SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung

veni titasari

Abstrak


Titasari, Veni. 2018. Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:  (1) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H. (2) Dr.Yuniastuti, S.H., M.Pd.

Kata Kunci: efektifitas, mediasi, perceraian

Perkawinan adalah suatu hal yang sangat sakral dalam masyarakat, dan pada umumnya pernikahan hanya dilakukan satu kali dalam seumur hidup dan juga dengan satu orang pasangan.Akan tetapi dalam kenyataan yang terjadi di masyarakat tidaklah demikian,  banyak dikalangan masyarakat yang melupakan dari kesakralan pernikahan itu sendiri yang berujung pada perceraian. Untuk menyelesaikan sebuah perceraian maka harus dilakukan melalui Pengadilan. Dalam menyelesaikan sengketa atau perkara di pengadilan, maka jalan pertama yang ditempuh di sana akan ditawarkan sebuah bentuk perdamaian yang bernama mediasi dalam menyelesaiakan sengketa, perkara atau bahkan konflik. Mediasi merupakan salah satu proses penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan murah,  serta dapat memberikan akses keadilan yang lebih besar kepada para pihak dalam menemukan penyelesaian senketa yang memuaskan dan memenuhi rasa keadilan. Mediasi ini dilakukan oleh orang ketiga atau disebut mediator. Mediasi sudah masuk keranah Pengadilan yang didasari oleh Peraturan Mahkamah Agung No 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Di dalam Peraturan MahkamahAgung No 1 Tahun 2016 dijelaskan bagaimana tata cara mediasi sampai bagaimana cara kerja mediator di dalam pelaksanaan mediasi di Pengadilan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pelaksanaan perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung, (2) proses pelaksanaan mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung, (3) efektivitas penerapan mediasi di Pengadilan Agama Tulungagung dalam menyelesaikan perkara perceraian, (4) upaya yang dilakukan oleh Pengadilan Agama Tulungagung dalam mengefektifkan mediasi dalam menyelesaikan perkara perceraian.

Penelitian ini di laksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu (1) wakil Panitera dan (2) Mediator. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dari segi sumber data dan metode pengambilan data. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah: (1) Pelaksanaan mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung masih belum efektif. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor mulai dari faktor psikologis para pihak yang bersengketa, fasilitas dan sarana yang belum memadai, serta sedikitnya hakim mediator di Pengadilan Agama Tulungagung. Besarnya angka perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung menunjukkan betapa mediasi sangat diperlukan untuk mengatasi perkara tersebut. Dalam hal ini, efektifitas lembaga mediasi patut dipertanyakan sebagai lembaga yang diharapkan dapat menyelesaikan sengketa rumah tangga bagi para pihak yang berperkara sebelum perkara tersebut diproses dalam persidangan. (2) Pengadilan Agama Tulungagung telah melakukan beberapa upaya yakni setiap melaksanakan mediasi, Hakim mediator terlbeih dahulu menjelaskan maksud diadakannya mediasi kepada para pihak yang berperkara, menyediakan fasilitas dan sarana dalam melaksanakan mediasi yakni ruang mediasi serta papan nama Hakim mediator, meningkatkan kemampuan mediator dengan mengikuti sertifikasi mediator tingkat JawaTimur, memberikan insentif bagi hakim bagi hakim yang berhasil menjalankan fungsi mediator, dan menambah hakim mediator yang sudah memiliki sertifikasi agar seimbang dengan perkara yang masuk di Pengadilan Agama Tulungagung. Dan Kepada Pengadilan Agama, agar mengoptimalkan kinerja mediator dari hakim yang telah ditetapkan, serta melakukan evaluasi kinerja mediator secara rutin.