SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

NILAI-NILAI PANCASILA DALAM ADAT RITUAL GEBUG MALEM DI DESA KLIPANG KECAMATAN NGLUYU KABUPATEN NGANJUK

NAWANG DWIPARVITA SARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiap suatu daerah pasti memiliki sejarah adat istiadat kebudayaan masing-masing disetiap daerahnya yang dipercaya atau bahkan ditakuti oleh masyarakatnya apabila tidak ditaati dan dijalankan dengan baik oleh masyarakatnya. Bahkan kebudayaan di setiap daerah itu sendiri pasti juga memiliki dan mengandung nilai-nilai didalam kebudayaan tersebut. Nilai-nilai tersebut dapat meliputi nilai-nilai kearifan lokal dalam kebudayaan tersebut bahkan sampai dengan nilai-nilai Pancasila yang menyelimuti disetiap kebudayaan di Indonesia ini. Nilai-nilai Pancasila terdapat didalam kebudayaan Adat Ritual Gebug Malem di Desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk. Selain nilai-nilai kearifan lokal yang mungkin juga terdapat didalamnya, disini nilai-nilai Pancasila juga terdapat di dalam Adat Ritual Gebug Malem juga. Yang didalamnya ditemukan nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, nilai Keadilan.

   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan sejarah Adat Ritual Gebug Malem,  dan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam Adat Ritual Gebug Malem di Desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan rancangan  penelitian studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh yaitu informan, peristiwa, dan dokumen. Informan disini yaitu informan dari juru kunci, para panitia Adat Ritual Gebug Malem dan tokoh masyarakat dan data sekunder berupa dokumen yang berkaitan dengan Adat Ritual Gebug Malem. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengujian data dengan membandingkan antara wawancara, observasi, dan dokumentasi.

            Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, Sejarah berdirinya desa Klipang sebelum munculnya adat ritual gebug malem. Kedua, prosesi pelaksanaan adat ritual gebug malem di desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk yang dilaksanakan dengan di wakili beberapa orang untuk masuk ke dalam cungkup punden dengan membawa keperluan yang dibutuhkan untuk memanjatkan do’a didalam kemudian juga masyarakat lainnya menunggu di depan halaman cungkup punden. Ketiga, nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam adat ritual gebug malem di desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk ini terdapat nilai-nilai dari sila ke satu Ketuhanan sampai nilai ke lima Keadilan yang dapat dilihat dari sisi nilai ke satu yaitu masyarakat yang memanjatkan do’a bersama kepada Tuhan YME, nilai kedua dilihat dari setiap manusia satu dengan manusia yang lainnya yang saling menghargai, dilihat dari nilai ketiga masyarakat yang berkumpul menjadi satu untuk memanjatkan do’a bersama, dilihat dari nilai ke empat masyarakat yang saling menghargai untuk mengajukan pendapatnya dalam pelaksanaan kegiatan, dilihat dari nilai ke lima masyarakat yang saling adil tanpa dibeda-bedakan karena setiap masyarakat dapat mengikuti kegiatan tersebut. Keempat, persepsi masyarakat terhadap adat ritual Gebug Malem di Desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk ini menuai persepsi yang baik karena masyarakatnya menghargai kegiatan rutin pemanjatan do’a ini dan sudah menjadi kegiatan yang turun temurun.Kelima, kendala dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam adat ritual Gebug Malem  di Desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk dilihat dari peserta pemanjatan do’a yang diikuti dari sebagian jumlah masyarakat yang ada dan sebagiannya lebih banyak dari kalangan muda yang lebih mementingkan untuk bermain daripada mengikuti kegiatan rutin ritual tersebut. Keenam, upaya dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam adat ritual Gebug Malem di Desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk kepala desa maupun juru kunci tidak mau memaksakan setiap manusia untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut harus didasari oleh kesadaran diri sendiri apabila kesadarannya sudah baik maka nilai-nilai Pancasila dapat berjalan dengan baik.

Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini sebagai berikut. Bagi pihak generasi muda agar generasi muda penerus bangsa, dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah. Mengingat banyak nya kebudayaan luar yang  masuk ke Indonesia, oleh karena itu pemuda-pemuda Indonesia harus memiliki rasa cinta kebudayaan bangsa serta mulai menumbuhkan dan mengembangkan gerakan peduli dan cinta kebudayaan. bagi pihak fakultas ilmu sosial hasil penelitian ini agar dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi peneliti di bidang kebudayaan sebagai tambahan referensi, bagi pihak pengelola kegiatan Adat Ritual Gebug Malem dan Masyarakat Desa Klipang Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk Melihat jumlah jiwa desa Klipang melebihi dari angka dua ribu jiwa namun yang mengikuti kegiatan Adat Ritual Gebug Malem hanya sebagiannya saja seharusnya masyakarat Desa Klipang semuanya harus memiliki  kesadaran  untuk mengikuti kegiatan Adat Ritual Gebug Malem tersebut. Karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan penghormatan dan pemanjatan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa.