SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DAMPAK PEMEKARAN DAERAH OTONOM KOTA BATU TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KOTA BATU

Muhammad Zanumahsa

Abstrak


ABSTRAK

 

Kesejahteraan masyarakat merupakan suatu proses yang harus terus ditingkatkan sehingga peradaban manusia selalu berkembang kearah yang lebih baik, salah satu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat diciptakan melalui pembentukan otonomi daerah atau pembentukan suatu wilayah melalui pemerintahan sendiri yang mandiri, seperti misalnya pembentukan Kota Batu sebagai Daerah Otonom. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) sejarah pemekaran daerah otonom Kota Batu, (2) Dampak Pemekaran Daerah Otonom Kota Batu Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kota Batu, (3) kendala dan solusi Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  tentang dampak pemekaran daerah otonom Kota Batu terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Batu, mendeskripsikan sejarah dan kronologi tentang pembentukan Kota Batu yang berumula hanya sebuah kecamatan menjadi sebuah Kota Otonom yang mandiri dengan kemajuan yang berkembang pesat didalamnya, mendeskripsikan tentang upaya Pemerintah Kota Batu dalam uapaya meningkatkan kesejahteaan masyarakatnya, kendala-kendala serta solusi dalam mengatasi kendala yang ada sehingga segera tercapai kesejahteraan sebagaimana yang diharapkan.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi.

Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama Kota Batu mempunyai proses sejarah yang panjang sebelum benar-benar menjadi Kota Otonom yang lepas dan mandiri dari Kabupaten Malang. Pembentukan Kota Batu merupakan upaya dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembentukan Kota Batu sebagai Daerah Otonom tak lepas dari potensi wilayah, sumber daya dan kekayaan alam yang luar biasa sehingga daerah ini layak dijadikan Kota Otonom guna mempercepat peningkatan kesejahteraan. Pada zaman kolonial belanda, Batu merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan, diawal kemerdekaan Batu merupakan sebuah Kecamatan yang merupakan bagian dari Kabupaten Malang, pada 1993 Kota Batu ditetapkan sebagai Daerah Administratif hingga tahun 1999, ditahun 1999 masyarakat Batu memperjuangkan agar Batu dibentuk sebagai Kota Otonom dan hasilnya Batu ditetapkan sebagai Daerah Otonom pada 2001. Kedua kesejahteraan yang telah direncanakan kini perlahan-lahan dapat diwujudkan oleh Pemerintah Kota Batu, terbukti dengan banyaknya pembangunan infrastruktur dan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan status sebagai Daerah otonom maka Kota Batu dapat mempercepat pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program yang disusun secara mandiri, dengan penetapan anggaran sendiri sehingga pembangunan dapat lebih cepat terealisasi, berbeda dengan ketika masih menjadi bagian dari Kabupaten Malang, Batu harus menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Malang sehingga pembangunan terkesan lambat, pemekaran ini juga berdampak pada pembangunan infrastruktur yang terus mengalami perbaikan bahkan jumlahnya secara statistik juga mengalami kenaikan, Ketiga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembentukan Daerah Otonom Kota Batu mengalami beberapa hambatan karena ketidakrelaan Pemerintah Kabupaten Malang yang akan banyak kehilangan PAD jika Batu lepas dari Malang, juga ketidakrelaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena mempunyai beberapa kepentingan di Kota Batu. Kendala lain yang dialami yaitu banyak pendatang di Kota Batu setelah Kota Batu terbentuk sehingga membuat eksistensi masyarakat Batu sedikit sulit bersaing. Kondisi sosial di masyarakat yang selalu berubah juga menjadi kendala dalam upayan meningkatkan kesejahteraan terutama pada politik yang tidak stabil, Keempat pada dasarnya tak ada permasalahan tanpa solusi, setidaknya itu yang selalu mendorong masyarakat Batu dalam upaya memperjuangkan pembentukan Kota Batu sehingga masyarakat Batu terus berusaha dan usaha tak kenal lelah masyarakat Batu dapat membuahkan hasil. Secara resmi Kota Otonom Batu terbentuk pada 17 Oktober 2001, dengan demikian Pemerintah Kota Batu berhak menentukan arah pembangunannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Solusi dari permasalahan peningkatan kesejahteraan melalui pembangunan infrastruktur adalah dengan terus membangun, terus menganggarkan pembangunan setiap tahun, beberapa pembanguan juga perlu disinergikan dengan program lain yang dianggap prospektif.

Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: untuk Pemerintah Kota Batu agar terus berupaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Kota Batu, meningkatkan pelayanan yang mudah dan tidak berbelit-belit sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan efisien. Bagi masyarakat Kota Batu agar tidak melupakan proses terbentuknya Kota Batu sebagai daerah Otonom dan terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kata Kunci: Pemekaran Daerah, Kota Otonom, Kesejahteraan Masyarakat