SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERAN GUBUK BACA LENTERA NEGERI (GBLN) DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI PERMAINAN TRADISOINAL WAYANG SUKET STUDI DI DESA JABUNG KABUPATEN MALANG

Rully Anas Ramadhan

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadhan, Rully Anas. 2017. Peran Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila melalui Permainan Tradisional Wayang Suket, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi PPKn, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, M. Pd, M.Si, (2) Dr. Edi Suhartono, SH, M.Pd.

 

Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN), Permainan Tradisional, Wayang Suket, Nilai-Nilai Pancasila

 

Pendidikan menjadi salah satu faktor perkembangan dan kemajuan negara selain kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat di negara tersebut. Oleh karena itu semua elemen masyarakat sangatlah menginginkan berubahan perubahan dalam bidang kesehatan ekonomi dan pendidikan menuju arah yang lebih baik dan merata disetiap daerah dan disetiap elemen dalam masayrakat.

Pentingnya pendidikan Pancasila juga sebagai rambu-rambu norma dalam berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat agar tercapainya keselarasan dalam kehidupan. Pendidikan Pancasila dalam penilaian ini ditujukan pada peran Pancasila sebagai landasan moral setiap lapisan masyarakat, sehingga diharapkan nantinya setiap perilaku masyarakat sesuai dengan dasar negara yakni Pancasila.

Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memfokuskan kegiatannya dalam bidang pendidikan, sosial budaya dan lingkungan. Agar masyarakat nantinya dapat berkembang dan mandiri dalam kehidupannya. Tidak hanya sekedar membaca kegiatan dalam Gubuk Baca Lentera Negeri sendiri yakni melestarikan kebudayaan seperti permainan tardisional.

Permainan tradisional berasal dari kebudayaan tersebut suatu tempat tersebut. Kebudayaan setiap daerah berbeda dengan daerah lain. Permainan wayang sendiri sangat banyak ditemukan didaerah Jawa, banyak sekali jenis jenis wayang seperti: wayang kulit, wayang golek, wayang orang dan lain sebagainya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui permainan wayang suket yang ada di Gubuk Baca Lentera Negeri, (2) mengetahui peran Gubuk Baca Lentera Negeri dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakan permainan tradisional wayang Suket, (3) mengetahui nilai-nilai Pancasila apakah yang terkandung dalam permainan tradisional wayang Suket yang di maksud oleh Gubuk Baca Lentera Negeri.

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Lokasi penelitian adalah tempat dimana dilakukannya penelitian. Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah desa binaan Gubuk Baca Lentera Negeri yakni, desa Sukolilo Kecamatan Jabung, desa Gunung Kunci Kecamatan Jabung, warga Gang Tato Jabung, desa Taji, dan didesa Tebelo Kecamaatan Pakis. Desa binaan Gubuk Baca Lentera Negeri berada dalam satu wilayah Kabupaten Malang.Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi.

Temuan penelitian menghasilkan tiga pembahasan, yaitu (1) bagaimana permainan wayang suket yang ada di Gubuk Baca Lentera Negeri, (2) peran Gubuk Baca Lentera Negeri dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakan permainan tradisional wayang Suket, (3) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam permainan tradisional wayang Suket yang dimaksud oleh Gubuk Baca Lentera Negeri.

Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah perlu adanya perhatian yang serius dalam pendidikan luar sekolah, karena melalui pendidikan seperti di Gubuk Baca Lentera Negeri dapat menananamkan nilai-nilai moral Pancasila dan pelestarian kebudayaan yang menjadi pendukung pendidikan formal sehingga masyarakat akan lebih matang dalam pendidikan, kebudayaan dan perekonomian.