SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengunaan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn di Kelas X G SMA Negeri 9 Malang

Sischa Fajarwati

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan observasi pratindakan yang dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2017 di kelas X G SMA Negeri 9 Malang, temuan yang didapatkan adalah sebagai berikut: (1) Siswa harus ditunjuk terlebih dahulu agar mau menjawab pertanyaan guru; (2) Siswa dalam menjawab masih terpaku pada buku paket; (3) Kondisi kelas saat kegiatan pembelajaran masih pasif dan sulit terjadinya interaksi aktif baik antar siswa maupun siswa dengan guru; (4) Selama pelajaran berlangsung tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan.

 Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan model Discovery Learning di kelas X G SMA Negeri 9 Malang dan untuk menganalisis pengunaan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X G SMA Negeri 9 Malang pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan selama 2x45 menit dan dilakukan evaluasi disetiap akhir siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X G SMA Negeri 9 Malang dengan jumlah 34 siswa yang terdiri dari 23 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai presentase setiap indikator pada setiap siklus. Pada aspek melakukan pengamatan meningkat 9% yaitu dari siklus I sebesar 70,1% ke siklus II 79,1%. Aspek merumuskan hipotesis meningkat sebesar 29,8% dari siklus I sebesar 52,9% ke siklus II 82,7%. Aspek melakukan diskusi menunjukkan skor peningkatan sebesar 16,8% dari siklus I sebesar 65,1% ke siklus II 81,9%. Aspek keterampilan bertanya meningkat 29,8% dari siklus I 53,3% dan 83,1% pada siklus II. Aspek keterampilan menjawab pertanyaan meningkat sebesar 22,8% dari siklus I 55,5% dan siklus II 78,3%. Aspek membuat kesimpulan mengalami peningkatan sebesar 29,4% dari siklus I 51,1% ke siklus II 80,5%. Aspek menerapkan konsep meningkat sebesar 24,9% dari siklus I 58,1% ke siklus II 83%.

 Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Penggunaan model Discovery Learning di kelas X G SMA Negeri 9 Malang dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yaitu: pendahuluan, kegiatan inti dengan penerapan model Discovery Learning dengan tahapan sebagai berikut: stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian dan menarik kesimpulan, tahap selanjutnya refleksi serta evaluasi; (2) Pengunaan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini berdasarkan indikator berpikir kritis yaitu melakukan pengamatan, merumuskan hipotesis, melakukan diskusi, keterampilan siswa bertanya, keterampilan siswa menjawab, membuat kesimpulan, dan menerapkan konsep.