SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PROGRAM PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NGAWI DALAM PENGEMBANGAN WISATA SEJARAH BENTENG PENDEM (BENTENG VAN DEN BOSCH)

Khoirul Murismawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Bangsa Indonesia dewasa ini menyadari pentingnya pendidikan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia secara optimal untuk menjadikan insan pembangunan yang berkualitas dan berkarakter. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan oleh pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, keberadaan sekolah sebagai lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu pengembangan karakter yang menjadi aspek Pendidikan Kewarganegraan adalah pengembangan civic disposition yang dapat dikembangkan pula pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, dan (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari.

Pendekatan dan jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan lalu diverifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik.

Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari karakter publik maupun karakter privat. Karakter publik yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari kepedulian sebagai warga negara, patuh terhadap aturan yang berlaku, berpikir kritis, kemauan untuk mendengar, bernegosiasi, dan berkompromi, serta melakukan tugas kepemimpinan sesuai dengan bakat dan kemauan. Sedangakan karakter privat yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari adalah bertanggung jawab, disiplin diri, menghargai, mandiri dan jujur. (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari dilakukan melalui kegiatan penempuhan SKU Bantara dan laksana, kemah hijau, pengabdian, kegiatan rutin pra-latihan, diskusi, rapat rutinan, konseling, jota-joti, dam latihan gabungan. (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari disebabkan oleh masalah kurangnya dukungan dari sekolah, kesibukan anggota Pramuka yang mengikuti lebih dari satu ekstrakurikuler, sehingga peserta didik tersebut sering meninggalkan waktu latihan Pramuka, minat dan antusias dari peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstraklurikuler Pramuka, hal itu terbukti dari ratusan peserta didik di SMAN 1 Purwosari hanya ada 50-80 orang yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Hambatan yang terakhir, dikarenakan perspektif peserta didik terhadap ekstrakurikuler Pramuka yang menganggap bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka itu menyusahkan karena banyaknya kegiatan penempuhan ataupun kegiatan Pramuka yang hanya bernyanyi dan bermain.

Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara  lain: Kegiatan latihan kepramukaan yang dilaksanakan di SMAN 1 Purwosari harus lebih bervariasi lagi, agar kegiatan kepramukaan yang telah dilaksanakan tersebut tidak terkesan monoton; Perlu adanya sosialisi ekstrakurikuler Pramuka kepada peserta didik sehingga dapat menarik minat dan mengubah perspektif peserta didik mengenai ekstrakurikuler Pramuka; Sekolah seharusnya lebih mendukung ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan karakter pada peserta didik dengan cara memasukkan pendidikan kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib sesuai yang dicanangkan dalam Kurikulum 2013.

 

Sejarah adalah suatu titik tolak atau tolak ukur yang dapat mengkaji segala hal, baik yang sudah terjadi beberapa masa lampau maupun memprediksi masa yang akan datang. Oleh adanya suatu sejarah, bangunan atau peristiwa tertentu dapat diketahui asal-muasalnya. Sangatlah penting menjaga dan melestarikan sejarah. Adapun cara yang tepat untuk menyajikan sejarah agar tak terlupakan adalah dengan mengkaitkannya dengan pariwisata. Jenis pariwisata tersebut adalah wisata sejarah. Dimana objek sejarah dikemas menjadi objek wisata, yaitu objek wisata sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data yang didapat melalui hasil lapangan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari pengunjung, pengelola dan kalangan pemerintah daerah. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui fakta peristiwa yang terjadi dilapangan dan dokumen yang mendukung. Instrument peneliti dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut Miles and Huberman, dengan langkah awal pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan temuan dilakukan dengan dengan cara ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa (1) Kondisi Benteng Van Den Bosch saat ini kurang baik, dikarenakan faktor usia juga belum terlaksananya rencana perbaikan benteng. (2) Pemerintah sudah mengupayakan beberapa kegiatan untuk mengembangkan benteng, diantaranya melalui uji material, revitalisasi, ekskavasi dan promosi. (3) Kedepannya pemerintah akan melancarkan kegiatan pelestarian, pemugaran dan pengembangan benteng, dengan pemanfaatan yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan ada peran serta pengunjung, pengelola dan pemerintah guna mengembangkan dan melestarikan keberadaan Benteng Van Den Bosch. Utamanya dari pihak pengelola agar segera memberikan izinnya guna melancarkan program pemerintah daerah untuk mengembangkan benteng.