SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai Persatuan Indonesia yang terkandung dalam Upacara Nadran di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon

Azhari Maghfira Fauziyyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Upacara Nadran ialah suatu kegiatan yang digunakan sebagai alat oleh para nelayan untuk mensyukuri nikmat dan karunia-Nya pada hasil tangkapan tahun ini dan berharap tahun depan bisa lebih baik. Upacara Nadran memiliki tujuan yang sangat baik yaitu melestarikan budaya dan adat istiadat sebagai aset budaya khususnya Kabupaten Cirebon yang dikembangkan untuk dapat menjadi daya tarik pariwisata. Upacara Nadran memberikan banyak manfaat khususnya bagi masyarakat Desa Astana dan umumnya bagi masyarkat Cirebon salah satunya adalah menanamkan nilai persatuan Indonesia. Upacara Nadran dapat dikatakan sebagai kegiatan pembelajaran dalam masyarakat.

Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan Upacara Nadran di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, mendeskripsikan nilai persatuan Indonesia yang terkandung dalam Upacara Nadran di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Penelitian Ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer dalam mengumpulkan data-data dilapangan yaitu di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Nama dari sumber data tersebut yaitu Bapak Maulud Makhfudi, Bapak Zaenal Abidin, dan Bapak Nasirudin.

Hasil penelitian yang diperoleh adalah1) pelaksanaan Upacara Nadran yang diadakan setahun sekali pada bulan syuro ketika air laut  sedang pasang. Upacara Nadran sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati dan masih bertahan hingga sekarang. Makna Upacara Nadran di Desa Astana adalah sebagai ungkapan rasa syukur  terhadap nikmat dan karunia-Nya selama satu tahun dengan harapan ada perbaikan pada tahun yang akan datang, adapun proses-proses kegiatan dalam Upacara Nadran di Desa Astana yaitu pembacaan doa bersama yang dilakukan di pesambangan makam Sunan Gunung Jati, berdoa bersama di pancer jati dengan mengunakan perahu nelayan, ider-ideran atau karnaval sebagai visualisasi dari hasil karya nelayan serta masyarakat sekitar, pagelan seni tradisional Cirebon sebagai hiburan. 2) Nilai persatuan Indonesia yang terkandung dalam Upacara Nadran di Desa Astana, yaitu: menyatukan semua lapisan masyarakat yang berasal dari berbagai ki gede atau lurah baik yang ada di Desa Astana danKecamatan Gunung Jati juga yang berada di luar Kecamatan Gunung Jati, menyatukan semua lapisan masyarakat yang berasal dari berbagai ki gede atau lurah baik yang ada di Desa Astana dan Kecamatan Gunung Jati juga yang berada di luar Kecamatan Gunung Jati, proses pengambilan keputusan untuk menentukan waktu pelaksanaan Upacara Nadran dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat, unsur kerohanian yang kental terlihat saat pembacaan doa bersamaa dan saat pembacaan doa sedekah laut, pada prosesi ider-ideran serta pawai perahu terdapat unsur solidaritas dan kebersamaan yang kuat antara masyarkat dengan sultan dan para juru kunci, tradisi Upacara Nadran dijadikan sebagai kebudayaan lokal dari Cirebon yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk rasa cinta tanah air dan juga rasa nasionalisme.

Saran yang diberikan berdasarkan penelitian diatas ialah Pemerintah desa dan Kabupaten Cirebon untuk tetap meletarikan Upacara Nadran yang merupakan kearifan lokal masyarakat Desa Astana dari zaman dahulu hingga sekarang yang harus dijaga dan dilestarikan kalau perlu ditingkatkan setiap tahunnya.  Juru kunci makam Sunan Gunung Jati, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat untuk selalu membimbing masyarakat khususnya masyarakat yang telah mengikuti serangakaian Upacara Nadran untuk memperkenalkan tradisi, kesenian, dan budaya leluhur warga masyarakat khususnya Desa Astana umumnya masyarakat Kabupaten Cirebon untuk selalu melestarikan dan menjaga tradisi leluhur. Bagi para pembaca hendaklah apa yang telah dibahas penulis dijadikan sutau pengetahuan tentang persatuan Indonesia dalam kebudayaan daerah yang perlu dilestarikan. Pengetahuan tentang nilai persatuan Indonesia yang diperoleh hendaklah dijadikan tolak ukur dalam menyikapi berbagai budaya yang datang sebagai bentuk kearifan lokal dalam bertindak.