SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Sebelun dan Setelah Menerima Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Kertosari, Desa Tejowangi Dan Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan

Irma Cholidaziah

Abstrak


ABSTRAK

 

Cholidaziah, Irma. 2017. Perbedaan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Sebelun dan Setelah Menerima Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Kertosari, Desa Tejowangi Dan Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Untari, M.Si, (2) Dr. Sutoyo, SH. M.Hum

 

Kata kunci: Kesejahteraan, Masyarakat, Program Keluarga Harapan dan Bantuan Sosial

 

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang. Permasalah utama  yang dimiliki Indonesia adalah kemiskinan dan cara menanggulanginya. Salah satu upaya dalam menanggulangi kemiskinan adalah dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan meluncurkan berbagai program bantuan sosial pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan. Program yang diluncurkan oleh pemerintah adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dengan harapan program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui kondisi kesejahteraan masyarakat Di Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan sebelum menerima dana bantuan PKH (2) Mengetahui kondisi kesejahteraan masyarakat Di Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan setelah menerima dana bantuan PKH (3) Bagaimana Program Keluarga Harapan dapat meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kertosari, Pager dan Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan?. Kemudian dari hasil tersebut dapat diketahui PKH yang telah berlangsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat Di Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi atau tidak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan metode deskriptif. Intrumen dalam penelitian ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti yang disajikan dalam angket yang telah di uji menggunakan uji validitas, dan reliabilitas, yang kemudian di isi oleh responden. Pada penelitian ini responden adalah warga Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi yang menjadi peserta PKH.Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data kuantitatif, berdasarkan skor jawaban responden dari kuisioner yang telah disebarkan. Selain dari kuisioner yang telah disebarkan data juga di peroleh melalui informasi dan dokumen pribadi milik pendamping PKH, dan data berupa profil masing-masing desa. Pengujian data menggunakan uji t berpasangan (paired sample t test).

Adapun hasil penelitian ini adalah pertama, rata-rata skor kesejahteraan dari masyarakat Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi sebelum memperoleh bantuan PKH adalah 25,91 untuk Desa Kerosari, 27,41 untuk Desa Pager, dan 27,72 untuk Desa Tejowangi. Kedua, rata-rata skor kesejahteraan dari masyarakat Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi sebelum memperoleh bantuan PKH adalah 36,81 untuk Desa Kerosari, 37,18 untuk Desa Pager, dan 37,00 untuk Desa Tejowangi. Ketiga, dari skor kesejahteraan sebelum dan sesudah menerima bantuan PKH dapat disimpulkan terjadi peningkatan rata-rata skor kesejahteraan, sehingga kesejahteraan masyarakat dari Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi mengalami peningkatan signifikan.

Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: bagi para pendamping PKH hendaknya memberikan pengarahan kepada para peserta PKH untuk memanajemen bantuan berupa dana yang di peroleh sehingga bisa menghasilkan pemasukan yang lebih besar. Bagi pemerintah desa hendaknya lebih memfasilitasi para pendamping PKH dalam melaksanakan tugasnya.