SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Menangani Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan di Kabupaten Malang

Caesaria Poppy Sudarsono

Abstrak


Berdasarkan korban yang melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Malang, sejak Bulan Januari hingga Bulan Agustus Tahun 2018  sebanyak 110 kasus. Dengan tingginya angka tersebut maka yang perlu diteliti adalah

(1) bagaimana bentuk, faktor penyebab dan dampak kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Malang,

(2) bagaimana upaya P2TP2A Kabupaten Malang dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di Kabupaten Malang,

(3) Apa saja yang menjadi kendala P2TP2A dalam menangani kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di Kabupaten Malang,

(4) Bagaimana solusi dalam mengatasi kendala P2TP2A dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di Kabupaten Malang.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan 4 hal, yaitu

(1) mengetahui bentuk, faktor penyebab, dampak kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Malang,

(2) mengetahui upaya P2TP2A dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Malang,

(3) mengetahui kendala P2TP2A dalam menangani kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di Kabupaten Malang,

(4) mengetahui solusi dalam mengatasi kendala P2TP2A dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif. Sumber data pada penelitian adalah konselor dan ketua harian P2TP2A Kabupaten Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik pengecekan keabsahan data yaitu ketekunan pengamat.

 

Hasil analisis dalam penelitian ini menghasilkan empat simpulan, Pertama faktor kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan di Kabupaten Malang adalah budaya patriarki yang masih kental di masyarakat, ketergantungan ekonomi dan perselingkuhan. Kedua, peran P2TP2A dalam pencegahan adalah sosialisasi dan penyuluhan, dalam penanganan adalah dengan pendampingan secara medis dan hukum, penanganan adalah dengan cara pemberdayaan dan rehabilitasi. Ketiga kendala sumber dana, sumber daya manusia, korban tidak konsekuen dengan keputusannya, korban atau keluarga korban tidak terbuka dengan konselor. Keempat,bekerjasama dengan Dinas Sosial, Lazis, dan mendekati korban dan keluarga korban.