SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Lembaga Yatim Mandiri dalam Pemberdayaan Masyarakat Kediri pada Bidang Pendidikan

Fransisca Ana Wijayanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Wijayanti, Fransisca Ana. 2017. Peranan Lembaga “Yatim Mandiri” dalam Pemberdayaan Masyarakat Kediri pada Bidang Pendidikan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum, (II) Dr. Yuniastuti, S.H., M.Pd.

 

Kata Kunci: peran, lembaga swadaya masyarakat, pemberdayaan, masyarakat, bidang pendidikan

 

Angka partisipasi masyarakat Kediri masih kurang dalam hal pendidikan. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pendidikan serta juga disebabkan oleh meninggalnya kepala keluarga. Terdapat banyak lembaga swadaya masyarakat yang tersebar di Indonesia yang berkontribusi langsung dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Yatim Mandiri merupakan lembaga swadaya masyarakat yang ada di Indonesia yang salah satu cabangnya berada di wilayah Kediri. Bidang pendidikan merupakan salah satu sasaran dari Yatim Mandiri. Berkaitan dengan itu, maka penulis mengangkat judul peran Yatim Mandiri dalam pemberdayaan masyarakat Kediri pada bidang pendidikan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya lembaga Yatim Mandiri, (2) peran lembaga Yatim Mandiri dalam pemberdayaan masyarakat Kediri pada bidang pendidikan, (3) pelaksanaan program lembaga Yatim Mandiri dalam bidang pendidikan, (4) kendala yang dihadapi lembaga Yatim Mandiri dalam bidang pendidikan, (5) upaya mengatasi kendala yang dihadapi lembaga Yatim Mandiri dalam bidang pendidikan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen penelitian. Peneliti memilih lokasi penelitian di wilayah Kediri. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu sumber data primer yang didapat dari hasil wawancara dan sekunder yang didapat dari hasil observasi dan dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan dnegan 3 teknik, yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan trianglasi teknik. Dalam penelitian ini terdapat 4 tahap, yaitu tahap sebelum ke lapangan, tahap kegiatan lapangan, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan.

Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, sejarah berdirinya Yatim Mandiri yang awalnya bernama Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Panti Asuhan Islam dan Anak Purna Asuh atau yang disebut YP3IS. YP3IS didirikan oleh para guru ngaji panti yang tujuan didirikannya adalah untuk memandirikan anak yatim karena mereka prihatin terhadap kehidupan anak panti yang setelah lulus SMA/sederajat hidupnya tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya. Oleh sebab itu, mereka ingin membantu anak-anak tersebut agar hidupnya dapat lebih sejahtera. Yatim Mandiri bergerak dalam 3 bidang kehidupan yaitu bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang sumber dananya didapat dari dana zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf (ZISWAF). Kedua, Yatim Mandiri berperan dalam memberikan bimbingan belajar (bimbel), bantuan dana pendidikan, pendidikan akhlak, kegiatan genius ceria, Pendampingan Lulus Ujian Sekolah (PLUS), dan bantuan alat sekolah. Ketiga, Yatim Mandiri memiliki 6 program dalam bidang pendidikan yaitu program Sanggar Genius yang berhubungan dengan pendidikan nonformal, Beasiswa Yatim Berprestasi (Bestari) yang berhubungan dengan bantuan dana pendidikan, Duta Guru berhubungan dengan pendidikan akhlak, Genius Ceria berhubungan dengan pembelajaran sistem outdoor, Pendampingan Lulus Ujian Sekolah (PLUS) berhubungan dengan pendampingan intensif persiapan ujian nasional dan Alat Sekolah Anak Yatim (ASA) berhubungan dengan bantuan alat sekolah. Keempat, kendala yang dihadapi Yatim Mandiri dapat digolongkan menjadi dua, yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal, meliputi keterbatasan dana, masalah sumber daya manusia, dan kurang kerjasama antara lembaga dengan koordinator Bestari. Kendala eksternal, meliputi rasa bosan anak binaan, anak binaan sulit dikoordinasi dan kurang efektifnya soal level di Sanggar Genius. Kelima, upaya untuk mengatasi kendala dilakukan oleh lembaga dan masyarakat. Upaya yang telah dilakukan lembaga, yaitu promosi untuk mencari tambahan dana, menggabungkan kegiatan pendidikan akhlak dengan bimbingan belajar di sanggar genius, menerapkan sistem hukuman bagi koordinator yang terlambat mengumpulkan bukti penerimaan bestari, mencari alternatif kegiatan untuk meminimalkan dana, dan menyalurkan bantuan alat sekolah sesuai dengan yang diberikan oleh pusat. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat, meliputi promosi untuk mencari tambahan dana, pemberian motivasi kepada anak binaan dan orang tua, membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, dan menerapkan sistem belajar dengan teman sejawat.

Saran yang diberikan peneliti, yaitu: (1) Lembaga Yatim Mandiri Kediri, perlu dilakukan pemisahan bidang pada program, lebih banyak melakukan promosi agar mendapatkan tambahan dana, dan perlu dilakukan pertemuan dengan orang tua anak binaan untuk memberikan informasi ataupun sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan, (2) peserta didik yang mendapat beasiswa/bantuan pendidikan, disarankan untuk memanfaatkan beasiswa ataupun bantuan secara maksimal serta menggunakannya untuk keperluan akademik.