SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENDIDIKAN MORAL DAN AKHLAK GUNA MEMBANGUN KARAKTER

Nita Devia Putri

Abstrak


PENDIDIKAN MORAL DAN AKHLAK GUNA MEMBANGUN KARAKTER

NITA DEVIA PUTRI Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang

150711605389

 

ABSTRACT

Humans are social beings who can not live alone in this world. Over time humans will search for other humans, may seek help, find friends and find a partner. Man one will be interconnected with other human beings. When interacting with one or perhaps all human beings will look at morals and morals of each other human beings. Humans living in the world as social beings also need education in performing their day-to-day activities. Education is an effort pursued by human beings in order to acquire knowledge which then serve as a basis for attitude and behavior. With the education of human character can be formed and education can be regarded as the process of human healing. Education is also a community effort in preparing young people useful for a good nation. A good nation is not far from moral and good morals anyway. Moral is often associated with human activities that are based on good or bad values. Morals are the restrictions used to determine the will, opinion, or deed that can be said to be right, wrong, good or bad. In addition to morals, good morality is also necessary in interacting with someone. Morals can be likened to manners or manners. According to Ibnu Maskawaih, morality is a state of the soul of a person who encourages him to do the deeds without thinking of the mind.

 

Keywords : Human, Educational, Moral, And Morals

ABSTRAK

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Seiring berjalannya waktu manusia akan mencari manusia yang lainnya, mungkin mencari pertolongan, mencari teman dan mencari pasangan. Manusia satu akan saling keterkaitan dengan manusia yang lainnya. Saat saling berinteraksi salah satu atau mungkin semua manusia akan memandang moral dan akhlak masing-masing manusia yang lainnya. Manusia hidup di dunia sebagai makhluk sosial juga membutuhkan pendidikan dalam melakukan kegiatan sehari-harinya mereka. Pendidikan adalah sebuah usaha yang ditempuh oleh manusia dalam rangka memperoleh ilmu yang kemudian dijadikan sebagai dasar untuk bersikap dan berperilaku. Dengan pendidikan karakter manusia dapat terbentuk dan pendidikan dapat dikatakan sebagai proses pemanusian manusia. Pendidikan juga merupakan usaha masyarakat dalam mempersiapkan generasi muda yang berguna bagi bangsa yang baik. Bangsa yang baik tidak jauh dari moral dan akhlak yang baik pula. Moral sering dikaitkan dengan aktivitas manusia yang didasari nilai baik atau buruk. Moral merupakan batasan-batasan yang digunakan untuk menentukan kehendak, pendapat, atau perbuatan yang dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk. Selain moral, akhlak yang baik juga perlu dalam berinteraksi dengan seseorang. Akhlak dapat disamakan dengan budi pekerti atau sopan santun. Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran.

Kata kunci : Manusia, Pendidikan, Moral, Dan Akhlak

 

PENDAHULUAN

Perlu diketahui bahwa kita hidup di jaman edan. Banyak generasi yang sekarang ini sangat menyimpang dengan generasi jaman dahulu. Banyak sebutan yang ditujukan untuk generasi sekarang, seperti kids jaman now, generasi milenial, generasi Z, generasi Y dan lain sebagainya. Jaman sekarang banyak anak muda main dengan temannya tidak memikirkan baik buruknya pengaruh yang diberikan dari sebuah pertemanan. Kadangkala moral dan akhlak tidak berguna di dalam sebuah pertemanan. Dengan melencengnya moral dan akhlak manusia, bangsa yang besar seperti Indonesia akan dibawa kemana? Anak dibawah umur merokok di pinggir jalan, dengan enaknya dia menghisap rokok yang ada ditangannya. Kata-kata yang seharusnya tidak diketahui oleh anak seusai mereka, mereka dengan enak mengatakannya. Didikan dari orang tua mereka dirumah dan guru di sekolah tidak dihiraukan oleh mereka. Hidup di jaman yang canggih memang banyak godaan yang besar. Namun bagaimana kita menyikapi generasi muda jaman sekarang yang tidak sependapat dengan ajaran moral dan akhlak?

Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang melimpah, banyak kebudayaan, dan jumlah penduduk yang banyak. Indonesia juga mayoritas  penduduknya beragama islam. Dari sini kita dapat melihat seberapa jauh kemajuan dan perkembangan Indonesia. Bangsa yang hebat dapat dilihat dari generasi mudanya, generasi muda yang hebat dapat membentuk sebuah negara yang kuat pula. Karakter suatu bangsa juga dilihat dari karakter generasi mudanya, karakter generasi mudanya baik maka bangsa tersebut akan dipandang baik pula. Untuk membangun karakter suatu bangsa maka kita harus bangun karakter generasi muda sekarang agar bangsa Indonesia maju. Membangun karakter generasi muda sekarang kita perlu pendekatan yang dapat diterima dengan mudah oleh generasi sekarang. Pendidikan juga perlu ditingkatkan juga, baik pendidikan formal maupun nonformal. Pendidikan moral dan akhlak juga perlu ditingkatkan lagi.

Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif generasi muda mengembangkan potensi diri, melakukan proses internanalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. Dari pendidikan tersebut generasi muda dapat mengembangkan masyarakat yang sejahtera dan mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Dalam mengembangkan karakter generasi bangsa sudah banyak upaya yang digunakan namun belum optimal. Sudah dijelaskan bahwa generasi sekarang banyak yang melenceng dari moral dan akhlak. Selain itu banyak pemuda tawuran, narkoba, pornografi dan pornoaksi yang dilakukan oleh kalangan remaja jaman sekarang. Pelanggaran hak asasi manusia yang merajalela, perbuatan manusia yang tidak manusiawi. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan keramah tamahan, kesantunan dalam berperilaku, musyawarah mufakat, dan sikap toleran dan gotong royong. Gambaran tersebut  merupakan contoh kebiasaan yang sudah biasa diterapkan, namun kini hilang seketika dengan berjalannya waktu yang ada. Merosotnya moral dan akhlak generasi muda sekarang membuat bangsa Indonesia melemah. Krisis moral yang tengah melanda bangsa akan semakin merajalela apabila kita memeranginya dengan pendidikan moral dan akhlak.

Selain pendidikan, kita juga harus menerapkan pendidikan tersebut di dalam kehidupan sehari-hari sebagai ketrampilan yang kita miliki. Ketrampilan berkembang, maka diri kita juga akan berkembang dengan sendirinya. Karena kita memiliki pendidikan moral dan akhlak untuk melakukan perbuatan yang melenceng akan semakin kecil. Kita akan terus mengingat pendidikan yang kita pelajari disaat kita akan melakukan kegiatan apapun.

 

PEMBAHASAN

A. Sistem Moralitas

Dilihat dari sumber dan sifat, moral dapat dibedakan antara lain:

1. Moral keagamaan, dan

2. Moral tanpa agama atau moral sekuler.

Moral keagamaan ialah moral yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan dan kehidupan akhirat. Konsepsi moral yang bersifat keagamaan ditentukan oleh bentuk gagasan manusia mengenai Tuhan dan kehidupan akhirat sesuai dengan dasar tersebut, dikemukakan sebagai berikut:

a. Moral Politheistik adalah moral yang bersumber pada agama-agama/kepercayaan Politheisme (kepercayaan yang bertuhan banyak).

b. Moral Zuhud adalah moral yang berdasarkan paham-paham keagamaan, dengan ciri menjauhi dunia dan mengutamakan akhirat.

c. Moral Monotheistik adalah moral yang berdasarkan ajaran-ajaran agama Monotheisme (agama yang berpaham Tuhan satu).

Berbeda dengan moral keagamaan, moral sekuler mempunyai corak yang lain. Dalam moral ini, Tuhan dan kehidupan akhirat sama sekali tidak dikenal. Moral sekular menolak bimbingan Tuhan, emoh terhadap ajaran-ajaarn agama, sehingga moral ini bersifat atheis, kufur terhadap tuhan. Karena kekufurannya terhadap Tuhan, moral ini bercorak keduniawian semata dan kebalikan dari moral zuhud.

Moral-moral diatas memiliki kelemahan-kelemahan, antara lain:

1. Moral Politheistik memiliki prinsip yang percaya Tuhan, apabila mereka menyekutukan Tuhan yang sesungguhnya, mereka masih memiliki Tuhan Tuhan yang lain. Dengan Prinsip yang tidak masuk diakal tersebut, moral ini dapat menjadikan runtuhnya agama. Dengan begitu akan banyak jalan untuk melepaskan diri dari disiplin moral, dan banyak kehidupan manusia yang penting-penting akan terlepas dari bimbingan agama.

