SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

METODE COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENUMBUHKAN NILAI MORAL DAN KARAKTER PADA SISWA

Rizka Istichomah

Abstrak


METODE COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENUMBUHKAN NILAI MORAL DAN KARAKTER PADA SISWA

Rizka Istichomah Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5

Surel: rizka.istichomah12@gmail.com

 

Abstrak

Pada artikel ilmiah ini berlandasakan masalah menurunya nilai dan karakter yang dimiliki oleh siswa. Hal tersebut memerlukan alternatif solusi, salah satunya melalui proses pembelajaran di sekolah melalui model pembelajaran Cooperative Learning. Model tersebut  meningkatkan sikap tanggung jawab, saling menghargai dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Sehingga proses pembelajaran dapat menanamkan nilai moral dan karakter yang baik pada siswa.

 

Kata Kunci : cooperative learning, nilai moral, karakter.

Masalah moral, sekarang ini sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat. Hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat sekitar yang tidak mempunyai moral baik, terutama pada siswa yang kurang memiliki kualitas karakter moral di era reformasi ini. Faktor yang melatarbelakangi adalah saat munculnya budaya dari barat yang masuk ke Indonesia, budaya tersebut belum bisa difilter dengan baik oleh generasi muda. Namun, jika para siswa mau meningkatkan nilai moral yang ada pada dirinya maka nilai moral di Indonesia akan lebih berkualitas dari yang sebelumnya.

Pendidikan karakter adalah menyangkut prinsip-prinsip yang diajarkan dengan cara memberi contoh, menasehati, memberi hadiah dan memberi hukum adalah tidak efektif untuk menghasilkan tingkah laku moral yang dikehendaki Hartshorne dan May (dalam Duska dan Whelan, 1982: 15-16). Dengan kata lain peranan para orang tua serta para pendidik yang juga dapat menentukan tingkah laku moral yang baik pada anak-anak atau peserta didik.

Jenis-jenis moral menurut Sulistorini (2001:1) moral terbagi menjadi 3, yaitu moral individual, moral sosial, dan moral religi. Moral individual termasuk moral yang menyangkut pribadi dirinya sendiri, moral sosial berhubungan interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Sedangkan moral religius lebih kepada hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Jadi jenis-jenis moral tersebut sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, yang memiliki tujuan masing-masing antar jenis moral yang satu dengan yang lainnya.

Masalah moral disebabkan oleh pengetahuan tentang moral yang kurang dipahami oleh beberapa orang termasuk pada para siswa. Dampak yang terjadi para siswa dan masyarakat banyak yeng berlaku tidak sopan antar orang peroranganyang bisa menimbulakan perpecahan. Karakter yang ada pada diri mereka sudah terlihat seperti orang tidak bermoral, dalam hal ini terlihat nyata saat diselenggarakannya UN 2016 kebocoran soal UN, fenomena yang memang bukan merupakan isu baru. Di antaranya kasus kebocoran soal UN yang disebarkan melalui link Google Drive pada UN 2015 lalu. Hal ini sampai membuat pihak Kemdikbud harus menghubungi Google agar menghapus dokumen tersebut. Namun, tentu saja hal tersebut terlambat karena penyebaran kunci jawaban sudah berlangsung luas.

Selain itu, ada pula cerita bocoran soal UN yang disebarkan oleh Pak Anang melalui blognya. Untuk yang terakhir ini sayangnya tidak ada bukti yang cukup. Blog pak anang tersebut memang biasa menggunakan kata bocoran soal UN dan menyediakan soal-soal yang tampilannya menyerupai soal UN. Ketika dicermati ternyata tutor sebuah lembaga bimbingan belajar tersebut hanya menyajikan prediksi soal UN.

