SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Self Control Learning Sebagai Pembentukan Perilaku Peserta Didik di SMA

Andreas Kurniawan

Abstrak


Penerapan Model Pembelajaran Self Control Learning Sebagai Pembentukan Perilaku Peserta Didik di SMA

Penulis : Andreas Kurniawan (150711600424) Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang

 

Abstrak

Dalam artikel kali ini akan disajikan informasi mengenai Model Pembelajaran Self Control Sebagai Pembentukan Perilaku Peserta Didik di SMA, dari berbagai banyak permasalahan yang timbul adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengandalikan diri pada lingkungannya, lingkungan memiliki peran besar terhadap perkembangan pola perilaku pada remaja. Perkembangan dari Self Control sendiri akan berkembang dengan sejalan dengan bertambahnya umur dari seseorang. Anak bertumbuh lebih dewasa maka diharapkan juga mempunyai self control lebih baik pula, dilihat dari berbagai banyaknya masalah remaja lebih cenderung tidak mampu melakukan pengendalian diri atau Self Control dan akan berdampak pada hal negative contohnya saja seks bebas, pornografi, penyalahgunaan obat, mencuri. Maka dari itu pentingnya penerapan Model Rumpun Pembalajaran Self Control Learning pada peserta didik di SMA, agar peserta didik bisa mengendalikan dirinya lebih kearah positif dari proses belajar mengendalikan diri, disis lain guru sebagai fasilator dalam penerapan model pembelajaran self control learning mengingat remaja adalah generasi muda yang diharapkan Negara Indonesia menjadi lebih baik, maka perlu juga penerapan model pembelajaran self learning dan pendidikan karakter agar peserta didik dapat diharapkan mengimplementasikan nilai-nilai yang positif kedepannya sebagai penerus bangsa.

 

Kata Kunci : Penerapan Model Pembelajaran Self Control Learning Pada Peserta Didik di SMA.

 

PENDAHULUAN

Rumpun model pembelajaran self control learning dapat diartikan sebagai model pembelajaran yang menggunakan prinsip-prinsip operant conditioning. Pengertian operant conditioning sendiri dapat diartikan sebagai metode pembelajaran yang terjadi melalu imbalan dan hukuman untuk perilaku. Melalui pengkondisian operan, asosiasi dibuat antara perilaku dan konsekuesti untuk perilaku itu, pada dasarnya perlu kita kritisi bahwa lingkungan lah yang berperan sangat besar dalam pembentukan perilaku seseorang, maka dari itu terjadinya perilaku negative dan positif sangan berhubungan atau berkaitan dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Hurlock (1990) mengatakan bahwa pengendalian diri berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dalam dirinya.

 

MODEL PEMBELAJARAN SELF CONTROL LEARNING

Pada era modern sekarang banyak terjadi kasus remaja yang tidak mampu mengendalikan dirinya, remaja tidak mampu mengendalikan dirinya karena remaja masih memiliki sifat yang cenderung egois dan ingin mencoba pada hal yang baru sehingga remaja pada zaman sekarang lebih cendurung melakukan hal yang ke arah negative. Hal yang sangat mempengaruhi remaja melakukan kegiatan yang mengarah ke negative tersebut dikarenakan oleh factor lingkungan , karena faktor lingkungan lah yang sangat menentukan pola perilaku seseorang dan perlunya pengawasan dari kedua orangtua untuk membantu mengarahkan kearah yang lebih baik lagi. Dalam permasalahan ini guru menjadi fasilitator sekaligus sebagai pendidik untuk menerapkan kepada siswa medel pembelajaran perilaku self control learning karena didalam model pembelajaran self control learning terdapat prinsip-prinsip operant conditioning.

Pendekatan model pembelajaran self control learning juga harus diterapkan guru kepada peserta didik di SMA, mengingat peserta didik di SMA memasuki masa-masa remaja dan mereka masih terus mencari jati diri mereka yang seungguhnya, dengan cara pendekatan self control digunakan oleh guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menghindari peserta didik untuk melakukan perbuatan kearah yang negative, peserta didik yang lebih suka melakukan perbuatan ke arah yang negative dapat belajar secara lebih produktif lagi untuk mengetahui kondisi lingkungan tersebut agar tidak cenderung melakukan hal yang negative, jika peserta didik yang sudah memahami kondisi lingkungannya, peserta didik akan bias mengontrol diri dan secara perlahan akan menghilangkan kelakuan yang negative tersebut. Dalam Hal ini Guru harus member kemudahan kepada peserta didik untuk belajar bagaimana harus bertanggung jawab secara moral atas lingkungan personal dan social untuk memahami sifat peserta didik secara utuh,

