SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Optimalisasi Perda Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian Dan Pengusahaan Tembakau Terhadap Kesejahteraan Petani Tembakau Di Kabupaten Sumenep

Andy Arya Akbar

Abstrak


ABSTRAK

 

Akbar. Andy Arya 2017. Optimalisasi Perda Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian Dan Pengusahaan Tembakau Terhadap Kesejahteraan Petani Tembakau Di Kabupaten Sumenep.  Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.                                                         Pembimbing: (I) Prof. Dr.H.Suko Wiyono, SH,MH. (II) Drs. Ketut Diara Astawa, SH., M.Si

 

Kata kunci: Tembakau,tanaman bebas, petani,bandol, juragan peraturan daerah, kesejateraan petani, keefektifan, faktor penunjang, faktor penghambat, solusi.

Tembakau adalah tanaman yang bersifat barang bebas dimana tidak ada tata niaga yang mengatur tentang harga tembakau. Tembakau memiliki nilai yang sangat strategis dalam dunia perdangan di Indonesia. Karena itulah ada beberapa peraturan Daerah yang mengatur tentang pelaksanaan pembelian dan pengusahaan tembakau di Kabupaten sumenep. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) Pelaksaan peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan pembelian dan pengusahaan tembakau(2) efektifitas peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 kabupaten Sumenep dalam melindungi petani tembakau dari monopoli perdagangan tembakau(3) faktor penghambat dan penunjang optimalisasi Perda Nomor 6 tahun 2012 dalam upaya mensejahterahkan petani tembakau(4) Solusi yang diambil oleh pemerintah Daerah agar kehidupan petani lebih sejahterah.

Jenis penelitian ini menggunakan penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana peran Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 dalam upaya mensejaterahkan dan melindungi petani tembakau dari monopoli perdangan tembakau. Data yang terkumpul dari hasil  penelitian ini baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur, seksama dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa.

Hasil penelitihan ini adalah sebagai berikut. Petama,Pelaksaan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau: (a) adanya penyuluhan rutin yang dilakukan oleh perwakilan dari dinas perkebunan pada awal musim panen, (b) pemfasilitasan jalan bagi para petani tembakau untk menjual hasil panen tembakau milik mereka, (c) memberikan pengawasan dalam proses jual beli tembakau di Kabupaten Sumenep. Kedua,  efektifitas peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 kabupaten Sumenep dalam melindungi petani tembakau dari monopoli perdagangan tembakau : (1) peraturan daerah tersebut kurang efektif,  (2) faktor penyebab ketidakefektifan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 : (a) masih adanya bandol yang tidak memilki ijin resmi dalam jual beli tembakau di kabupaten Sumenep, (b) sifat dari tanaman tembakau yang merupakan tanaman bebas sehingga tidak ada peraturan yang mengatur tentang tata niaga dari harga tanaman tembakau. Ketiga, faktor penghambat dan penunjang optimalisasi Perda Nomor 6 tahun 2012 dalam upaya mensejahterahkan petani tembakau : (1)faktor penghambat,(a) Tingkat pendidikan petani tembakau yang relatif rendah, (b) Adanya bandol dan juragan yang belum mendapatkan ijin pembelian tembakau dari pemerintah, (c)  Lemahnya pengawasan dari pemerintah pusat terhadap proses jual beli tembakau di Kabupaten Sumenep, (d)  Tembakau adalah tanaman atau komoditi yang bebas dalampasaran Indonesia. (2) faktor penunjang  optimalisasi Perda Nomor 6 tahun 2012 dalam upaya mensejahterahkan petani tembakau : (a) adanya petani tembakau tulen, (b) adanya asosiasi kelompok tani

Saran yang dapat diberikan peneliti yaitu : (1)Petani harus menggandeng pihak tertentu untuk dapat menembus pasar nasional (diluar Sumenep / Madura  bahkan luar negeri) sehingga tidak tergantung  kepada pembelian dari pihak tertentu, (2) Merevisi peraturan daerah nomor 6 tahun 2012 ini dengan menambahkan point standard baku kriteria grade kualitas tembakau sehingga tidak dapat dipermainkan oleh grader gudang perwakilan, (3) Merumuskan peralatan paten yang dapat berguna untuk mengukur tingkat kekeringan, elastisitas tembakau dan lainnya, sehingga tidak dinilai berdasarkan subyektifitas pembeli (4) peningkatan pengawasan transaksi jual beli tembakau antara petani tembakau Madura dengan  pihak Gudang  perwakilan. Pengawasan ini bisa efektif apabila dilakukan reformasi birokrasi yang berasaskan akuntabilitas, transparansi. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir permainan konspirasi antara  pihak gudang perwakilan  dengan pihak terkait untuk memanipulasi transaksi jual beli tersebut. Untuk hal ini pemerintah harus menurunkan tim ahli tembakau yang kompeten untuk menentukan kualitas dan harga tembakau secara jujur  dan terbuka sesuai dengan Peraturan Daerah Sumenep nomor 6 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau, (5)Menyediakan/memfasilitasi tempat penyimpanan/gudang tembakau bagi petani yang terlambat panen. Hal ini ditujukan untuk melindungi petani/meminimalisisr kerugian petani akibat dari rendahnya harga tembakau yang panen belakangan. Sistem ini memakai sistem koperasi petani tembakau. Sehingga tembakaunya bisa dijual pada musim tembakau tahun depan dengan harga yang layak. Untuk selanjutnya petani bisa mendapatkan pinjaman modal untuk musim tanam tahun depan.