SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Danau Kelimutu sebagai aset Wisata Daerah di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur

Yuvita Nona Seru

Abstrak


ABSTRAK

 

Seru, Nona, Yuvita. 2017.PeranPemerintah Daerah dalam Pengelolaan Danau Kelimutu sebagai aset Wisata Daerah di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur.Skripsi, JurusanHukumdanKewarganegaraan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si, (II) Dr. Hj. Yuniastuti, S.H, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pengelolaan, Danau Kelimutu, Ende

 

Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang dapat dijadikan potensi daya tarik wisata untuk dikembangkan menjadi sebuah daerah tujuan wisata. Salah satu daerah yang menjadi potensi daya tarik wisata adalah kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Salah satu aset wisata daerah yang sudah dimanfaatkan di kabupaten Ende adalah wisata alam yaitu adanya keindahan obyek wisata danau Kelimutu yang terletak dipuncak gunung Kelimutu.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan danau Kelimutu sebagai aset wisata daerah, kendala yang dihadapi dalam pengelolaan danau Kelimutu, solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kendala yang timbul dalam pengelolaan danau Kelimutu, serta dampak adanya wisata danau Kelimutu bagi masyarakat sekitar danau di kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Data penelitian merupakan data primer yaitu pengurus danau Kelimutu dan Masyarakat sekitar danau dan data sekunder berupa dokumen yang berkaitan dengan Taman Nasional Kelimutu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data. Tahap analisis data dimulai dari tahap ekspected autcomes as a pattern, rival explanations as pattern, dan simpler patterns.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, peran pemerintah daerah dalam pengelolaan danau Kelimutu secara umum didukung oleh pemerintah daerah sehingga pengelolaannya yang dilakukan pemerintah tentunya baik. Namun realitanya peran besar dalam pengelolaan danau Kelimutu adalah Departemen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena danau kelimutu sudah termasuk dalam Taman Nasional. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.679/Kpts-II/1997 danau Kelimutu ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional Kelimutu yang luas wilayahnya sekitar 5.356,50 ha. Kedua, kendala yang dihadapi dalam pengelolaan danau Kelimutu adalah pada 1) akses ke lokasi danau Kelimutu, 2) Sumber daya manusia meliputi a) kurangnya petugas untuk stand by di pos-pos jaga, b) adanya  wisatawan yang menghindari tidak bayar tiket, c) wisatawan-wistawan yang tidak mengikuti jalur treking, dan 3) kondisi lingkungan.akses ke lokasi danau Kelimutu. Ketiga, dalam mengatasi kendala dalam pengelolaan danau Kelimutu, Taman Nasional Kelimutu bekerja sama dengan pemerintah daerah. Keempat, dampak adanya wisata alam danau Kelimutu sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar danau baik itu berupa dampak positif maupun negatif.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran-saran kepada, 1) pemerintah kabupaten Ende yaitu pemerintah daerah selaku penyangga kegiatan pariwisata disarankan untuk merancang pedoman yang komprehensif dalam upaya pengembangan strategi/program pembangunan pariwisata berbasis masyarakat baik dilihat dari aspek kriteria, konsep model (karakteristik daerah) maupun pedoman, mencakup: produk, market, pedoman, pelatihan SDM dan perencanaan bisnis (statement operational prosedur) untuk mengatasi tersendatnya upaya peningkatan peran serta masyarakat di bidang pariwisata, dan 2) masyarakat dengan menguatkan peran masyarakat adat setempat dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata.