SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Bentuk Kehidupan Sosial Sebagai Wujud Kerukunan Umat Beragama Islam dan Umat Beragama Hindu di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

MUHAMMAD AFAN FERDIANSYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Afan Ferdiansyah, Muhammad. 2016. Bentuk Kehidupan Sosial Sebagai Wujud Kerukunan Umat Beragama Islam dan Umat Beragama Hindu di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Suparlan Alkhakim, M.Si, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum.

 

Kata Kunci: Kehidupan Sosial, Kerukunan Umat Beragama.

Agama mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Dimana di dalam masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai macam agama yang mana semuanya diharuskan hidup secara berdampingan, termasuk di Desa Trowulan kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto yang mana masyarakatnya yang pluralistik atau  menganut keyakinan yang berbeda-beda, dengan demikian mereka akan hidup secara bersama dalam masyarakat, Namun sayangnya di dalam masyarakat masih saja  terjadi konflik yang diakibatkan karena masalah agama. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melihat bagaimana kerukunan umat beragam Islam dan Umat Beragam Hindu dalam kehidupan sosial di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk kehidupan sosial sebagai wujud kerukunan umat beragam Islam dan umat beragam Hindu di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, faktor-faktor yang mendorong terwujudnya kerukunan umat beragama Islam dan umat beragama Hindu Dalam Bentuk Kehidupan Sosial di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto , kendala yang dihadapi dalam mewujudkan kerukunan umat beragama Islam dan umat beragama Hindu dalam bentuk Kehidupan Sosial di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan kerukunan umat beragama Islam dan beragama Hindu dalam bentuk kehidupan sosial Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan dari narasumber yang berasal dari pemuka agama Hindu dan Islam di Desa Trowulan dan warga masyarakat Desa Trowulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara , observasi dan dokumentasi. Isntrumen yang digunakan yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan trianggulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data kemudian penyajian data dan yang terakhir penarikan kesimpulan.

Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa bentuk kehidupan sosial sebagai wujud kerukunan umat beragama Islam dan Hindu di Desa Trowulan antara lain 1). Kegiatan gotong royong yang dilakukan antar umat beragama baik umat beragama Islam dan Umat beragama Hindu, 2). Acara gendurenan yang digelar oleh umat agama Hindu maupun umat agama Islam, 3). Mejenguk atau mengunjungi warga yang sedang sakit baik umat Hindu maupun yang sakit umat Islam, 4). Melayat atau Takziyah ketika ada umat Hindu maupun umat Islam yang sedang Meninggal dunia, 5). Saling bersilaturahmi ketika umat Islam sedang merayakan hari raya idul fitri dan ketika umat Hindu merayakan hari raya galungan, 6). Membantu ketika ada umat Hindu atau umat Islam mengadakan hajatan,  7). Jika ada salah satu warga yang melahirkan maka seluruh tetangga baik yang umat hindu maupun yang beruamat Islam akan mengunjungi untuk mengucapkan selamat dan untuk yang laki-laki biasanya berkumpul dirumah yang sedang melahirkan untuk sekedar ngobrol maupun main kartu hingga larut malam , biasanya dalam istilah jawa disebut dengan  “Jagong Bayi”

Kedua, Tujuan terbentuknya kerukunan umat beragama Islam dan umat beragama Hindu di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto yaitu  Pertama, untuk menciptakan suatu  kehidupan yang harmonis, guna membatasi terjadinya gesekan atau konflik antar umat yang beragama lain, kedua,  memberikan ketentraman dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan dimasyarakat, ketiga, dengan adanya kerukunan umat beragama maka setiap umat beragama dapat menjalankan kegiatan beribadahnya dengan tenang dan khusuk.

Ketiga, faktor yang mendukung  antara lain 1) Karena dalam diri masyarakat Desa Trowulan sudah tertanam sikap toleransi dan menghargai antar umat beragama sejak kecil, 2)Tidak adanya sikap fanatisme terhadap agamanya, 3) Karena dalam agama sudah diajarkan mengenai berbuat kebaikan terhadap semua umat beragama, 4)  Karena adanya faktor ikatan kekeluargaa, 5) karena faktor kondisi tempat tinggal umat yang beragama Hindu dan Umat yang beragama Islam saling berdampingan dimana secara tidak langsung pasti mereka akan saling membutuhkan satu sama lain.

Keempat, Kendala dalam perwujudan kerukunan umat beragama Islam dan umat beragama hindu di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto yaitu pertama ada sebagian masyarakat yang terlalu fanatisme terhadap agama yang dipeluknya, kedua terlalu menutup diri dan tidak mau bergaul atau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, ketiga karena adanya sebagian masyarakat yang terpengaruh oleh faham-faham yang keras.

 

Upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama Islam dan umat beragama Hindu  di Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto yaitu pertama, melakukan musyawarah antar pemuka agama apabila terjadi perselisihan antar umat agama Hindu dan umat agama Islam, kedua, harus sering diadakan pertemuan-pertemuan antar para pemuka agama untuk memberikan tindakan pencegahan agar tidak terjadinya suatu konfilk antar umat beragama, ketiga,  para pemuka agama baik pemangku diumat Hindu dan ustadz diumat Islam untuk memberikan pemahaman terhadap seluruh jamaahnya  untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dimasyarakat, dan yang terakhir pembentukan kegiatan-kegiatan sosial  oleh pemerintah  Desa yang melibatkan seluruh masyarakat seperti kegiatan ronda malam di setiap dusun.