SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Program Kabupaten Layak Anak (KLA) Untuk Mewujudkan Perlindungan Anak di Kabupaten Pasuruan

Ahmad Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifin, Ahmad. 2017. Implementasi Program Kabupaten Layak Anak (KLA) Untuk Mewujudkan Perlindungan Anak di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, S.H, M.Hum, (II) Drs. KT. Diara Astawa, S.H, M.Si.

 

Kata Kunci: Kabupaten Layak Anak (KLA), Perlindungan Anak, Hak-hak anak

 

Anak merupakan generasi penerus bangsa dan juga generasi yang akan mengambil peran bagi bangsa dan negara dimasa yang akan datang.  Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah, dan negara. Maka dari itu perlu sebuah upaya untuk melindungi dan memelihara keberadaan anak serta mendorong kesejahteraan anak dalam jangka panjang yang penting demi terwujudnya kualitas kehidupan manusia kini dan nanti yang lebih baik lagi. Anak merupakan awal mata rantai yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa di masa depan. Oleh karena itu, mempersiapkan generasi penerus sebagai pewaris bangsa yang berkualitas berarti membangun dan mensejahterakan kehidupan anak sedini mungkin. Membangun anak tanpa kekerasan pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh orangtua, tenaga pendidik, guru, dan pendamping anak. Terutama, dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa membedabedakan (diskriminasi), memberikan yang terbaik bagi anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak serta menghargai hak-hak anak. Oleh karena itu dengan semakin maraknya tindak pelanggaran terhadap anak menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Kabupaten Pasuruan yang selanjutnya mendeklarasikan menjadi Kabupaten Layak Anak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi Penelitian ini berada di Dinas KBPP Kabupaten Pasuruan di karenakan dinasyang ditunjuk langsung melalui peraturan Bupati pasuruan sebagai pelaksana gugus tugas kabupaten layak anak. Sumber data yang diperoleh yaitu manusia, dokumen dan peristiwa. Informan yaitu kepala perlindungan perempuan dan anak dinas KBPP Kabupaten Pasuruan beserta masyarakat. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan diakhiri dengan memberikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan pengamatan, melakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik dengan membandingkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Dalam pelaksanaan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Pasuruan sudah berada dijalur yang sudah ditentukan tinggal mengevaluasi dari program yang telah dijalankan sehingga Kabupaten Pasuruan layak mendapatkan status Kabupaten Layak Anak meskipun tidak mungkin mengurangi angka pelanggaran terhadap anak menjadi 0 kasus tetapi semua yang telah dipersiapkan oleh berbagai pihak yaitu dari Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat mencapai satu tujuan yaitu Kabupaten Pasuruan yang layak dan ramah terhadap anak.

Kedua, Program yang terkait dengan pelaksanaan Kabupaten Layak Anak adalah  yang telah dilakukan sampai sekarang yaitu sosialisasi konvensi hak anak dengan membentuk Forum Anak ditiap-tiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan dan membuat inovasi baru yang disebut dengan program: SAKERA JEMPOL yang singkatan dari Sadari Kekerasan Perempuan dan Anak Dengan Jemput Bola.

Ketiga, masih terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaan forum anak yaitu naik turunnya antusiasme anggota Forum Anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan Forum Anak, tampaknya dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu: masalah waktu, motivasi individu, dukungan orang tua, kegiatan di sekolah, dan pendampingan/pembinaan. Serta peran orang dewasa sangat dominan dan juga Keengganan orang dewasa yang duduk dipemerintahan untuk menerima ide, gagasaan, atau pendapat anak masih kental dirasakan. Kurangnya kesadaran dan kepeduliandalam lingkungan masyarakat khususnya yang berada di pedesaan. Lambatnya pelaporan, pelayanan dan pendampingan. Serta minimnya masyarakat yang mengetahui adanya lembaga pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak di kabupaten pasuruan.

Keempat, untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Pasuruan yaitu: 1) melakukan kegiatan yang edukatif misal: mengajak anggotaforum anak study banding dan melakukan kegiatan sosial, 2) motitoring dan evalusi dalam kegiatan musrembang sehingga suara anak-anak dapat juga didengar oleh orang dewasa, 3) komitmen pemerintah sangat diperlukan melalui aturan dan inovasi di lapangan, 4) sosialisasi dan komunikasiyang melibatkan dari dinas/instansi serta masyarakan dan juga penggunaan media sosial.