SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA LSM (LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT) MENCEGAH PRAKTEK KORUPSI

Syafira Eka Efendi

Abstrak


UPAYA LSM (LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT) MENCEGAH PRAKTEK KORUPSI

Syafira Eka Efendi Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5

Surel: syafira.eka.efendi14@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah korupsi yang terjadi di Indonesia. Korupsi merupakan permasalahan utama yang di hadapi bangsa Indonesia. Solusi tersebut adalah upaya LSM. LSM diharapkan mampu menjadi kontrol sosial bagi masyarakat untuk mencegah praktek korupsi. Di dalam artikel ini juga dijabarkan  bentuk LSM yang bertujuan untuk mencegah korupsi. Hasil akhir dari upaya LSM ini adalah korupsi di Indonesia bisa di hilangkan.

 

Kata Kunci : korupsi, LSM, masyarakat

Tindak perilaku korupsi akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media masa maupun media cetak. Perilaku korupsi ini mayoritas dilakukan oleh para pejabat tinggi Negara, padahal sebagai wakil rakyat harus mampu menggunakan kedudukannya dengan baik. Korupsi atau rasuah (bahasa latin, corruption dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk,rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang diberikan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Intan (2013)menyatakan korupsi sangat merugikan kalangan masyarkat, suatu masalah yang sangat berdampak terhadap perekonomian Negara. Seperti dilansir dari VIVAnewsmenurut pendapat Wakil Ketua KPK Busyro Muqodda,Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan setidaknya ada 6 titik potensi korupsi dalam dana optimalisasi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Hal tersebut terungkap setelah KPK melakukan kajian tentang penyusunan APBN.KPK menemukan pengalokasian dana optimalisasi tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil peninjauan BPKP, ditemukan 15 Kementerian/Lembaga yang menerima tambahan belanja.

Fikri (2014) menyatakan Korupsi terjadi disebabkan oleh iman yang tidak kuat, lemahnya penegakan hukum, kurangnya sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, desakan kebutuhan ekonomi dan pengaruh lingkungan. Anonim (2014) Dampak terjadinya korupsi yaitu

(1) menyusutnya pendapatan Negara,

(2) kewibawaan pemerintah dalam masyarakat berkurang,

(3) rapuhnya keamanan dan ketahanan Negara, dan

(4) rusaknya moral seseorang dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Ciri ciri korupsi diantaranya

(1) selalu melibatkan lebih dari 1 orang,

(2) bersifat rahasia,

(3) dilandaskan dengan niat kesengajaan untuk menempatkan kepentingan umum di bawah kepentingan pribadi, dan

(4) setiap tindakan mengandung penipuan.

Beberapa solusi untuk mengatasi korupsi adalah

(1) penetapan sistem penggajian yang layak,

(2) mengikuti LSM,

(3) meningkatkan ibadah, dan

(4) membiasakan hidup berhemat dengan menabung. Salah satu upaya yang paling efektif yaitu dengan mengikuti LSM karena lembaga ini didirikan agar tidak menjadi penyebab terjadinya penyalagunaan wewenang.

Kompas (29 Oktober 2008) melansir informasi mengenai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Kasus yang dialami bekas Gubernur Bank Indonesia (BI). Burhanuddin Abdullah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor karena menggunakan dana milik Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) senilai Rp.100 m untuk bentuan hokum 5 mantan pejabat Bank Indonesia. Penyelesaian kasus Bantuan Langsung Bank Indonesia (BLBI) dan amandemen UU-BI. Burhanuddin Abdullah divonis 5 tahun penjara.

 

BAHASAN

Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai (1) konsep dasar, (2) tahap-tahap aplikasi, serta (3) kelebihan dan kekurangan LSM

 

Konsep Dasar LSM

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah sebuah organisasi yang dilahirkan oleh perorangan atau sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Smith (2006) LSM diartikan sebagai organisasi swasta (nirlaba) yang kegiatannya adalah untuk membebaskan penderitaan, memajukan kepentingan kaum miskin, melindungi lingkungan, menyediakan pelayanan dasar bagi masyrakat, dan menangani pengembangan masyarakat. Dengan mengikuti LSM ini diharapkan mampu membantu kinerja pemerintah dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan mendorong masyarakat sadar akan tanggung jawabnya agar tidak menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

Sebuah organisasi dapat dikatakan masuk dalam LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) apabila memiliki ciri – ciri diantaranya :

(1) bukan bagian dari pemerintah, negara atau birokrasi,

(2) dibuat tidak dengan tujuan untuk mendapatkan uang,

(3) kegiatan dibuat didasari untuk kepentinagn masyarakat umum, tidak hanya untuk kepentingan para anggota seperti yang dilakukan koperasi ataupun organisasi profesi.

Berbagai bentuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) diantaranya :

(1) lembaga mitra pemerintah yaitu organisasi non pemerintahan yang melakukan kegiatan bermitra dengan pemerintah dalam menjalankan kegiatannya,

(2) lembaga donor yaitu organisasi non pemerintah yang memberikan dukungan biaya bagi kegiatan ornop lain,

(3) lembaga professional yaitu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan professional, dan

(4) lembaga oposisi yaitu kegiatan dengan memilih untuk menjadi penyeimbang dari kebijakan pemerintah.

Tahap – Tahap Aplikasi LSM

Saat ini banyak lembaga – lembaga swadaya msyarakat yang bermunculan, hal ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Tahap – tahap yang perlu dilakukan oleh lembaga – lembaga tersebut dijabarkan secara rinci sebagai berikut.

Tahap Identifikasi

Pada tahap identifikasi kegiatannya adalah melakukan identifikasi dilapangan yang riil terhadap kebijakan yang akan dilakukan pemerintah. Selain itu diperlukan identifikasi lapangan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam penyelenggaraan kebijakan itu sendiri, memberikan penilaian terhadap keberhasilan kebijakan tersebut.

Caranya dengan mengumpulkan, meneliti, mencatat data dan informasi dari kebutuhan lapangan. Tujuan identifikasi ini untuk mengetahui kebijakan yang dilakukan pemerintah dijalankan dengan semestinya atau tidak. Identifikasi ini sebagai bukti yang terkait dengan kinerja pemerintah.

Tahap Mengumpulkan Dana

Pada tahap mengumpulkan dana kegiatannya adalah mengumpulkan dana untuk dapat disalurkan kepada lembaga masyarakat yang membutuhkan. Tahap pendanaan ini bertujuan untuk pembangunan di Indonesia. Caranya dengan memberikan kucuran dana untuk masyarakat yang membutuhkan seperti korban bencana alam, fakir miskin dan lain- lain. Hal ini berpotensi untuk penganggulangan kemiskinan di Indonesia.

Bantuan ini tidak mensyaratkan kepada pemohon untuk mengembalikan bantuan yang diberikan apabila kegiatan telah selesai,  tetapi pemohon cukup menyampaikan laporan hasil kegiatannya. Pada umumnya bantuan ini tidak hanya berbentuk modal / dana cash, tetapi bisa juga dengan tenaga ahli dan manajemen, maupun alih teknologi. Contoh lembaga yang melakukan kegiatan ini diantarannya : Lembaga Pundi Amal, Tali Kasih Indonesia dan sebagainya.

Tahap Mengusut dan Menginfestigasi Kasus

Menginvestigasi  merupakan penelusuran terhadap kasus yang bersifat rahasia. Sebuah kasus dapat diketahui kerahasiaannya apabila penelusuran terhadap kasus tersebut selesai dilakukan.Pada tahap mengusut dan menginvestigasi kegiatannya adalah bekerja berdasarkan satu isu yang berkaitan dengan profesi tertentu, misalnya: kesehatan, ekonomi, HAM, kriminalitas, dan lainnya. Tugasnya mencari fakta tentang kasus yang diselidiki. Langkah - langkah perencanaan menginvestigasi berikut ini.

