SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Masyarakat terhadap Pementasan Reyog Obyog sebagai Wujud Pelestarian Kesenian Daerah Kabupaten Ponorogo

Widya Ika Rahayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata kunci: Persepsi masyarakat, Reyog Obyog, kesenian daerah

 

ABSTRAK: Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang mempunyai kesenian daerah, yaitu Reyog Ponorogo. Reyog Ponorogo sebagai kesenian rakyat yang ditampilkan dengan beberapa versi, yaitu versi Reyog Festival dan versi Reyog Obyog. Atas dasar pembagian versi Reyog Ponorogo tersebut, maka masing-masing individu mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menanggapi versi Reyog Ponorogo tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap pementasan Reyog Obyog sebagai wujud pelestarian kesenian daerah Kabupaten Ponorogo.

Reyog Obyog merupakan hiburan masyarakat yang tidak memiliki aturan tertentu atau bersifat bebas dan spontan, sorotan utama pada pementasan Reyog Obyog adalah adanya Dhadhak Merak dan Jathil Obyog dengan pakaian khasnya. Edrekan adalah salah ciri khas pementasan Reyog Obyog, selain itu saweran juga biasa dilakukan untuk menambah kemeriahan. Pementasan yang cenderung bebas tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kebiasaan minum-minuman keras, selain itu adanya adegan edrekan dapat menimbulkan kesan yang kurang baik apabila dilihat oleh anak-anak. Namun, selain itu juga terdapat persepsi positif, yaitu dengan adanya Reyog Obyog dapat melestarikan warisan leluhur dan Reyog Obyog sampai saat ini masih menjadi suatu tontonan yang diminati.

 

 Keywords: Public perception, Reyog Obyog, local art.

 

ABSTRACT: Ponorogo regency is one of the regencies in East Java Province that has a regional artistry, namely Reyog Ponorogo. Reyog Ponorogo as a folk art that is displayed with several versions, namely the version of Reyog Festival and the version Reyog Obyog. On the basis of the division of Reyog Ponorogo version, then each individual has a different perception in response to Reyog Ponorogo version. This study aims to describe the public perception of Reyog Obyog performances as a form of preservation of local arts district Ponorogo.

Reyog Obyog is a community entertainment that has no specific rules or is free and spontaneous, the main highlight on the staging of Reyog Obyog is the existence of Dhadhak Merak and Jathil Obyog with their distinctive clothes. Edrekan is one of the typical staging of Reyog Obyog, besides saweran also commonly done to add festivity. Staging that tends to be free does not close the possibility to do drinking habits, in addition to the edrekan scene can cause a less good impression when seen by children. However, in addition there is also a positive perception, that is with the Reyog Obyog can preserve the ancestral heritage and Reyog Obyog until now still be a spectacle of interest.