SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Perilaku Moral Remaja Di Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember

DWIK FIAN TINARSIH

Abstrak


ABSTRAK

 

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan beragam kebudayaan, karena banyaknya keberagaman budaya tersebut Indonesia dikenal negara luar yang menjunjung tinggi adab ketimuran. Tidak dipungkiri pada zaman dulu moral remaja Indonesia sangat menjunjung tinggi sopan santun dalam seluruh aspek kehidupan. Namun fenomena akhir-akhir ini cukup disayangkan Indonesia telah mengalami banyak pergeseran diantaranya pergeseran sosial dalam kehidupan masyarakat diantaranya pergeseran pola hidup, pergeseran pola asuh anak, pergeseran bergaul antara remaja.

Penelitian ini bertujuan untuk:  (1) mendeskripsikan perilaku remaja yang baik menurut tokoh masyarakat Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. (2) mendeskripsikan perilaku remaja yang buruk dalam lingkup pergaulan menurut tokoh masyarakat Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, (3) mendeskrisikan bentuk pergeseran nilai moral remaja di Desa Kraton Kecamatan Kencong Kraton Kabupaten Jember, (4) mendeskripsikan alasan terjadinya pergeseran nilai moral remaja di Desa KratonKecamatan Kencong Kraton Kabupaten Jember.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data/penyajian data, danverifikasi data/penarikankesimpulan.

Hasil Penelitian adalah: (1) Seorang remaja dapat di sebut dengan remaja yang berperilaku baik apabila remaja tersebut, dapat membantu orang tua, rajin, bertanggung jawab, sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dan menghargai satu sama lain, dan peduli terhadap lingkungan, membantu tetangga jika mengalami kesusahan, membantu berpartisipasi dalam kegiatan desa, membantu orang tua bersih-bersih rumah. (2) Perilaku remaja yang buruk adalah, kebut-kebutan karena cukup mengganggu masyarakat, membangkang terhadap orang tua, mabuk-mabukan karena mabuk-mabukan membehayakan diri sendiri dan merupakan larangan agama, kemudian berpacaran yang melebihi batas.  (3)Bentuk pergeseran nilai moral remaja yang ada di Desa Kraton yakni minum-minuman keras, balapan liar , dan berpacaran. Hal itu dikarenakan remaja tersebut memiliki pergaulan yang bebas, yang disebabkan oleh salahnya memilih teman bergaul. Kurangnya pengawasan dari orang tua juga mengakibatkan remaja tersebut, terjerumus dalam pergaulan yang salah. (4) Ada beberapa faktor yang menyebabkan pergeseran nilai moral remaja yang terjadi di Desa Kraton, yang pertama teknologi yang disalahgunakan oleh remaja, pergaulan, dan rendahnya pendidikan.

 

Peneliti memberi saran kepada Remaja Desa Kraton untuk  lebih bisa memilih teman bergaul dan supaya dapat  memanfaatkan teknologi dengan baik. Saran kepada pihak desa supaya memberi fasillitas kepada remaja agar dapat mengarahkan pada hal yang baik seperti adanya fasilitas lapangan olahraga dan mengaktifkan karang taruna. Saran kepada tokoh masyarakat secara khusus kepada guru ngaji supaya lebih menekankan remaja, untuk wajib mengikuti pengajian rutin yang diadakan setiap malam jumat. Untuk semua tokoh masyarakat, supaya lebih ketat penjagaannya pada remaja ketika ada kegiatan hajatan ataupun malam takbir, agar meminimalisir dampak negatif yang dilakukan remaja seperti mabuk-mabukan, minum minuman keras.