SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Transportasi Online Go-Jek Oleh Siswa SMP Negeri 3 Kota Malang

Nurmaya Novita Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari Novita,  Nurmaya. 2017. Penggunaan Transportasi Online Go-Jek Oleh Siswa SMPNegeri 3 Kota Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (1) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (2) Dr. Nuruddin Hady, S.H, M.H

Kata Kunci: Transportasi Online, Regulasi Transportasi Online, Go-Jek

 

Transportasi online adalah suatu aktivitas penawaran layanan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan media pengangkutan yang terkendali oleh suatu sistem yang terhubung dengan perangkat telekomunikasi (handphone). Jam kerja pengendara transportasi berbasis online lebih fleksibel, karena pengendara transportasi berbasis online tidak terikat jam kerja tertentu sehingga bisa bekerja kapan saja asalkan target setoran perhari terpenuhi. Adapun perlindungan hukum bagi transportasi online yang direvisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau Payung Hukum Transportasi Online. Aturan tersebut diberlakukan mulai 1 April 2017 lalu. Adanya transportasi online Go-Jek di Kota Malang memudahhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pada siswa SMP Negeri 3 Kota Malang. Banyaknya pengguna transportasi online Go-Jek oleh siswa SMP Negeri 3 Kota Malang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah orang tua bekerja, dan tidak ada yang mengantar ataupun menjemput ke sekolah.

Adapun tujuan penelitian adalah (1) mengetahui alasan siswa SMP Negeri 3 Kota Malang lebih memilih Go-Jek (Go-Ride) sebagai alat transportasi pergi dan pulang sekolah, (2) mengetahui dampak positif pengguna transportasi online Go-Jek (Go-Ride) bagi siswa SMP Negeri 3 Kota Malang, (3) mengetahui dampak negatif pengguna transportasi online Go-Jek (Go-Ride) bagi siswa SMP Negeri 3 Kota Malang, (4) mengetahui cara mengatasi dampak negatif yang timbul karena munculnya transportasi online Go-Jek (Go-Ride) yang di manfaatkan siswa SMP Negeri 3 Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi waktu, dan menggunakan bahan referensi. Pemilihan lokasi SMP Negeri 3 Kota Malang sebagai tempat penelitian adalah berdasarkan pertimbangan adanya siswa/siswi SMP Negeri 3 Kota Malang diperbolehkan membawa smartphone untuk memesan Go-Jek (Go-Ride) sebagai alat transportasi pergi dan pulang sekolah dan banyaknya siswa/siswi SMP Negeri 3 Kota Malang yang selalu menggunakan Go-Jek (Go-Ride) untuk pergi dan pulang sekolah.

Hasil penelitian ini menunjukkan (1) alasan siswa lebih memilih menggunakan transportasi online Go-Jek (Go-Ride) sebagai alat transportasi pergi dan pulang sekolah yaitu antara lain: a) karena kebanyakan orang tua bekerja di jam yang sama dengan jam masuk sekolah, b) karena jam pulang sekolah tidak sama dengan jam pulang bekerja, c) karena tidak mempunyai kendaraan pribadi, d) karena transportasi online lebih praktis dibandingkan dengan ojek konvesional, angkot, maupun taksi, e) karena biaya Go-Jek murah adanya promo, f) karena Go-Jek aman, g) karena lebih cepat sampai tujuan, h) karena ibu tidak bisa mengendarai sepeda motor, (2) dampak positif bagi pengguna transportasi online Go-Jek yaitu antara lain: a) efisien, b) mudah, c) praktis, d) nyaman, e) sopan, f) cepat, g) aman, h) biaya murah, (3) dampak negatif bagi pengguna transportasi online Go-Jek yaitu antara lain: a) driver kebut-kebutan, b) rawan tindakan kejahatan, c) server atau jaringan error, d) tidak bisa pindah tujuan, e) tidak bisa memilih pengemudi, f) uang jajan berkurang, g) lokasi driver terlalu jauh, h) banyaknya demo ojek konvesional, angkot, dan taksi, (4) cara mengatasi dampak negatif transportasi online Go-Jek yaitu antara lain: a) pengawasan dari orang tua terhadap anak, b) lebih memikirkan resiko yang timbul, c) membuat kesepakatan antara ojek konvesional dengan Go-Jek mengenai batasan wilayah yang dibuat oleh Kapolda, d) memahami isi dari revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 P/HUM/2017.

Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah pentingnya pengawasan dari orang tua dan guru kepada siswa yang selalu menggunakan transportasi online Go-Jek sebagai alat transportasi pergi dan pulang sekolah agar tidak salah menggunakan maupun memanfaatkannya. Dengan aplikasi online tersebut yang serba instan, mudah digunakan, dan serba cepat takutnya siswa tersebut akan selalu bergantung pada aplikasi tersebut tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi nantinya. Memanfaatkan aplikasi online untuk seperlunya saja, contohnya jika ada keperluan mendesak dengan kondisi yang tidak memungkinkan boleh menggunakan aplikasi tersebut.