Oleh karena itu perlu di adakannya pembelajaran yang berbasis pada nilai moral dan karakter pada siswa untuk mensejahterakan kehidupan bangsa agar lebih baik lagi dari yang sebelumnya, dalam kegiatan formal di sekolah diperlukan adanya upaya pembelajaran yang bisa membuat siswa bekerja sama atau belajar kelompok untuk pemahaman nilai moral dan karakter. Pembelajaran yang di maksud adalah Metode Pembelajaran Cooperative Learning yang dapat membuat para siswa memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi dan sikap percaya diri yang kuat dalam menyampaikan gagasan tentang materi yang diberikan untuk dipresentasiakan kepada teman-temannya.

 

BAHASAN

Pada bagian ini dijabarkan secara spesifik mengenai (1) konsep dasar cooperative learning; (2) tahapan implementasi dalam penerapan cooperative learning; (3) kelemahan dan kelebihan yang terdapat pada pembelajaran cooperative learning.

 

Konsep Dasar cooperative learning

Cooperative Learning adalah suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran (Sunal dan Hans: 2000). Dalam hal ini peserta didik dipernalkan pada strategi belajar untuk mengembangkan kemampuan belajar berkelompok saat proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran cooperative learning saling berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai moral dan karakter pada siswa. Hal tersebut terlihat pada sikap tanggung jawab yang dimiliki siswa dalam menyampaikan gagasan yang dimilikinya saat memahami materi yang diberikan.

Beberapa ciri dari cooperative learning adalah;

(1) setiap anggota memiliki peran,

(2) terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa,

(3) setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya,

(4) guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, dan

(5) guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan. Oleh karena itu paparan ciri-ciri tersebut juga diperlukan sebagai acuhan dalam menerapkan model pembelajaran cooperative learning. Selain itu, ciri cooperative learning menggambarkan keterkaitan nilai moral yang akan diperoleh siswa.

Pada dasarnya cooperative laearning dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum Ibrahim, et al. (2000), yaitu:

(1) hasil belajar akademik,

(2) penerimaan terhadap perbedaan individu, dan

(3) pengembanagn keterampilan sosial. Dalam paparan di atas sudah jelas terlihat tujuan yang ingin dicapai melalui metode pembelajaran cooperative learning adalah untuk memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli beranggapan bahwa metode ini unggul adalah upaya membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit dipahami.

 

Tahapan Implementasi Dalam Penerapan Metode Cooperative Learning

Setiap model pembelajaran termasuk cooperative learning mempunyai beberapa tahapan yang diperlukan dalam melaksanakan suatu kegiatan belajar. Langkah-langkah dalam penerapan metode cooperative learning ini dijabarkan secara rinci sebagai berikut.

 

Merancang rencana program pembelajaran

Pada langkah ini guru mempertimbangkan dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, guru juga menetapkan sikap dan keterampilan-keterampilan sosial yang diharapkan  dapat dikembangkan dan diperhatikan siswa selama berlangsungnya pembelajaran. Guru dalam merancang program pembelajarannya juga harus mengorganisasikan materi dan tugas-tugas siswa harus mencerminkan sistem kerja dalam kelompok kecil.

Artinya, materi dan tugas-tugas itu adalah untuk dibelajarkan dan dikerjakan secara bersama dalam dimensi kerja kelompok. Untuk memulai pembelajarannya guru harus menjelaskan tujuan dan sikap serat keterampilan sosial yang ingin dicapaidan diperhatikan siswa selamapembelajaran. Hal ini mutlak harus dilakukan guru, karena dengan demikian siswa tahu dan memahami apa yang harus dilakukan selama proses belajar mengajar.

 

Merencanakan lembar observasi

Mengobservasian dalam kegiatan belajar maksutnya secara bersama dalam kontek kelompok-kelompok kecil. Dalam menyampaikan materi, guru tidak lagi menyampaikan materi secara panjang lebar karena pemahaman dan pendalaman materi itu nantinya akan dilakukan siswa ketika belajar secara bersama dalam kelompok. Guru hanya menjelaskan pokk-pokok materi dengan tujuan siswa mempunyai wawasan dan orientasi yang memadati tentang meteri yang diajarkan. Pada saat guru selesai menyajikanmateri, maka langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah menggali pengetahuan dan pemahaman siswa tenteng materi pelajaran berdasarkan apa yang telah dibelajarkan. Hal ini dimaksutkan untuk kesiapan belajar siswa.

Selanjutnya guru pembimbing siswa untuk membentuk kelompok. Pemahaman dan konsepsi guna terhadap siswa secara individu sangat menentukan kebersamaan dan kelompok yang terbentuk. Kegiatan ini dilakukan sambil menjelaskan tugas yang harus dilakukan siswa dalam kelompoknya masing-masing. Pada saat siswa belajar secara berkelompok guru mulai melakukan monitoring dan mengobservasi kegiatan belajar siswa berdasarkan lembar observasi yangdirencanakan sebelumnya.

 

Dalam melakukan observasi terhadap kegiatan siswa guru mengarahkan dan membimbingan siswa baik secara individu maupun mengenal sikap dan perilaku siswa selama kegiatan belajar

Pemberian pujian dan kritik membangun dari guru kepada siswa merupakan aspek penting yang harus duperhatikan guru pada siswa saat siswa bekerja dalam kelompoknya. Di samping itu, pada saat kegiatan kelompok berlangsung, guru secara periodik memberikan layanan kepada siswa baik secara individu maupun secara klasikal.

 

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil belajar saat bersama dengan kelompoknya

Pada saat diskusi di kelas, guru bertindak sebagai moderator. Hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan dan mengoreksi pengertian dan pemahaman siswa terhadap materi dan hasil kerja yang telah diterampilkannya. Pada saat presentasi siswa berakhir, maka guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi diri terhadap proses jalannya pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan atau sikap serta perilaku menyimpang yang dilakukan selama pembelajaran. Di samping itu, guru juga memberikan beberapa penekanan terhadap nilai, sikap, dan perilaku sosial yang harus dikembangakan dan dilatih siswa. Dalam melakukan refleksi, guru tetap berperan sebagai mediator dan moderator aktif.

 

Kelebihan dan Kekurangan Cooperative Learning

Kelebihan nyata dalam metode pembelajaran cooperative learning, menurut Jarolimek dan Parker (1993), yaitu

(1) saling bergantungan yang positif,

(2) adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu,

(3) siswa dilibatkan dalam perncanaan dan pengelolaan kelas,

(4) suasana kelas yang rileks dan menyenangakan,

(5) terjalinnya hubungan hangat  dan bersahabat antara siswa dengan guru, dan

(6) memiliki banyak kesempatan untuk meng-ekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan. Oleh karena itu kelebihan yang dimiliki oleh metode pembelajaran cooperative learning ini dapat menguntungkan peserta didik dalam hal saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, tetapi keuntungan sebenarnya yaitu siswa tidak lagi pasif di dalam kelas, siswa bisa semakin dekat dengan guru, dan siswa bisa menyatukan perbedaan pendapat pada saat kegiatan belajar berlangsung

Kelemahan model pembelajaran cooperative learning bersumber pada dua faktor, yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Faktor dari dalam, yaitu: 1) guru harus mempersiapkan pembelajaran yang matang, di samping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikiran dan waktu, 2) agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai, 3) selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan yang sedang dibahas meluas sehingga banyak yang tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dan 4) saat diskusi kelas, terkadang didominasi seseorang, hal ini membuat siswa yang lain menjadi pasif.

Hal tersebut kekurangan yang dimiliki oleh metode pembelajaran cooperative learning perlu ada pembenahan agar kegitan belajar kelompok bisa berjalan dengan baik. Namun dengan adanya kekurangan dalam pembelajaran cooperative learning dapat di simpulkan bahwa di setiap metode belajar tentunya mempunyai kekurangan yang dimiliki masing-masing metode yang berupaya untukmelakukan pembenahan dalah hal memperbaiki kelemahan yang ada dalam cooperative learning.

 

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ini disajikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut.

