaran berlangsung. Menurut Abdulhak dan Darmawan (2013: 84) jenis-jenis media audio visual ada 10 jenis media yaitu

(1) transparansi,

(2) slide,

(3) filmstrip,

(4) rekaman,

(5) siaran radio,

(6) film,

(7) televisi,

(8) tape atau video cassette,

(9) laboratorium, dan

(10) komputer.

Jenis yang pertama yaitu jenis informasi terpenting yang ditulis pada lembaran transparansi tersebut dan disajikan melalui bantuan OHP. Proses komunikasi audiens disertai dengan penjabaran secara lengkap dan menyeluruh.

Langkah-Langkah Penyusunan Media Pembelajaran Audio Visual

Pada bagian ini dijelaskan empat fase penyusunan media pembelajaran audio visual yaitu

(1) fase perencanaan,

(2) fase produksi,

(3) fase kegiatan tindak lanjut, dan

(4) fase penilaian dan kesimpulan.

 

Fase Perencanaan

Fase perencanaan meliputi langkah-langkah yaitu

(1) penentuan topik,

(2) pemilihan strategi,

(3) penentuan gagasan pokok, dan

(4) pembuatan papan cerita.

Penentuan topik adalah langkah awal dalam fase perencanaan. Penentuan topik harus sesuai dengan materi pembelajaran dan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik agar penentuan topik tidak salah sasaran. Pemilihan strategi sebagai langka kedua harus disesuaikan dengan topik yang telah ditentukan dan peserta didik sebagai sasarannya. Guru harus menggunakan berbagai metode dan teknik untuk mengkombinasikan kata, tulisan, visual, seta audio yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan. Guru dalam memilih strategi harus disesuaikan dengan kemampuan guru untuk bisa menguasai strategi yang dipilih. Guru tidak boleh boleh memilih strategi yang tidak guru kuasai agar guru tidak kesulitan saat menggunakan strategi tersebut.

Penentuan gagasan pokok harus sesuai dengan topik yang telah ditentukan. Gagasan pokok ditampilkan dalam bentuk tunggal, lengkap, serta kalimat yang menyimpulkan intisari pesan. Gagasan pokok dapat berbentuk definisi formal, proses, atau kepercayaan. Gagasan pokok boleh dinyatakan atau diulang didalam program atau boleh dihilangkan sesuai keinginan guru. Sesudah gagasan pokok sudah dibuat, guru dapat mengerjakan garis besar isi materi. Papan cerita merupakan alat untuk merencanakan penampilan audio visual. Papan cerita digunakan untuk mengatur alur cerita yang akan ditampilkan kepada peserta didik. Papan cerita berisi urutan panel gambar. Setiap panel atau susunan kerangka papan cerita menggambarkan titik kunci dalam materi audio visual yang ditampilkan. Isi papan cerita dapat diperbaiki, ditata kembali, atay dihilangkan sampaiditemukan suatu cerita visual yang sesuai topik dan menarik

 

Fase Produksi

Fase produksi meliputi dua langkah yaitu

(1) pengambilan gambar, efek, dan perekaman suara,

(2) sinkronisasi atau penyuntingan. Pengambilan gambar bisa secara langsung dengan cara menggunakan kamera atau mengambil gambar yang sudah ada untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Pengambilan efek bisa menggunakan aplikasi yang terdapat pilihan efek. Penggunaan efek bertujuan agar gambar yang ditampilkan lebih menarik. Pemberian efek bisa dengan menggunakan gambar atau suara. Perekaman suara digunakan untuk pemberian informasi dalam video atau film. Pemberian suara bertujuan agar informasi yang ditampilkan itu mudah dipahami. Perekaman suara juga digunakan untuk video atau film yang membutuhkan dialog percakapan.

Langkah terkahir fase produksi adalah sinkronisasi atau penyuntingan. Sinkronisasi digunakan agar hasil pengambilan gambar sesuai dengan perekaman suara. Tahap penyuntingan bertujuan agar video atau film sesuai dengan topik yang telah ditentukan. Guru dalam menyunting video atau film harus teliti agar guru dapat mengetahui bila ada kesalahan didalam video atau film. Guru harus memperbaiki ketika ditemuka kesalahan dan menyunting kembali agar tidak terdapat kesalahan didalam video atau film.

 

Fase Kegiatan Tindak Lanjut

Fase kegiatan tindak lanjut meliputi dua langkah yaitu

(1) penyiapan cara menggunakan dan

(2) penilaian program. Langkah pertama yaitu penyiapan guru untuk mamahami cara menggunakan video tau film. Langkah penyiapan digunakan agar guru dapat menguasai materi yang ada didalam video atau film. Langkah penyiapan dalam memahami cara menggunakan bertujuan agar guru yang tidak bisa menggunakan video atau film tidak mengalami kesulitan. Guru yang tidak bisa menggunakan video atau film diberi pengarahan menggunakan video atau film untuk media pembelajaran.

Langkah Penilaian program dilakukan dengan cara yang mudah yaitu menerjemahkan tujuan ke dalam instrumen evaluasi. Penilaian program dilakukan terhadap materi serta strategi yang digunakan dalam penyusunan program langkah penilaian program bertujuan video atau film yang digunakan agar diketahui kelebihan dan kekurangan video atau film tersebut.

 

Fase Penilaian dan Kesimpulan

Fase ini merupakan fase terakhir penyusunan media pembelajaran audio visual. Pada fase terakhir video atau film di evaluasi ulang untuk penyempurnaan media pembelajaran. Setelah video atau film di evaluasi, video atau film dijadikan impulan. Simpulan merupakan rangkuman inti sari dari bahan video atau film yang sudah dibuat.

Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran Audio Visual

Media pembelajaran audio visual memiliki kelebihan yaitu

(1) penampilan peserta didik dapat dievaluasi,

(2) memperkokoh proses belajar,

(3) informasi dapat disajikan secara serentak.

Penggunaan media pembelajaran audio visual dapat merekam kegiatan pembelajaran peserta didik yng berlngsung engan keterampilan seperti keterampilan olahraga, keterampilan berceramah, keterampilan drama, keterampilan masak, dan keterampilan mengajar. Kegiatan peserta didik yang sudah direkam dapat dilihat kembali untuk dikritik atau dievaluasi. Keterampilan peserta didik dikritk atau dievaluasi agar peserta didik mengetahui kesalahan dalam kegiatan keterampilan yang dilakukan peserta didik. Media pemebelajaran audio visual yang menggunakan sefek visual dan animasi dapat memperkokoh proses belajar. Penggunaan efek visual dan animasi dalam pembelajaran dapat menarik perhatian peserta didik, sehingga peserta didik tidak merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung.

Biaya produksi yang mahal mengakibatkan seorang guru tidak banyak yang menggunakan media pembelajaran audio visual. Seorang guru lebih memilih menggunakan media pembalajaran biasa seperti media yang hanya menggunakan gambar saja. Biaya produksi yang mahal kelihatannya sudah tidak sesuai, karena dengan teknologi dan informasi yang begitu pesat. Guru bisa mendapatkan adat perekaman video dengan harga yang murah, guru juga bisa membuat atau mengedit video dengan menggunakan perangkat lunak yang diperoleh dari internet.

 

PENUTUP

Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut dijelaskan kesimpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut.

 

Kesimpulan

Media pembelajaran audio visual adalah media elektronik yang digunakan sebagai bahan ajar yang memanfaatkan sinyal audio dikombinasikan dengan gambar bergerak. Tujuan media pembelajaran audio visual yaitu

(1) memberikan pengalaman kepada peserta didik,

(2) memperlihatkan peristiwa nyata,

(3) dapat menampilkan kasus kehidupan sebenarnya, dan

(4) dapat menaikan ingatan.

Jenis-jenis media audio visual ada 10 jenis media yaitu

(1) transparansi,

(2) slide,

(3) filmstrip,

(4) rekaman,

(5) siaran radio,

(6) film,

(7) televisi,

(8) tape atau video cassette,

(9) laboratorium, dan

(10) komputer.

Penyusunan media pembelajaran audio visual yaitu

(1) fase perencanaan,

(2) fase produksi,

(3) fase kegiatan tindak lanjut, dan

(4) fase penilaian dan kesimpulan.

Media pembelajaran audio visual memiliki kelebihan yaitu

(1) penampilan peserta didik dapat dievaluasi,

(2) memperkokoh proses belajar,

(3) informasi dapat disajikan secara serentak. Biaya produksi yang mahal mengakibatkan seorang guru tidak banyak yang menggunakan media pembelajaran audio visual.

 

Saran

Untuk memaksimalkan penggunaan media pembelajaran audio visual untuk meningkatkan minat belajar peserta didik. Guru disarankan memiliki kemampuan menjalankan teknologi. Penggunaan media pembelajaran audio visual dapat terlaksana jika guru dapat menggunakan media audio visual yang memuat informasi pembelajaran. Sehinggah minat belajar peserta didik dapat meningkat.

 

DAFTAR RUJUKAN

Abdulkak, Ishak & Deni Darmawan. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset .

Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press

Warsita, Bambang. 2011. Pendidikan Jarak Jauh. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset