SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pemikiran Politik dan Hukum Menurut Pandangan Islamis Haji Agus Salim

Joe Nandra Nugraha

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugraha, Joe Nandra. 2017. Analisis Pemikiran Politik dan Hukum Menurut Pandangan Islamis H. Agus Salim.Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Arbaiyah Prantiyasih, M.Si (2)Drs. H. Suparman Adi Winoto,S.H, M.Hum.

 

Kata Kunci:Haji Agus Salim, Politik, Hukum, Pandangan Islamis.

 

Analisis Pemikiran Politik dan Hukum Menurut Pandangan Islamis H. Agus Salim. Tujuan dari kajian ini untuk mendiskripsikan (1) Latar belakang pemikiran politik dan hukum Haji Agus Salim, (2) Pemikiran politik menurut pandangan islamis Haji Agus Salim,

(3) Pemikiran hukum menurut pandangan islamis Haji Agus Salim.

Metode kajian dalam penelitian pustaka ini adalah menggunakan model kepustakaan atau library research. Penulisan karya ilmiah ini didasarkan pada hasil studi terhadap buku-buku yang membahas pemikiran politik dan hukum Haji Agus Salim dan beberapa bahan pustaka yang relevan dan langkah-langkah yang digunakan (1) Menyiapkan alat perlengkapan (2) Menyusun bibliografi kerja (3) Mengatur waktu (4) Membaca dan membuat catatan penelitian.Data yang diperoleh dari sumber-sumber pustaka diinterpretasikan, digabungkan, dibandingkan dan ditelaah sehingga menghasilkan suatu kesimpulan mengenai hal yang dikaji.

Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama Haji Agus Salim, merupakan seorang tokoh Republik Indonesia. Pemahaman beliau dalam Islam semakin kental ketika beliau bekerja di Arab Saudi, tempat yang paling pas untuk menimba ilmu agama Islam. Selanjutnya, pada tahun 1912, Haji Agus Salim pulang ke daerah asalnya da tidak lama kemudian Haji Agus Salim diminta Pemerintah Kolonial Belanda untuk mencari data tentang H.O.S Cokroaminoto dan Sarekat Islam (SI), Tidak disangka bahwa ketika Haji Agus Salim berkenalan dengan H.O.S Cokroaminoto, keduanya semakin dekat dan akhirnya Haji Agus Salim masuk menjadi anggota SI (Sarekat Islam). Kedua Pemikiran Haji Agus Salim dalam bidang politik sangat nampak ketika beliau aktif menjadi anggota SI (Sarekat Islam), pada masa itu sangat sering terjadi konflik, baik konflik yang terjadi di dalam tubuh SI (Sarekat Islam) sendiri, maupun konflik yang terjadi antara SI (Sarekat Islam) yang merupakan kelompok nasionalis Islam dengan kelompok nasionalis. KetigaAda beberapa hal yang mewarnai pemikiran hukum menurut pandangan Islamis Haji Agus Salim, yang pertama adalah masalah tabir, perkawinan dan perempuan, kedua adalah masalah sikap polisi dan hakim dalam menegakkan hukum kepada rakyat, ketiga adalah masalah perang dan jihad, keempat adalah Haji Agus Salim sebagai bapak bangsa. Haji Agus Salim merupakan salah satu tokoh yang sangat dihormati karena keintelektualan beliau dalam berbagai bidang. Beliau menjadi penghalus bahasa dalam penyusunan batang tubuh UUD 1945 bersama Djajaningrat dan Soepomo. Beliau juga aktif menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) hingga menjadi anggota Panitia Sembilan yang pada akhirnya melahirkan Preambule atau Pembukaan UUD 1945.

Saran yang diberikan penulis adalah (1) Pemikiran politik Haji Agus Salim sebagai tokoh nasionalis Islam bisa menjadi pedoman bagi berbagai golongan karena pemikiran politik beliau sangat sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Bagi golongan nasionalis saat ini, harus mengingat bahwa nasionalis yang keterlaluan dapat jatuh kearah chauvinisme, dan bagi golongan Islam juga harus mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang menganut paham nasionalisme, agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia (2) Haji Agus Salim yang memiliki intelektualitas tinggi terutama dalam bidang bahasa hingga beliau menjadi penghalus bahasa dalam penyusunan UUD 1945 harus diingat oleh para penerus bangsa sehingga para penerus bangsa saat ini tidak boleh dengan mudahnya berusaha merubah sebagian atau seluruhnya UUD 1945 apalagi hanya untuk keuntungan pribadi/kelompok (3)Sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati oleh Bangsa Indonesia, hingga beliau memiliki gelar “The Grand Old Man”, sumbangan Haji Agus Salim terhadap negara ini harus tetap dijaga dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Pemikiran Haji Agus Salim dalam banyak hal tidak hanya menjadi sekedar pemikiran melainkan harus menjadi pedoman bagi para penerus bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terutama dalam bidang politik dan hukum.