SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PELAKSANAAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI MALANG CORRUPTION WATCH (MCW)

Wantoro Kusuma Manggala

Abstrak


RINGKASAN

Manggala, Wantoro Kusuma. 2017. Pelaksanaan Pendidikan Anti Korupsi di Malang Corruption Watch (MCW). Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M.Hum., (II) Drs. Edi Suhartono., SH., M.Pd.

Kata Kunci: Pendidikan Anti Korupsi, Malang Corruption Watch (MCW)

Malang Corruption Watch (MCW) sebagai lembaga swadaya masyarakat atau organisasi masyarakat sipil anti korupsi, memiliki suatu tekad mendorong dan mereproduksi agenda pencegahan maupun pemberantasan korupsi. Salah satu agenda pencegahan yang dilaksanakan Malang Corruption Watch (MCW) melalui pendidikan anti korupsi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui program pendidikan anti korupsi materi pelaksanaan pendidikan anti korupsi, metode pelaksanaan pendidikan anti korupsi, evaluasi pelaksanaan pendidikan anti korupsi dan hambatan-hambatan yang dihadapi pelaksanaan pendidikan anti korupsi serta solusi dari hambatan pelaksanaan pendidikan anti korupsi di Malang Corruption Watch (MCW).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data penelitian yang berupa paparan data dilakukan dengan teknik wawancara, obervasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa insrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, dan untuk mengumpulkan data peneliti mewawancarai kepala sekertariatan, kepala unit pendidikan anti korupsi, dan peserta pendidikan anti korupsi di Malang Corruption Watch (MCW).

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tujuh simpulan hasil penelitian sebagai berikut, (1) Malang Corruption Watch (MCW) sebagai lembaga swadaya masyarakat atau pelopor gerakan anti korupsi,membuat suatu program pendidikan anti korupsi yang terimplementasi melalui program sekolah anti korupsi dan program sekolah rakyat. (2) Materi pendidikan anti korupsi dalam program sekolah anti korupsi meliputi sejarah gerakan rakyat, pengantar ideologi, relasi HAM, hak politik sipil, ekonomi social politik, perubahan sosial, politik lokal, otonomi, dan pemerintah daerah, pelayanan publik dasar, korupsi politik peta aktual Malang Raya, pengantar advokasi, metode riset, inverstigasi, pengaduan, teknik pengorganisasian, anggaran publik, pengantar tipikor, strategi dan teknik advokasi kasus, media kampanye dan advokasi non litigasi, dan korupsi politik-peta aktual Malang Raya, sedangkan Materi pendidikan anti korupsi dalam program sekolah rakyat dibagi menjadi dua pokok pembahasan, pokok pembahasan terdiri dari bidang pendidikan dan kesehata. Materi di bidang kesehatan meliputi Bedah filosofi undang-undang pelayanan publik, aturan tentang pelayanan kesehatan, relasi negara dan hak asasi manusia pada pelayanan publik, kebijakan pelayanan kesehatan di Kota Malang, anggaran kesehatan, permasalahan pelayanan kesehatan, Korupsi sektor kesehatan, dan perbandingan pelayanan publik sektor kesehatan di indonesia dengan negara lain. Sedangkan, materi di bidang pendidikan meliputi filosofi pendidikan dan layanan publik sektor pendidikan, aturan tentang pelayanan pendidikan relasi negara dan hak asasi manusia mengenai pelayanan pendidikan, kebijakan layanan pendidikan di Malang Raya, anggaran pendidikan, korupsi sektor pendidikan, perbandingan pendidikan di indonesia dengan negara lain. (4) Metode yang digunakan pemateri di program sekolah anti korupsi meliputi metode ceramah, metode diskusi, metode fasilitasi, metode praktek, dan metode study kasus. Sedangkan Metode yang digunakan program sekolah rakyat meliputi metode ceramah, metode diskusi, metode pemutaran video, dan metode fasilitasi. (5) Evaluasi pendidikan anti korupsi di program sekolah anti korupsi melalui proses penilaian atau assessment.Proses penilaian atau assessment dilakukan satu bulan pada akhir bulan. Penilaian atau assessment di program sekolah anti korupsi meliputi aspek kompetensi, aspek keterampilan, aspek kerjasama, dan komitmen peserta. Sedangkan Evaluasi pendidikan anti korupsi di program sekolah rakyat melalui proses penilaian atau assessment, proses penilaiannya mencakup aspek afektif, aspek kognitif danaspek psikomotorik. (6) Hambatan dari pelaksanaan pendidikan anti korupsi yang dilakukan Malang Corruption Watch (MCW) adalah rutinitas peserta dan komitmen peserta. (7) Sosusi mengatasi hambatan rutinitas tim MCW menyusun jadwal dengan menyesuaikan peserta. Sedangkan, Solusi dalam mengatasi hambatan yang ada dalam komitmen peserta kami sering memberikan pendekatan interpersonal terhadap salah satu peserta yang sering tidak hadir