SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo

Desi Fita Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitasari, Desi. 2017. Peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH., MH. (II) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH.

 

Kata kunci: Dinas Perikanan, konservasi, rehabilitasi, terumbu karang, Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo

 

Pulau Gili Ketapang telah menjadi salah satu objek wisata bahari Kabupaten Probolinggo sejak pertengahan 2017. Masyarakat Gili Ketapang, kini mulai memiliki kesadaran akan lingkungan. Meskipun demikian, kerusakan terumbu karang masih dapat terjadi karena jangkar nelayan dan pola perilaku yang berbeda dari wisatawan yang berkunjung. Oleh sebab itu, pentinglah untuk tetap menjaga dan melindungi kelestarian terumbu karang agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi generasi saat ini dan akan datang. Pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi memerlukan tanggung jawab serta kerjasama antara pihak-pihak terkait. Salah satu pihak yang terkait dalam hal tersebut adalah Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (2) apakah faktor penghambat peran Dinas Perikanan dalam konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (3) bagaimanakah upaya Dinas Perikanan dalam mengatasi faktor penghambat konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tiga hal, yaitu: (1) mengetahui peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (2) mengetahui faktor penghambat peran Dinas Perikanan dalam konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (3) mengetahui upaya Dinas Perikanan dalam mengatasi faktor penghambat kegiatan konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo.  

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah manusia, meliputi Kepala Seksi Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa Pulau Gili Ketapang, dan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Gili Bahari. Selain itu, bersumber dari dokumen dan peristiwa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi.

Hasil analisis dalam penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama,  Peran Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo dalam konservasi dan rehabilitasi terumbu karang adalah pengawasan terhadap kawasan konservasi dan rehabilitasi terumbu karang yang diwujudkan melalui monitoring, evaluasi, sosialisasi dan pembinaan. Kedua, faktor penghambat dalam pelaksanaan peran Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo adalah faktor eksternal berupa sampah kiriman yang terus berdatangan ketika musim penghujan tiba. Ketiga, upaya yang dilakukan oleh Dinas Perikanan untuk mengatasi faktor penghambat tersebut adalah dengan menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah sumber datangnya sampah agar turut membantu menghentikan masuknya sampah berlebihan ke perairan laut.

            Saran peneliti kepada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo dalam melaksanakan sosialisasi dan pembinaan tentang pentingnya terumbu karang bagi kehidupan manusia dan sumber daya perikanan di laut agar ditingkatkan frekuensinya, sehingga pemanfaatan sumberdaya alam yang ada di laut dapat dimanfaatkan secara terpadu dan berkelanjutan. Bagi masyarakat diharapkan tidak membuang sampah ke sungai ataupun laut agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan laut.