Menentukan Tema

Di banyak media massa, tema investigasi ditentukan melalui rapat redaksi yang terencana, atau melalui perumusan agenda publik yang dipunyai masing-masing media.Namun, bahkan dalam contoh investigasi legendaris (seperti "Skandal Watergate"), tema itu muncul secara "tidak sengaja", wartawan atau kelompok wartawan menemukan peristiwa yang nampaknya sepele, namun dalam melakukan penggalian secara terus-menerus sehingga berhasil menemukan "peristiwa terselubung" yang jauh lebih besar.

•Merumuskan Masalah

Dalam Perencanaan Investigasi, mencari "akar masalah" sangatlah penting, dalam mencari informasi. Rumusan masalah adalah hal yang ingin ditelusuri melalui investigasi. Untuk itu, rumusan masalah harus sespesifik mungkin dan dalam kalimat pendek. Rumusan masalah juga semacam hipotesis dalam penelitian ilmiah (sesuatu yang harus diuji kebenarannya di "laboratorim" atau lapangan).

•Menggali Bahan

Menggali bahan atau mencari bahan investigasi dapat dilakukan dengan cara wawancara terhadap sumber dan tokoh kunci, atau mencari dokumen dan bukti terpenting dari lapangan.

•Komparasi

Data tertentu tidak berbunyi apa-apa jika tidak dibandingkan dengan data lain. Untuk itu, setiap data yang diperoleh harus dibandingkan dengan data yang lainnya agar mendapatkan data yang benar-benar akurat.

•Menguji

Mengumpulkan semua bahan (wawancara dan dokumen) serta menyortirnya berdasarkan kredibilitas sumber informasi. Memakai dokumentasi itu untuk menguji hipotesis yang telah dibuat (apakah memprkuat atau menggugurkan).

•Menulis Dan Menyajikan

Dalam hal penulisan, laporan investigasi harus ditulis secara padat dan jelas. Namun, yang lebih penting lagi tulisan itu harus argumentatif (memiliki dasar bukti yang kuat dan dibangun dengan logis).Tulisan seringkali harus dilengkapi pemaparan dokumen, foto, dan tabel yang memperkuat tulisan.

Tahap Mengkritik

Mengkritik dapat diartikan sebagai kegiatan mengemukakan pendapat atau tanggapan terhadap suatu karya yang disertai dengan uraian dan pertimbangan baik buruknya hal tersebut, tapi mengkritik cenderung dikaitkan dengan hal-hal yang dinilai kurang baik dari sebuah karya.Pada tahap mengkritik kegiatannya adalah menentang pendapat atau kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan program yang dijalankannya. Setiap hasil karya pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan. Penilaian terhadap sebuah karya haruslah objektif atau berdasarkan fakta-fakta dan tidak memihak.

Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan yang dilakukan penguasa,  penyampaian kritik ini terjadi apabila adanya kekurangan yang dilakukan pemerintah atau seseorang. Kritik terhadap sebuah karya sebaiknya bersifat membangun, tidak menjatuhkan, dan tidak sekadar mengemukakan kekurangan yang ada. Contoh bentuk penyimpangan yang dilakukan peguasa seperti penyalahgunaan kekuasaan, hambatan birokrasi, pelanggaran hak-hak asasi manusia, pemborosan dana, dan isu publik lainnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan LSM

LSM sangat tepat untuk mencegah prakter korupsi. LSM memiliki banyak kelebihan, antara lain:

(1) organisasi yang bersifat terbuka, sehingga memudahkan informasi bagi masyarakat,

(2) memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan memperoleh keuntungan,

(3) meningkatkan kemandirian masyarakat,

(4) meningkatkan pendapatan masyarakat, dan

(5) efektifitas biaya serta bebas dari korupsi. Kelebihan-kelebihan ini akan sangat membantu kinerja pemerintah dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan tidak akan terjadi penyalahgunaan wewenang.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, LSM juga memiliki kekurangan diantaranya:

(1) keterbatasan keuangan,

(2) pengambilan keputusan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dan

(3) tidak ada koordinasi langsung dari pemerintah. Oleh karena itu perlu dilakukan tindak antisipasi sebelum menyimpang dari tujuan LSM tersebut.

