SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA KEDIRI DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PRODAMAS DI KELURAHAN SETONOPANDE, KECAMATAN KOTA, KOTA KEDIRI

Depril Aka Laksana

Abstrak


ABSTRAK

 

Laksana Aka, Depril. 2017. Kebijakan Pemerintah Kota Kediri Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat melalui Prodamas di Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi PPKn, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum (2) Yuniastuti, S.H, M.Pd

 

Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, Pemberdayaan Masyarakat, Prodamas

 

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui beberapa kegiatan antara lain peningkatan prakarsa dan swadaya masyarakat, perbaikan lingkungan, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, serta kegiatan-kegiatan masyarakat yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menaikan hasil produksinya.

Dalam memberdayakan masyarakat di Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri membuat kebijakan tentang Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) yang terdapat pada Peraturan Walikota Kediri Nomor 40 Tahun 2014 jis Peraturan Walikota Kediri Nomor 53 Tahun 2014 jis Peraturan Walikota Kediri Nomor 2 Tahun 2016 jis Peraturan Walikota Kediri Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat. Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota, Kota Kediri merupakan tempat yang di pilih oleh peneliti untuk diadakannya penelitian tentang Kebijakan Pemerintah Kota Kediri dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui Prodamas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan (1) pemberdayaan masyarakat sebelum adanya Prodamas; (2) Prodamas dalam memberdayakan masyarakat; (3) dampak adanya Prodamas bagi masyarakat; dan (4) faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung adanya Prodamas bagi pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Setonopande, Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Didalam penelitian ini pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif.Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah model analisis data Miles dan Huberman, yang terdiri dari pengumpulan data, kondensi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan Perluasan partisipasi, Ketekunan observasi dan Triangulasi.

Hasil dari penelitian ini (1) Pemberdayaan masyarakat sebelum adanya Prodamas di Kelurahan Setonopande ada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) dengan program di dalamnya dinamakan Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP); (2) Prodamas dalam memberdayakan masyarakat meliputi 3 bidang pemberdayaan, yang pertama pemberdayaan di bidang infrastruktur, yang kedua di bidang ekonomi dan yang ketiga di bidang sosial. Dimana program pemberdayaan berawal dari usulan masyarakat lewat forum rembug warga; (3) Dampak adanya Prodamas bagi masyarakat bisa dirasakan langsung dan tidak langsung oleh masyarakat. Beberapa program pemberdayaan di bidang ekonomi tidak bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyrakat. Dengan adanya Prodamas masyarakat menjadi sangat terbantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari; dan (4) Faktor-faktor yang menjadi penghambat Prodamas bagi pemberdayaan masyarakat meliputi perbedaan pendapat antar warga pada saat diselenggarakannya rembug warga, partisipasi warga dalam menghadiri rembug warga, harga barang yang di RAB-kan tidak sesuai dengan harga yang di lapangan dan wilayah yang digunakan untuk menajalankan Prodamas berstatus bukan hak milik. Dan untuk faktor pendukungnya yaitu partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan di bidang infrastruktur terutama di pembangun fisiknya. Partisipasi masyarakat berupa bantuan tenaga kerja dan konsumsi dalam proses pembangunan.

Saran dari peneliti untuk Pemerintah Kota Kediri pagu dana yang dipergunakan untuk Prodamas lebih baik jangan ada batasan untuk pemberdayaan di bidang tertentu harus sekian persen dari pagu dana, sehingga masyarakat lebih bisa mengoptimalkan pagu dana dari prodamas untuk pemberdayaan masyarakat. Untuk Lurah Setonopande seharusnya memonitoring kelanjutan program yang disusulkan oleh masyarakat untuk pemberdayaan masyarakat khususnya di bidang ekonomi dan sosial. Untuk Ketua RT di Kelurahan Setonopande hendaknya lebih mensosialisasikan inventarisasi RT yang didapat dari usulan Prodamas di papan pengumuman, bertujuan agar semua warga mengetahui inventarisasi RT apa saja yang dipunyai oleh RT. Dan untuk masyarakat Kelurahan Setonopande harus lebih meningkatkan partisipasi dalam menghadiri acara rembug warga, dan usulan-usulan yang diusulkan dalam rembug warga jangan mementingkan kepentingan pribadi, melainkan harus mementingkan kepentingan bersama. Sehingga semua masyarakat bisa merasakan bersama.