 

METODE PENULISAN

Penulis dalam melakukan penulisan artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif, karena penulis berusaha memberikan gambaran mengenai penerapan model pembelajaran self control di sma, mode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang, peserta didik, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Dengan melihat teori yang ada lalu dibandingkan dengan fakta-fakta di masyarakat lalu ditarik kesimpulan untuk memberikan gambaran dan solusi sebagai jalan tengah terhadap permasalahan pendidikan yang terjadi.

 

Bahasan

Pada bagian ini akan dijelaskan bentuk bentuk model pembelajaran rumpun perilaku Self Control pada peserta didik di SMA.

BENTUK MODEL PEMBELAJARAN PERILAKU SELF CONTROL DI SMA

Model pembelajaran pada rumpun perilaku didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku. Model pembelajaran rumpun perilaku self control ini mementingkan control diri pada peserta didik di sma untuk menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki. Dengan kata lain peserta didik di tuntut untuk berperilaku yang baik dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam belajar. Dibantu dengan guru sebagai fasilitator untuk membantu peserta didiknya menciptakan perilaku yang baik dan sesuai dengan harapan. Pembelajaran dengan model perilaku ini sangat tepat diterapkan pada peserta didik di SMA, mengingat siswa juga dituntut untuk berperilaku yang baik sesuai norma dan aturan yang berlaku. Peserta didik tidak melulu dituntut untuk mengerti tentang akademik saja, begitupun non akademiknya juga harus seimbang, serta perilaku moral dan agamanya. Jika semuanya dapat diseimbangkan maka penerapan model pembelajaran perilaku self control bisa dikatakan berhasil.

self control, model pembelajaran ini mengandalkan pada bagaimana peserta didik harus berprilaku dan peserta didik belajar dari dampak perilaku yang pernah ia hadapi sebelumnya, dampak ini tidak selalu berupa dampak negative namun dampak positif juga dapat menjadi acuan dalam belajar perilaku untuk ke depannya, serta peserta didik mampu mengendalikan perilakuknya terhadap lingkungan agar tetap produktif sebagaimana peserta didik di SMA.

 

KESIMPULAN

Penerapan model pembelajaran merupakan perilaku selfcontrol merupakan model pembelajaran yang diterapkan pada guru kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengerti dan bisa memahami arti dari self control sendiri, dalam hal ini jika model pembelajaran selfcontrol diterapkan pada peserta didik tingkat SMA yang mulai beranjak remaja dan cenderung melakukan kegiatan yang negative, maka dalam pembelajaran self control ini peserta didik dituntut untuk bisa mengontrol dirinya kearah yang lebih positif, peserta didik harus pandai pandai berprilaku dan peserta didik harus belajar dari dampak perilaku yang pernah hadapi, peserta didik juga harus bisa bertanggung jawab atas perilakunya sendiri , tidak selalu perilaku yang positif tapi peserta didik harus memikirkan perilaku yang akan berdampak negative bagi dirinya sendiri. Perlu mengingat kembali peserta didik adalah aset penerus bangsa yang harus diperbaiki moralnya dan lebih bisa mengontrol dirinya kea rah yang positif. Untuk dari itu maka sangat perlu sekali penerapan model pembelajaran self control ini diterapkan khususnya di SMA, agar peserta didik bisa mengontrol dirinya dan bisa memiliki moral atau akhlak yang baik untuk bekal peserta didik sendiri kedepannya

 

SARAN

Untuk dapat mewujudkan moral atau akhlak peserta didik untuk menjadi lebih baik, maka sangat diperlukan penerapan model pembelajaran self control di SMA, agar peserta didik bisa mengontrol dirinya kearah yang positif, tidak lupa juga kerja sama antara guru sebagai fasilator di sekolah dengan orangtua siswa, agar siswa dapat mengontrol dirinya tidak di sekolah saja tetapi di seluruh lingkungan bagaimana peserta didik harus berprilaku dan peserta didik belajar dari dampak perilaku yang pernah dia hadapi sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rusman, 2012. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo

Portofolio. Yogyakarta : Ombak (Anggota IKAPI)

 

Prof. Dr. H. Sunarto & Dra. Ny. B . Agung Hartono. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT Rineka Cipta