 

SIMPULAN  DAN SARAN

Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ini disajikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut.

 

Simpulan

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah organisasi yang didirikan sekelompok orang secara sukarela dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan. LSM diharapkan mampu membantu kinerja pemerintah dan mendorong masyarakat sadar akan tanggung jawabnya agar tidak menjadi penyebab terjadinya penyalahgunaan kewenangan. Ciri yang mendasari LSM yaitu dibuat tidak dengan tujuan untuk mendapatkan uang jadi, tidak membebani masyarakat. Lembaga Swadaya Masyarakat mempunyai empat bentuk diantaranya:

(1) lembaga mitra pemerintah,

(2) lembaga donor,

(3) lembaga professional, dan

(4) lembaga oposisi.

Dalam tahap aplikasi dilakukan dalam berbagai langkah yaitu:

(1) mencatat data dan informasi di lapangan agar mengetahui kebijakan yang dilakukan pemerintah dijalankan dengan baik,

(2) memberikan kucuran dana kepada masyarakat yang membutuhkan,

(3) mencari fakta tentang kasus yang diselidiki, dan

(4) menentang kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kehendak rakyat.

Lembaga Swadaya Masyarakat memiliki                kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya,

(1) bersifat terbuka,

(2) tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan,

(3) meningkatkan kemandirian,

(4) pendapatan meningkat, dan

(5) efektifitas biaya.

Sedangkan kekurangannya,

(1) keuangan terbatas,

(2) pengambilan keputusan tidak secara ilmiah, dan

(3) tidak ada koordinasi dari pemerintah.

Saran

Lembaga Swadaya Masyarakat diharapkan mampu membantu kinerja pemerintah dalam mengawasi jalannya pemerintahan sedangkan untuk masyarakat LSM harus memberikan penyuluhan dan dorongan langsung kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan sehingga, pemerintah dan masyarakat sadar akan tanggung jawabnya agar tidak menjadi penyebab penyalahgunaan wewenang.

Untuk mengatasi keterbatasan keuangan dapat memanfaatkan lembaga donor yang fungsinya adalah memberikan kucuran dana secara sukarela kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengambilan keputusan  tidak secara ilmiah yang dilakukan LSM  seharusnya keputussan itu diambil dengan memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, menggunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami oleh masyarakat awam. Menyelesaikan permasalahan LSM tidak adanya koordinasi langsung dari pemerintah yaitu dengan melakukan pengorganisasian langsung dari pemerintah agar tidak terjadi ketimpang siuran.

 

DAFTAR RUJUKAN

Anonim. 2014. Eksekusi Terpidana Korupsi Baju Hansip. Tribun Pontianak, 27 September. Diakses melalui http://pontianak.bpk.go.id/wp-content/uploads/2014/09/2014_KLI_KB_PONT2709_01002.pdf pada tanggal 2 Februari 2019

Intan Ayu Khairunnisa, 2013. Kemampuan Interpretasi Gambar Dan Grafik Siswa Dalam Tes Literasi Sains Pisadan Tes Kemampuan Dasar.

Kompas. 29 Oktober 2008. Burhanuddin Abdullah Divonis Lima Tahun, hlm. 2.

Todaro MP, Smith SC. 2006. Korupsi, Tradisi dan Perubahan Indonesia (Alih Bahasa oleh Haris Munandar dan Puji A.L.). Jakarta: Erlangga.

 

VIVA.co.id.1 Desember 2014. KPK: Ada 6 Celah Korupsi Dana Optimalisasi APBN, hlm. 5. Diakses pada tanggal 1 Februari 2019