 

Simpulan

Cooperative learning dapat membuat kemajuan besar untuk para siswa ke arah pengembangan sikap, nilai, dan tingkah laku dalam berpartisipasi. Cooperative learning merupakan strategi pembelajran yang dilakukan beberapa orang untuk dibentuk menjadi satu kelompok. Selain itu, cooperative learning juga memiliki ciriyang perlu diperhatikan dalam proses belajar kelompok, meliputi

(1) setiap anggota memiliki peran yng penting dalam pelaksanaan kegiatan berkelompok ini,

(2) terjadi hubunganantar siswa,

(3) setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajar dengan kelompoknya,

(4) guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, dan

(5) guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan. Tujuan yang ada dalam model pembelajaran cooperative learning, yaitu untuk memperbaiki prestasi siswa atau tugas akademis lainnya.

Model pembelajaran cooperative learning mempunyai tahap langkah-langkah imlementasi yang dapatditerapkan kepada peserta didik. Langkah awal lebih mengfokuskan dalam pertimbangan dan penetapan target pembelajaran yang ingin dicapai. Kegiatan belajar juga memerlukan pengobservasian, selain itu pujian dan kritik positif juga diperlukan. Namun setelah kegiatan belajar tersebut terselesaikan, guru wajib memberikan refleksi diri dalam berjalannya pembelajaran tersebut.

Pada setiap model pembelajaran termasuk cooperative learning mempunyai beberapa kekurangan dan kelebihan. Hal tersebut dalam kelebihannya dapat mendukung adanya proses pembelajaran berkelompok. Kelebihan yang dimaksudkan adalah

(1) siswa memiliki sikap ketergantungan positif dengan teman kelompoknya,

(2) adanya pengakuan dalam merespon perbedaan pemikiran yang terjadi dalam kelompok belajar,

(3) siswa ikut terlibat langsung dalam merencanakan proses pembelajaran yang akan dilakukan dalamkegiatan belajar dan pengelolaan kondisi yang terjadi di dalam kelas.

Selain itu kelemahanya cooperative learning yaitu,

(1) selama kegitan diskusi kelompok berlangsung, pembahasan yang diperdebatkan akan meluas dan mengakibatkan tidak terkontrol waktu yang sudah ditentukan,

(2) saat diskusi di kelas, terkadang didominasi oleh satu orang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif. Dalam hal ini perlu adanya pembenahan untuk memperbaiki kelemahan yang ada dalam cooperative learning.

 

Saran

Pembelajaran cooperative learning merupakan suatu kegiatan belajar yang digunakan guru dalam proses belajar. Dalam hal ini siswa akan di berikan materi atau pemahaman oleh teman kelompoknya sendiri. Metode pembelajaran ini mengarahkan pada sikap, nilai, dan tingkah laku yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar.

Cooperative Learning dapat diterapkan untuk mengatasi degradasi moral dan karakter atau menurunnya nilai moral yang dimiliki para siswa. Dalam hal ini model pembelajaran cooperative learning bisa dijadikan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tahapan yang diberikan juga cukup tepat, karena guru tidak terlalu ikut campur hanya mengarahkan ini membuat siswa bisa belajar secara mandiri.

Suatu model pembelajaran cooperative learning, kelebihan yang dimiliki siswa bisa menempatkan pengetahuan yang dipunyai siswa dalam hasil aktivitas yang dilakukannya dalam kegiatan belajar kelompok. Selain itu, meodel pembelajaran cooperative learning dapat membuat siswa lebih menerima pendapat dari setiap individu, dapat bertangung jawab pada masing-masing individu. Model pembelajaran cooperative learning juga mempunyai kelemahan yang memerlukan pembenahan. Salah satu contohnya, yaitu siswa ada yang mendominasi saat berada di kelas. Hal tersebut mempengaruhi siswa yang lain dalam melakukan kegiatan belajar di kelas. Siswa yang lain juga mempunyai keinginan untuk bisa aktif saat di kelas.

 

DAFTAR RUJUKAN

Isjoni. 2011. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: ALFABETA

(Online) http://news.okezone.com/read/2016/04/04/65/1353426/siswa-tangerang-terima-pesan-berantai-kunci-jawaban-un-2016 Posted by admin On April 25, 2016.