SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pelaksanaan Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban

leny oktaviyati

Abstrak


ABSTRAK

 

Leny. 2017. Pelaksanaan Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewaganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Edi Suhartono, S.H., M.Pd, (II) Siti Awaliyah, S.Pd., M.Hum

 

Kata Kunci : Pelaksanaan, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

Pelaksanaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat yang masuk dalam kategori fakir miskin dan orang tidak mampu. Sasaran KIS adalah mereka yang tergolong dalam dua kategori tersebut, hal ini dikarenakan angka kemiskinan di negara ini yang masih sulit ditekan. Haughton (2012:3) menyatakan bahwa kemiskinan timbul akibat masyarakat tidak memiliki kemampuan-kemampuan utama, tidak memiliki pendapatan atau mendapatkan pendidikan yang memadai, memiliki kondisi kesehatan yang buruk, merasa tidak aman, memiliki kepercayaan kepercayaan diri yang rendah. KIS sudah dimulai pada tahun 2015 di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban dan merupakan kartu yang diberikan oleh pemerintah sebagai jaminan sosial dan kesehatan agar masyarakat dapat berobat secara gratis di fasilitas kesehatan yang telah ditentukan.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui : (1) Pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, (2) Tingkat efektifitas Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Tuban, (3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Tuban, (4) Solusi yang digunakan dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Tuban. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha menggambarkan bagaimana pelaksanaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi masyarakat miskin dan tidak mampu di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Data yang di kumpulkan dianalisis menggunakan model interaktif.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, pertama, pelaksanaan KIS bagi masyarakat miskin dan tidak mampu di Kecamatan Widang Kabupaten Tuban sudah berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kedua, efektifitas pelaksanaan KIS bagi masyarakat miskin dan tidak mampu di Kecamamatan Widang Kabupaten Tuban dapat dilihat dari: (a) efektifitas dari segi tepat sasaran, dari segi tepat sasaran dapat dikatakan KIS sudah tepat sasaran karena penerimanya adalah masyarakat yang masuk dalam PBDT tahun 2015 untuk KIS jaminan kesehatan dan peserta Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) yang sudah diverivikasi dan validasi menjadi penerima KISDA, (b) efektifitas dari segi pelayanan, sudah bisa dikatakan efektif karena sesuai dengan standar pelayanan dan pengobatan yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional, (c) efektifitas dari segi informasi, dari segi informasi pelaksanaan KIS belum efektif sebab informasi yang diterima masyarakat sangat terbatas. Ketiga, kendala-kendala dalam pelaksanaan program KIS bagi masyarakat miskin dan tidak mampu di Kcematan Widang Kabupaten Tuban yakni: (1) banyaknya masyarakat miskin yang belum terdata sebagai penerima KIS, (2) tidak ada sosialisasi tentang prosedur penggunaan, manfaat dan proses pengusulan pembuatan KIS tambahan, (3) banyak masyarakat tidak miskin mengajukan usulan pembuatan KIS, (4) penyalahgunaan KIS oleh orang lain. Keempat, solusi yang diterapkan oleh beberapa pihak dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan KIS adalah : (1) masyarakat miskin dan tidak mampu bukan penerima KIS dapat mengusulkan pembuatan KIS dengan beberapa persayaratn, (2) harus dilakukan sosialisasi oleh pihak yang terkait, tetapi dalam prakteknya baru Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Widang yang melakukan sosialisasi kepada sekertaris desa se-Kecamatan Widang,dan (a) petugas puskesmas Compreng dan Puskesmas Widang akan memberi pemahaman terkait pemanfaatan KIS, (3) Ketegasan dari instansi terkait, (4) pasien yang mendaftarkan diri di Puskesmas dan RSUD diminta menunjukkan KTP untuk mengetahui keaslian data melalui pencocokan NIK dan foto.

 

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut: (1) Bagi pemerintah pusat dan daerah, pemerintah seyogyanya mempertegas aturan terkait pemberian sosialisasi kepada penerima KIS serta penambahan jumlah penerima KIS, (3) Bagi instansi terkait, harus dilakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada setiap penerima KIS di Kecamatan Widang supaya masyarakat menjadi lebih cerdas dan bisa mengikuti setiap perkembangan guna meningkatkan kesehatan mereka.