SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sekolah Alam Sebagai Pendidikan Alternatif dalam Pembinaan Moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang

Elvita Putri Alvatikasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Alvatikasari, Elvita Putri. 2017. Sekolah Alam Sebagai Pendidikan Alternatif dalam Pembinaan Moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum, (2) Dr. Yuniastuti, S.H., M.Pd.

Kata Kunci: sekolah alam, pendidikan alternatif, pembinaan moral

            Sekolah alam merupakan salah satu pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media belajar. Pembelajaran di sekolah alam menggunakan metode action learning atau peserta didik mengalami pembelajaran secara langsung. Melalui program sekolah alam, anak didik tidak hanya mengeksplor  potensi yang dimiliki tetapi juga membina nilai-nilai moral pada setiap kegiatan sekolah alam. Sebagaimana bunyi Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan tidak hanya membentuk manusia Indonesia yang cerdas, namun juga memiliki kepribadian atau berkarakter, sehingga akan melahirkan generasi bangsa yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan ajaran agama. Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika sekolah menginginkan anak didiknya cerdas dan berakhlakul karimah maka sekolah harus melakukan pembinaan moral agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan mengetahui (1) sejarah sekolah alam sebagai pendidikan alternatif dalam pembinaan moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang, (2) materi sekolah alam sebagai pendidikan alternatif dalam pembsinaan moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang, (3) muatan nilai-nilai moral pada materi sekolah alam sebagai pendidikan alternatif dalam pembinaan moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang, (4) pelaksanaan pembinaan moral pada sekolah alam sebagai pendidikan alternatif di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang.

            Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu (1) pengasuh Pondok Pesantren Lembah Arafah, (2) kepala sekolah, (3) waka kurikulum, (4) ketua program sekolah alam, (5) guru program sekolah alam, (6) siswa kelas VII dan VIII. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dari segi sumber data dan metode pengambilan data.

            Hasil penelitian diketahui bahwa (1) berdirinya sekolah alam dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pendidikan di sekitar pondok dan banyaknya ank putus sekolah. Sekolah alam berusaha menggali potensi peserta didik dengan harapan dapat menyelesaikan persoalan hidupnya secara mandiri dengan keahliannya masing-masing. Adapun program sekolah alam yaitu tafakkur alam, speaking English dan kajian kitab, (2) Sekolah Alam Lembah Arafah tidak menggunakan kurikulum dalam melaksanakan programnya melainkan menggunakan buku panduan yang dibuat oleh guru. Khusus program kajian kitab mengikuti buku panduan yang dibuat oleh Yanuar Isfanie selaku bidang pengembangan kurikulum, (3) Ada beberapa muatan nilai moral yang sama pada materi sekolah alam, yaitu nilai religius dan nilai kebersamaan. Nilai religius ditanamkan pada seluruh kegiatan sekolah alam dan nilai kebersaman dibina pada program speaking English dan tafakkur alam. Nilai yang termuat pada materi sekolah alam yaitu nilai peduli terhadap lingkungan, nilai tanggung jawab, nilai kerja sama, nilai toleransi dan nilai kesopanan. Bentuk-bentuk nilai lain seperti nilai sosial, nilai kemandirian dan nilai kebijaksanaan juga ditanamkan di sekolah alam. Nilai-nilai tersebut tidak dicantumkan secara tertulis pada materi sekolah alam namun pada prakteknya, nilai-nilai moral tersebut diintegrasikan pada kegiatan tafakkur alam, speaking English dan kajian kitab, (4) pembinaan moral di sekolah alam dilaksanakan melalui pembiasaan do’a bersama, melatih kerja sama melalui kegiatan tafakkur alam, menanamkan nilai peduli lingkungan melalui kegiatan tanam bunga, membina kecakapan berbahasa Inggris dengan speaking English, pemahaman terhadap kandungan isi Al-Qur’an pada program kajian kitab.

            Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) penyelenggaraan program sekolah alam perlu ditingkatkan dan lebih bervariasi, tidak hanya difokuskan pada satu program saja. Program sekolah alam menyesuaikan dengan potensi di daerah sekitar pondok dan perlu dikembangkan. Lebih meningkatkan layanan informasi yang jelas dan lengkap mengenai sekolah alam yang didirikan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sekolah alam, mempublikasikan di internet atau media lainnya bahwa di Pondok Pesantren Lembah Arafah juga terdapat sekolah alam yang setingkat dengan SMP/MTs. Merancang kurikulum untuk program sekolah alam agar kegiatan pembelajaran tidak hanya menggunakan buku panduan tetapi memiliki rencana kegiatan yang jelas dan terarah, (2) peserta didik harus mengoptimalkan kegiatan sekolah alam agar mampu memotivasi dirinya sendiri bahwa pembinaan moral melalui program sekolah alam memberikan manfaat bagi kebaikan dirinya sekaligus mengasah keterampilan yang dimiliki. Peserta didik juga harus berlatih membiasakan diri untuk mengikuti kegiatan yang telah diprogramkan agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi, kondisi, dan program kegiatan yang ada selama mendapatkan pembinaaan moral. Selain itu, peserta didik juga harus senantiasa berperilaku sesuai norma-norma yang berlaku di masyarakat setelah mendapat pembinaan moral di Sekolah Alam Lembah Arafah.