2. Moral Zuhud terdiri dari penganut-penganut agama. Mereka memiliki konsepsi keagamaan dan hidup kerohanian yang sempit dan keliru. Mereka hanya mengambil sikap tidak peduli akan  masalah-masalah hidup yang praktis, dan adakalanya mereka membatasi aktivitas hidupnya hanya dengan beberapa tindakan-tindakan tertentu. Konsepsi yang demikian akan berakibat:

a. Kehidupan duniawi akan menjadi terbengkalai, tidak terpelihara, dan bertentangan dengan khalifah di muka bumi ini.

b. Dunia akan menjadi kehilangan pemimpin yang jujur, berakhlak, dan berkepribadian tinggi dan mulia.

3. Moral Sekuler memiliki corak keduniawian semata-mata, yang bersumber dari luar agama. Sehingga moral sekuler memiliki kelemahan sebagai berikut:

a. Membawakan pandangan-pandangan yang bersifat relatif dan subyektif.

b. Hanya mengajarkan tentang baik dan buruk, dan hanya sedikit memiliki moral force. Sehingga menyebabkan moral ini menjadi hampa dan tidak berjiwa.

 

B. Pendidikan Akhlak

Untuk membangun karakter suatu generasi muda jaman sekarang dapat menggunakan pendidikan yang berbagai macam pendekatan. Jenis dan pengertian moral sudah dijelaskan diatas, moral dengan akhlak hampir sama. Kesamaan tersebut berhubungan dengan pendidikan yang diarahkan untuk generasi muda. Pendidikan akhlak tidak menyimpang dari pendidikan moral. Karena pendidikan akhlak akan selalu berdampingan dengan moral. Pendidikan sangat penting bagi generasi muda penerus bangsa. Mendidik merupakan sesuatu yang penting dan wajib hukumnya, keharusan yang dilihat dari sudut pandang individu dan sosial. Manusia hidup bersama-sama di tengah-tengah masyarakat berdasarkan hukum serta didorong kecenderungan untuk memperoleh ketenangan dan kebahagiaan. Kehidupan di tengah masyarakat amat ditentukan oleh jenis dan bentuk pendidikan yang diterima masing-masing individu. Dengan pendidikan di masyarakat mereka dapat mendapatkan berbagai perubahan hidup yang diharapkan.

Akhlak sangat penting di dalam kehidupan bermasyarakat. Karena nilai-nilai akhlak merupakan unsur pokok di dalam menilai sejauhmana keburukan atau kebaikan hidup sebuah masyarakat. Akhlak merupakan kewajiban dan kemestian bila manusia ingin menempuh perjalanan hidup dengan baik serta berperilaku mulia. Pendidikan bagi generasi muda merupakan keharusan, dikarenakan mereka akan memasuki gerbang masa depan. Tujuan pendidikan akhlak untuk generasi muda yaitu agar mereka berperilaku sesuai dengan pokok-pokok pemahaman dan keteladanan yang bersumber dari agama. Tujuan ini dimaksudkan agar menjadikan fondasi kepribadian yang baik bagi generasi muda. Pelajaran-pelajaran yang penting untuk mengajarkan pendidikan akhlak, yaitu dengan cara:

 

1. Berhubungan dengan pribadi

Sebagian pelajaran dan pendidikan akhlak khusus diberikan demi membangun kepribadian seseorang. Dalam hal ini, seseorang dituntut harus berusaha mandiri, menjaga kefitrahan, menjaga diri, percaya diri, menjaga ketakwaan dan kepemimpinan diri sendiri.

 

2. Berhubungan dengan orang lain

Selain berhubungan dengan pribadi, seseorang juga dituntut untuk berhubungan dengan orang lain, karena manusia merupakan makhluk sosial. Sehingga kita dibina agar kita memperhatikan orang lain, bersikap dermawan, hidup saling tolong-menolong, dan juga dapat bernteraksi dengan orang lain dengan wajah berseri-seri. Orang lain akan menilai kita sebagai pribadi yang baik apabila kita memperhatikan akhlak kita saat berinteraksi.

 

3. Berhubungan dengan keutamaan

Akhlak dan adab manusia berhubungan sangat erat dengan sifat amanat, ikhlas dan sifat-sifat terpuji yang lainnya. Banyak kaidah akhlak yang harus diperhatikan, agar keutamaan dan kebiasaan yang baik dapat tumbuh dari diri seseorang. Berhubungan dengan keutamaan, kita dibina untuk dapat membela kebenaran, menjaga hak-hak orang lain, memerangi dosa, memperhatikan prinsip keadilan dan itsar.

 

4. Berhubungan dengan peristiwa

Seseorang dapat mengambil sikap yang tepat dan cermat dari pendidikan akhlak yang dia terima dalam menghadapi kejadian di hidup mereka. Penting baginya untuk bersikap tegas dan benar. Pendidikan yang berhubungan dengan peristiwa ini adalah kita dituntut untuk berperilaku adil terhadap segala sesuatu, menjaga kebenaran, dan berusaha mengubah lingkungan yang rusak.

 

5. Berhubungan dengan kehidupan dan kaidah beriteraksi

Adakalanya seseorang menerima penolakan dari masyarakat, padahal apa yang dia lakukan adalah benar, karena masyarakat tidak memahami sikap kebenarannya itu. Dengan berhubungan dengan kehidupan kita bisa mengambil hikmah dari kaidah berinteraksi. Pendidikan akhlak yang dapat diambil yaitu membangun kepribadian, mengatur hubungan, menjaga nama baik, memperhatikan sopan santun, dan mengingdahkan akhlak sehari-hari.

 

6. Berhubungan dengan pembalasan

Menyadarkan seseorang merupakan hal yang paling penting di dalam pendidikan. Apabila kita menyadarkan seseorang tentang arti balasan, kitab dan akibat-akibat dari perbuatannya. Prinsip pembalasan juga secara bertahap ditanamkan ke dalam benak generasi muda sekarang, dengan cara memperlihatkan akibat-akibat perbuatan yang telah mereka perbuat. Dengan pendidikan ini kita bisa belajar dari segala bentuk motivasi, penghormatan, celaan, amarah dan hukuman.

 

SIMPULAN

Dari uraian diatas bahwa pendidikan moral dan akhlak sangat penting bagi para generasi muda penerus bangsa jaman sekarang. Dengan pendidikan moral dan akhlak kita dapat memantau perkembangan dan kemajuan generasi muda jaman sekarang. Semakin canggih teknologi sekarang semakin rusaknya moral dan akhlak generasi muda sekarang. Dengan krisisnya moral dan akhlak yang dimiliki oleh generasi muda sekarang, Indonesia akan hancur dengan bangsa yang seperti itu. Dengan krisisnya moral dan akhlak generasi muda sekarang apabila kita segera menanganinya, mereka akan berada di ambang batas sedangkan mereka adalah pembuka pintu gerbang masa depan. Sebagai generasi penerus bangsa kita juga harus sadar dengan apa yang dilakukan, perbuatan baik atau perbuatan buruk. Dengan kesadaran masing-masing individu kita bisa mengukur perkembangan dan kemajuan yang dimiliki. Selain kesadaran kita juga harus menerima pendidikan moral dan akhlak agar kita dapat membatasi diri untuk melakukan perbuatan buruk atau perbuatan baik sekaligus.

Akhlak merupakan sebagai aturan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk mengatur dan memperlihat moral baik atau buruk. Tanpa akhlak individu tersebut akan acak-acakan dalam berperilaku. Dengan sedikit ulasan diatas semoga para generasi muda sekarang menjadi generasi yang diharapkan oleh bangsa untuk memajukan Indonesia. Karena generasi muda sekarang adalah calon pemimpin yang akan menggantikan orang-orang tertinggi negara.

 

DAFTAR RUJUKAN

Tatapangarsa, H.1982. Pengantar Kuliah Akhlak. Malang: PT Bina Ilmu.

Masyhur, K. 1987. Membina Moral dan Akhlak. Jakarta: Kalam Mulia.

 

Qaimi, A. 1995. Mengajarkan Keberanian dan Kejujuran Pada Anak. Terjemahan Jamal Muamar. 2003. Bogor: Cahaya.