SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Dalam Mengembangkan Desa Wisata di Kabupaten Blitar

Nika Dwi Setyowati

Abstrak


ABSTRAK

 

Setyowati, Nika Dwi. 2017.Peran Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Dalam Mengembangkan Desa Wisata di Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si, (II) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M.Hum.

Kata Kunci: Peran ASIDEWI, desa wisata, Kabupaten Blitar

Asosiasi desa wisata Indonesia atau biasa dikenal dengan singkatan ASIDEWI merupakan organisasi non-pemerintah dan non-profit. Asidewi Indonesia terbentuk dari perkembangan pariwisata global yang menitik beratkan masyarakat lokal sebagai subjek pembangunan pariwisata dalam hal ini adalah desa wisata. Masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan memiliki kedudukan dan peran penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan pariwisata. Oleh karena itu, dalam kerangka perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan pembangunan kepariwisataan, dan untuk mendukung keberhasilan pembangunan kepariwisataan, maka setiap upaya atau program pembangunan yang dilaksanakan saat ini memperhatikan posisi, potensi, dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku pembangunan. Sehingga keberhasilan pembangunan pariwisata khususnya desa wisata dibutuhkan peran serta masyarakat mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui (1) menjelaskan program Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar, (2) menjelaskan peran Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar (3) menjelaskan kendala yang dihadapi oleh Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar, (4) menejelaskan upaya yang dilakukan oleh  Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) mengatasi kendala dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar.

Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu (1)Ketua umum asosiasi desa wisata Indonesia (ASIDEWI), (2) Ketua umum asosiasi desa wisata Indonesia (ASIDEWI) Kabupaten Blitar, (3)Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parbudpora) Kabupaten Blitar, (4)Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar, (5)Kepala desa wisata Serang, (6)Kepala desa wisata agropolitan Karangsono. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dari segi sumber data dan metode pengambilan data.

            Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Program asosiasi desa wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar dengan melalui beberapa kegiatan yatitu kegiatan pelatihan kepariwisataan, kegiatan sertifikasi kepariwisataan dan visitasi pendampingan desa wisata, (2) Peran asosiasi desa wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar dapat diketahui dari beberapa program kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut (a) kegiatan pelatihan kepariwisataan berperan untuk penguatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di desa wisata,(b) Sertifikasi kepariwisataan, ASIDEWI berperan untuk menjembatani program pemerintah yaitu kementerian pariwisata untuk sertifikasi yang bertujuan agar profesi kepariwisataan yang ada di desa wisata diakui dan dihargai Negara sekaligus untuk meningkatkan kompetensi, (c) visitasi pendampingan desa wisata sebagai wadah berdiskusi mengenai kegiatan yang sudah dilakukan di desa wisata dan juga kegiatan yang direncanakan untuk kedepannya, (d) wadah berjejaring antar desa wisata, berperan sebagai wadah berjejaring bertukar informasi antar desa wisata di seluruh Indonesia (3) kendala yang dihadapi oleh asosiasi desa wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar ialah masalah koordinasi  karena desa sendiri mempunyai kegiatan lain selain tentang kepariwisataan, keaktifan anggota Asidewi yang kurang karena setiap anggota fokus dengan desa masing-masing dan ketua Asidewi Kabupaten Blitar sendiri adalah kepala desa wisata Serang yang tentunya memiliki kegiatan lain di desa diluar Asidewi (4) upaya yang dilakukan oleh  Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) mengatasi kendala dalam mengembangkan desa wisata di Kabupaten Blitar adalah untuk kendala koordinasi dengan  re schedule  jadwal kegiatan, permasalahan keaktifan anggota yang terlalu sibuk dengan desa wisatanya sendiri dapat dilakukan dengan komunikasi di dunia maya sehingga walaupun tidak bisa bertemu langsung tetap ada.