SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Tradisi Berjualan Nasi Boran Sebagai Ikon Masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan

Anniza' Mariatul Insiyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Insiyah, Anniza’, Mariatul. 2017. Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Tradisi Berjualan Nasi Boran Sebagai Ikon Masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (2) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si

 

Kata Kunci : Nilai, Tradisi, Jual Beli, Nasi Boran

 

Nilai adalah seperangkat keyakinan dan sikap-sikap pribadi seseorang tentang kebenaran, keindahan, dan penghargaan dari suatu pemikiran, objek atau perilaku yang berorientasi pada tindakan dan pemberian arah serta makna pada kehidupan seseorang. Tradisi dalam pengertian sederhana adalah sesuatu yang dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Jual beli adalah suatu persetujuan antar dua pihak, pihak yang satu menyanggupi menyerah kan suatu barang, sedang pihak lain menyanggupi membayar harga yang sudah ditentukan, seperti jual beli nasi boran. Nasi boran adalah makanan tradisional yang berasal dari Kota Lamongan, Jawa Timur. Kata boran atau boranan ini berasal dari tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Populernya nasi boran dan minat yang besar dari para pembeli menjadi dari para pembeli menjadi salah satu alasan utama masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan mengambil peluang sebagai pedagang.

Adapun tujuan penelitian adalah (1) mengetahui asal usul tradisi berjualan nasi boran pada masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan, (2) mengetahui proses tradisi berjualan nasi boran sebagai ikon masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan, (3) mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi berjualan nasi boran pada masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan data dilakukan dengan teknik triangulasi metode, triangulasi waktu, dan menggunakan bahan referensi.

Hasil penelitian ini menunjukkan (1) asal-usul tradisi berjualan nasi boran pada masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan yaitu: a) nasi boran makanan keramat, b) nasi boran makanan yang diperjualbelikan, c) diperjualbelikan secara turun temurun, (2) proses tradisi berjualan nasi boran sebagai ikon masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan yaitu: a) mencari modal berjualan nasi boran, b) membeli perlengkapan berjualan nasi boran, c) memasak nasi boran, d) berangkat ke tempat berjualan nasi boran, e) berjualan nasi boran, (3) nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi berjualan nasi boran pada masyarakat Dusun Kaotan Desa Sumberejo Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan yaitu: a) nilai ekonomi, b) nilai kekeluargaan, c) nilai religius, d) nilai toleransi,

e) nilai kerja keras, f) nilai keadilan, g) nilai kesabaran, h) nilai kerjasama.

Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah agar Dinas Pariwisata Lamongan lebih giat mempromosikan nasi boran, pemerintah setempat memberikan bantuan modal lewat koperasi atau dana desa, dan agar penjual nasi boran tetap mempertahankan tradisi berjualan nasi boran yang telah ada secara turun temurun dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lebih baik lagi, dan agar generasi muda tetap menyukai makanan tradisional seperti nasi boran.