SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Triple Helix Model Etatistik dalam Pelestarian Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri

Dyah Ayu Maulina

Abstrak


RINGKASAN

Maulina, Dyah Ayu. 2018. Triple Helix Model Etatistik dalam Pelestarian Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd., M.Si., (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si.

Kata Kunci: Triple Helix, Pelestarian, Tenun Ikat

            Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat dunia yang tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi sendiri membawa tantangan sekaligus peluang bagi semua bangsa, begitu halnya dengan bangsa Indonesia. Indonesia merupakan negeri yang tidak hanya melimpah kekayaan alamnya, namun juga kaya akan keberagaman etnis, bahasa, tradisi, adat istiadat dan kebudayaan. Salah satu produk budaya lokal Indonesia adalah kain tenun ikat.Tenun ikat masih dibuat secara tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Eksistensi tenun ikat ditengah arus modernisasi membuat kain tenun ikat semakin tenggelam. Oleh karena itu, perlu upaya dari berbagai aktor untuk pelestarian tenun ikat.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, (2) mendeskripsikan peran triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, (3) mendeskripsikan kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, (4) mendeskripsikan solusi dari kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan jenis penelitian deskriptif.Penelitian dilakukan di sentra tenun ikat Bandar Kidul di Jalan K.H. Agus Salim, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri. Pengumpulan data dilakukandengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat temuanpenelitian: (1) proses pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri meliputiproses produksi, diversifikasi produk, dan proses pendistribusian, dan upaya pengrajin dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri; (2) peran triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul. Aktor triple helix yaitu Pemerintah Kota Kediri, swasta, dan akademisi.Adapun peran Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam pelestarian tenun ikat BandarKidul Kota Kediri yaitu mewajibkan karyawan pada instansi pemerintah dan swasta di Kota Kediri menggunakan pakaian berbahan dasar tenun ikat Bandar Kidul pada setiap hari Kamis, pencanangan kampung industri tenun ikat Bandar Kidul, pembentukan Forum Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Keuangan Inklusif (FPUKI2K), pendanaan atau penyertaan modal, pelatihan, pameran, kemudahan legalitas usaha, penguatan keorganisasian UMKM, peningkatan produksi, pendampingan teknis, dan studi banding. Adapun peran swasta yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk adalahpenyedia internet, pelatihan internet. Adapun peran akademisi yaitu Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat; (3) kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri adalah Sumber Daya Manusia (SDM), pendaftaran hak cipta; (4) solusi dalam mengatasi kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul yaitu mencetak generasi muda yang peduli dengan budaya lokal daerah setempat, bangga memakai produk dalam negeri, sosialisasi pentingnya mendaftarkan hak cipta.

Berdasarkan temuan penelitian, peneliti memberikan saran agarmemperluas jaringan pemasaran dan menambah event promosi tenun ikat Bandar Kidul dengan disertai pemanfaatan jaringan internet dengan tepat.Pemerintah Kota Kediri perlu menggandeng pihak akademisi dalam membuat kebijakan, karena pihak akademisi dapat memberikan saran dan masukan dalam kebijakan yang akan dicanangkan oleh Pemerintah Kota Kediri.Untuk para pengrajin dan pemilik home industry yang usahanya berkembang dengan baik, hendaknya tetap mempertahakan dan lebih mengembangkan terobosan serta inovasi untuk mendapatkan respon positif dari masyarakat.Para pemilik home industry lebih menyadari akan pentingnya mendaftarkan hak cipta, agar tidak diplagiasi oleh pihak lain.Pemerintah dan pihak swasta perlu mendorong penyelenggaraan pendidikan kreatif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Selain itu juga menumbuhkembangkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap kerajinan tenun ikat Bandar Kidul agar sentra tenun ikat Bandar Kidul tidak mengalami gulung tikar.Peran pemerintah dalam melestarikan tenun ikat Bandar Kidul sudah baik sesuai dengan tugas dan kewenangan kelembagaannya. Namun perlu terobosan baru dalam upaya melestarikan tenun ikat Bandar Kidul agar program-program yang sudah terlaksana dapat berbeda dari tahun sebelumnya.